Kemenko Polkam, Dorong Penguatan Sinkronisasi Kebijakan untuk Pelindungan ABK Indonesia

- Penulis

Rabu, 15 April 2026 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) mendorong penguatan sinkronisasi kebijakan lintas kementerian/lembaga untuk meningkatkan perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI),(FOTO: DOK Kemenko Polkam)

 

dteksinews,  Bogor – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) mendorong penguatan sinkronisasi kebijakan lintas kementerian/lembaga untuk meningkatkan perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI), khususnya Anak Buah Kapal (ABK), di kawasan Pasifik, Oseania, dan Afrika yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap eksploitasi dan pelanggaran hak.

Hal tersebut disampaikan Asisten Deputi Kerja Sama Pasifik, Oseania, dan Afrika Kemenko Polkam, Marsma TNI Parimeng, dalam Rapat Koordinasi (rakor) Penajaman dan Sinkronisasi Kebijakan Penguatan, Penempatan, dan Pelindungan PMI ABK di Kawasan Pasifik, Oseania, dan Afrika pada Rabu (15/4/2026), melalui sauaran Pers  NO. 109/SP/HM.01.02/POLKAM/4/2026.

Parimeng menjelaskan, rakor ini bertujuan menajamkan identifikasi isu strategis sekaligus menyelaraskan pemahaman lintas kementerian/lembaga terkait penempatan dan pelindungan PMI, khususnya ABK, agar lebih terintegrasi.

“Kita ingin memastikan kebijakan yang diambil tidak berjalan sektoral. Kalau ini dibiarkan, yang dirugikan adalah masyarakat karena penanganannya tidak maksimal,” ujar Parimeng.

Baca Juga:  Lagi,PT Vale Indonesia Tbk Buka Loker di Luwu Timur

Ia menambahkan, penguatan pelindungan PMI merupakan tanggung jawab negara sekaligus bagian dari strategi diplomasi dan ketahanan nasional, sejalan dengan prioritas pembangunan dalam RPJMN 2025–2029 dan visi Indonesia Emas 2045.

Dalam rakor tersebut, sejumlah persoalan krusial turut diidentifikasi, antara lain belum terintegrasinya data ABK secara nasional, tumpang tindih kewenangan antarinstansi, serta belum optimalnya pengawasan dan pemenuhan standar perlindungan.

Selain itu, pemerintah juga menyoroti maraknya praktik ilegal oleh manning agency (agen awak kapal) dan broker, serta kompleksitas penanganan kasus lintas yurisdiksi yang melibatkan negara bendera kapal (flag state) dan negara pelabuhan (port state).

Rakor ini diharapkan menghasilkan langkah konkret dan terukur, termasuk penguatan integrasi data, harmonisasi regulasi, serta peningkatan koordinasi lintas sektor, guna memastikan pelindungan PMI, khususnya ABK, berjalan lebih optimal dan terpadu.

Rakor yang dilaksanakan secara hybrid tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Bareskrim Polri, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Sekretariat Negara, serta akademisi.(red/dteksinews)

Sumber: Kemenko Polkam

Editor; Supriyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Karhutla 
Kompleksitas Gagasan Kuliah Gratis di Perguruan Tinggi Negeri (PTN)
Sinergi Dekranas, PKK, dan Posyandu Didorong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat dan UMKM
Beri Kuliah Pascasarjana Universitas Pertahanan, Bamsoet Ingatkan Kekuatan Negara Ditentukan Kemampuan Mengelola Konflik dan Menjaga Kepercayaan Publik
Harapan Pelaku Sektor Riel Setelah Konsolidasi Sektor Moneter dan Fiskal
Menuju Prajurit Berkualitas, Pangdam XV/Pattimura Tegaskan Pentingnya Seleksi Transparan dan Akuntabel
TNI Hadir Membawa Manfaat Ekonomi, Bazar Murah Semarakkan HUT ke-81
Menerima Kunjungan Persahatan Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Bamsoet Dorong Peningkatan Kerja Sama Ekonomi Indonesia dan Maroko
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 12:17 WIB

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Karhutla 

Rabu, 23 September 2026 - 11:57 WIB

Kompleksitas Gagasan Kuliah Gratis di Perguruan Tinggi Negeri (PTN)

Rabu, 23 September 2026 - 10:55 WIB

Sinergi Dekranas, PKK, dan Posyandu Didorong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat dan UMKM

Rabu, 23 September 2026 - 10:39 WIB

Beri Kuliah Pascasarjana Universitas Pertahanan, Bamsoet Ingatkan Kekuatan Negara Ditentukan Kemampuan Mengelola Konflik dan Menjaga Kepercayaan Publik

Selasa, 22 September 2026 - 12:37 WIB

Menuju Prajurit Berkualitas, Pangdam XV/Pattimura Tegaskan Pentingnya Seleksi Transparan dan Akuntabel

Berita Terbaru

Berita

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Karhutla 

Rabu, 23 Sep 2026 - 12:17 WIB