Marsha salah satu Mahasiswi Asa Desa Sambalagi , Kabupaten Morowali (FOTO:IST)
dteksinews, Morowali-Aspirasi masyarakat Sambalagi terkait transparansi, keterlibatan masyarakat, dan kesempatan kerja bagi tenaga lokal turut mendapat perhatian dari kalangan generasi muda asal daerah tersebut.
Salah satunya datang dari Marsha Nur Ainiyyah, mahasiswi asal Desa Sambalagi yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Palu. Meski berada di luar daerah untuk menjalani pendidikan, Marsha mengatakan bahwa hal tersebut tidak membuat kepeduliannya terhadap kondisi dan aspirasi masyarakat di daerah asalnya berkurang.
Menurut Marsha, sebagai putri daerah Sambalagi, dirinya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menyuarakan keresahan masyarakat, khususnya terkait persoalan yang menyangkut kepentingan warga dan masa depan generasi muda di daerah tersebut.
“Walaupun saat ini saya sedang berada di Palu untuk menempuh pendidikan, saya tetap bagian dari masyarakat Sambalagi. Jarak tidak membuat saya berhenti peduli terhadap apa yang terjadi di kampung halaman saya,” ujar Marsha Nur Ainiyyah.
Ia menegaskan bahwa masyarakat Sambalagi memiliki hak untuk mendapatkan informasi yang terbuka serta dilibatkan dalam berbagai hal yang menyangkut kepentingan mereka.
“Saya menyuarakan ini bukan untuk mencari keributan dan bukan untuk menyudutkan pihak tertentu. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa masyarakat Sambalagi punya hak untuk didengar, dilibatkan, dan mendapatkan penjelasan yang transparan mengenai hal-hal yang menyangkut kehidupan mereka,” katanya.
Marsha juga menyoroti pentingnya memastikan agar nama masyarakat tidak digunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
“Nama masyarakat jangan sampai digunakan untuk kepentingan segelintir orang. Kalau memang membawa nama rakyat, maka kepentingannya harus benar-benar kembali kepada rakyat dan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka,” tegasnya.
Selain transparansi, persoalan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal menjadi salah satu hal yang menurutnya perlu mendapatkan perhatian serius.
Marsha berharap keberadaan aktivitas industri di wilayah tersebut dapat memberikan ruang yang nyata bagi masyarakat lokal, terutama generasi muda.
“Anak-anak muda Sambalagi juga punya kemampuan, punya semangat, dan punya cita-cita. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri. Kalau keterampilan masih kurang, berikan pelatihan. Kalau ada kesempatan kerja, berikan ruang kepada tenaga kerja lokal,” ungkapnya.
Ia juga mendorong agar program peningkatan keterampilan seperti Vocational Training Multi-Skill benar-benar diwujudkan dan dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Masyarakat tidak hanya membutuhkan janji. Yang dibutuhkan adalah program yang nyata. Berikan kesempatan kepada anak-anak muda untuk belajar, mendapatkan keterampilan, kemudian bekerja dan berkembang di daerahnya sendiri,” ujarnya.
Menurut Marsha, keterlibatan masyarakat juga tidak seharusnya berhenti pada persoalan tenaga kerja. Masyarakat lokal perlu diberikan ruang untuk menjadi bagian dari kemitraan dan kegiatan ekonomi di wilayahnya.
“Kami ingin masyarakat Sambalagi bukan hanya menjadi penerima dampak, tetapi juga diberikan ruang untuk menjadi mitra. Masyarakat harus dilibatkan dalam proses dan diberikan kesempatan untuk berkembang,” katanya.
Sebagai seorang mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan di Palu, Marsha mengatakan bahwa pendidikan yang sedang dijalaninya justru semakin membuka kesadarannya mengenai pentingnya keberanian generasi muda untuk peduli terhadap daerah asal.
“Saya sedang belajar di Palu, tetapi hati dan perhatian saya tetap untuk Sambalagi. Saya percaya anak muda tidak boleh hanya memikirkan masa depannya sendiri. Kita juga harus peduli dengan kampung halaman dan masyarakat tempat kita berasal,” tuturnya.
Marsha berharap aspirasi masyarakat Sambalagi dapat disikapi secara terbuka dan diselesaikan melalui komunikasi serta langkah nyata.
“Kami tidak meminta belas kasihan. Kami meminta transparansi, kesempatan, keterlibatan, dan penghormatan terhadap masyarakat. Kalau masyarakat sudah menyampaikan aspirasi, maka jangan berhenti pada janji. Berikan jawaban dan buktikan melalui tindakan,” pungkas Marsha Nur Ainiyyah.(*/pri)














