Ilustrasi gempa bumi (FOTO: Jens Aber/Unsplash)
dtelsinews,Jakarta – Setidaknya enam orang dilaporkan terluka pada hari Selasa (21/4), sehari setelah gempa dahsyat mengguncang Jepang utara. Tampaknya tidak ada kerusakan besar akibat gempa yang juga memicu gelombang tsunami hingga 80 cm tersebut.
Namun, Badan Meteorologi Jepang (JMA) juga memperingatkan peningkatan risiko gempa super besar, yakni gempa dengan Magnitudo (M) 8,0 atau lebih kuat.
Peringatan ini disampaikan beberapa jam setelah gempa M 7,7 pada hari Senin (20/4) di perairan Pasifik di lepas pantai prefektur Iwate, Jepang utara.
Guncangan itu begitu kuat sehingga mengguncang gedung-gedung besar di ibu kota Jepang, Tokyo, ratusan kilometer dari pusat gempa.
Enam orang dilaporkan terluka hingga pukul 08.00 pagi waktu setempat, dua di antaranya mengalami luka serius, kata Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana (FDMA) dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Selasa (21/4/2026).
Tidak ada laporan kebakaran atau kerusakan pada fasilitas penting, imbuhnya.
Otoritas Jepang mengeluarkan peringatan gelombang tsunami hingga tiga meter (10 kaki), tetapi peringatan itu dicabut beberapa jam setelah gelombang setinggi 80 sentimeter (31 inci) menghantam pelabuhan di Kuji, Iwate, salah satu dari serangkaian gelombang kecil yang menghantam tempat-tempat lain di Jepang utara.
JMA mengatakan bahwa “kemungkinan terjadinya gempa bumi besar baru relatif lebih tinggi daripada pada masa normal”.
Pemerintah daerah di wilayah yang terkena dampak mengeluarkan arahan evakuasi tidak wajib kepada lebih dari 182.000 penduduk, kata FDMA.(***)














