Harsono Sebut Kebijakan Bupati Lama Sebabkan Angka Kemiskinan Naik

- Penulis

Selasa, 5 November 2024 - 02:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews,  Morowali – Dalam debat Calon Bupati dan Wakil Bupati Morowali yang berlangsung, Sabtu (2/11/2024) di Gedung Serba Guna, Kelurahan Matano, Kecamatan Bungku Tengah, Harsono secara terang-terangan menyebutkan angka kemiskinan masih di naik Kabupaten Morowali disebabkan oleh kebijakan bupati yang lama.

“Dalam kebijakan regulasi bupati setiap pencari kerja di Morowali harus memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk) Morowali,”jelasnya.Selasa(5/11/2024)

Hal itu membuat data angka kemiskinan di Kabupaten Morowali makin bertambah karena setiap pecari kerja yang masuk dan pindah domisili di Morowali, tercatat belum langsung memiliki pekerjaan. Dengan begitu pencari kerja itu masuk dalam kategori penduduk miskin.

“Padahal awalnya dia bukan penduduk Morowali. Hanya satu kebijakan bupati, cabut peraturan bupati yang lama, maka dengan sendirinya langsung drop (angka kemiskinan) baru kita bantu dengan pemberian UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) setiap desa,”ujarnya .

Baca Juga:  Barisan Muda Pro Raha Bersama Komunitas Melesit Rachmansyah-Harsono Gelar Camping Pemuda

Debat Publik yang digelar oleh KPU Kabupaten Morowali itu bertema “Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Inovasi Pelayanan Publik”. Salah satu hal yang menjadi topik perdebatan ialah persoalan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Morowali.

Harsono Lamusa mengaku, ia bersama Calon Bupati Rachmansyah Ismail akan menurunkan angka kemiskinan di Morowali dari 12% menjadi 5%.“Saya dan Pak Rachmansyah tahun kedua kami akan turunkan sampai lima persen angka kemiskinan dari dua belas,”ungkapnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Karhutla 
Kompleksitas Gagasan Kuliah Gratis di Perguruan Tinggi Negeri (PTN)
Sinergi Dekranas, PKK, dan Posyandu Didorong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat dan UMKM
Beri Kuliah Pascasarjana Universitas Pertahanan, Bamsoet Ingatkan Kekuatan Negara Ditentukan Kemampuan Mengelola Konflik dan Menjaga Kepercayaan Publik
Mahasiswi Asal Sambalagi  Suarakan Aspirasi Masyarakat, Dorong Transparansi dan Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Harapan Pelaku Sektor Riel Setelah Konsolidasi Sektor Moneter dan Fiskal
Satresnarkoba Morowali Amankan Dua Pengedar Sabu 
Menuju Prajurit Berkualitas, Pangdam XV/Pattimura Tegaskan Pentingnya Seleksi Transparan dan Akuntabel
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 12:17 WIB

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Karhutla 

Rabu, 23 September 2026 - 11:57 WIB

Kompleksitas Gagasan Kuliah Gratis di Perguruan Tinggi Negeri (PTN)

Rabu, 23 September 2026 - 10:55 WIB

Sinergi Dekranas, PKK, dan Posyandu Didorong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat dan UMKM

Rabu, 23 September 2026 - 10:39 WIB

Beri Kuliah Pascasarjana Universitas Pertahanan, Bamsoet Ingatkan Kekuatan Negara Ditentukan Kemampuan Mengelola Konflik dan Menjaga Kepercayaan Publik

Rabu, 23 September 2026 - 10:33 WIB

Mahasiswi Asal Sambalagi  Suarakan Aspirasi Masyarakat, Dorong Transparansi dan Prioritas Tenaga Kerja Lokal

Berita Terbaru

Berita

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Karhutla 

Rabu, 23 Sep 2026 - 12:17 WIB