PT.Vale (INCO) Targetkan Pabrik HPAL Pomalaa dan Morowali Rampung Tahun Ini

- Penulis

Rabu, 4 Maret 2026 - 05:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Head of External Relations Regional and Growth PT Vale Indonesia Tbk. Endra Kusuma memberikan penjelasan terkait progres HPAL Vale di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (2/3/2026),(foto:ist)

 

dteksinews, Makassar- PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) mengumumkan bahwa pembangunan pabrik pengolahan nikel atau smelter High-Pressure Acid Leaching (HPAL) di Pomalaa, Sulawesi Tenggara (Sultra) dan di Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) bakal segera rampung. Pabrik di Pomalaa rencananya selesai pada akhir tahun ini, begitu pun dengan pabrik di Morowali. Namun jika pabrik HPAL Morowali belum bisa rampung di 2026, maka paling lambat targetnya adalah 2027.

Head of External Relations Regional and Growth PT Vale Indonesia Tbk. Endra Kusuma mengatakan dua pabrik pengolahan tersebut masuk dalam proyek Indonesia Growth Project (IGP) perseroan yang telah dimulai sejak 2022 lalu. IGP Pomalaa adalah proyek tambang dan pabrik HPAL dengan nilai investasi mencapai US$4,43 miliar.

Dalam pembangunannya, Vale bermitra dengan produsen baterai EV asal China, Huayou dan produsen mobil asal Amerika Serikat, Ford. Saat ini progres konstruksi IGP Pomalaa telah mencapai 65,76%.

Kendati demikian penjualan bijih mineral telah mulai dilakukan dengan first ore sell dilaksanakan pada 28 Februari 2026 lalu. Vale mematok target produksi sebesar 300.000 ton limonit per bulan atau sekitar 9.677 ton per hari.

Baca Juga:  Gubernur Sulteng Komitmen Dukung Pemerintahan Bupati Iksan di Morowali

“Jika pabrik HPAL kami rampung, maka akan diproduksi nikel dalam bentuk mixed hydroxide precipitate (MHP) yang dapat digunakan untuk menjadi bahan utama pada baterai kendaraan listrik,” ujar Endra Kusuma di Makassar, Senin (2/3/2026).

Sementara itu IGP Morowali adalah proyek penambangan dan pengolahan nikel terintegrasi dengan investasi mencapai US$2 miliar.

Proyek ini bertujuan untuk mendukung pengembangan industri nikel Indonesia dengan fokus pada pengolahan nikel menjadi produk setengah jadi yang penting untuk sektor energi terbarukan dan kendaraan listrik. Saat ini progres IGP Morowali telah mencapai 98,85% dan telah mencatatkan penjualan sebanyak 2,2 juta ton ore di awal 2026.

“Di Morowali, hingga akhir Januari 2026, kami juga telah melaksanakan hydroseeding seluas 26 hektar, serta telah meresmikan lokasi pembibitan berkapasitas 400.000 bibit per tahun untuk reklamasi bekas tambang nantinya,” tutur Endra Kusuma.(*/dteksinews)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kuasa Hukum Dg Mapoji: Kita akan Tempuh Jalur Hukum Jika Dalam 1 Minggu Tidak ada Hasilnya
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Morowali Gelar Bakti Sosial Pembersihan Pemakaman Umum 
Imigrasi Morowali Perkenalkan Layanan Eazy Passport, Permudah Pengurusan Paspor Secara Kolektif
AMKBB  Soroti Kebijakan Verifikasi Beasiswa Pemda Morowali
Terkait Pernyataan FMN-B, Ahyar: Dana yang Masuk Rek Pribadi adalah Dana Kompensasi Dampak Debu
FMN- B Aksi Damai di Kantor Bupati Morowali, Ini Tuntutannya
Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, PT Vale Perkuat Gerakan Kolektif untuk Iklim dan Masa Depan Morowali
Dari Ide Sederhana hingga Jadi Solusi Sampah, Terobosan Bupati Morowali Tuai Perhatian
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:54 WIB

Kuasa Hukum Dg Mapoji: Kita akan Tempuh Jalur Hukum Jika Dalam 1 Minggu Tidak ada Hasilnya

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:02 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Morowali Gelar Bakti Sosial Pembersihan Pemakaman Umum 

Selasa, 9 Juni 2026 - 06:10 WIB

Imigrasi Morowali Perkenalkan Layanan Eazy Passport, Permudah Pengurusan Paspor Secara Kolektif

Senin, 8 Juni 2026 - 13:20 WIB

AMKBB  Soroti Kebijakan Verifikasi Beasiswa Pemda Morowali

Senin, 8 Juni 2026 - 12:27 WIB

Terkait Pernyataan FMN-B, Ahyar: Dana yang Masuk Rek Pribadi adalah Dana Kompensasi Dampak Debu

Berita Terbaru