Perilaku Politik Ala Sengkuni

- Penulis

Jumat, 28 Juni 2024 - 23:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opini

Catatan Supriyono *)

Sengkuni. Tokoh pewayangan ini tentu tidak asing lagi bagi kita, terutama pecinta wayang. Sengkuni, menjelma kembali dalam kehidupan politik tanah air, dimana banyak sengkuni-sengkuni bermunculan mewarnai hiruk pikuk politik jelang pemilu 2024.

Sengkuni, memiliki perilaku cerdas tapi licik, perilaku tak pandai terima kasih, haus akan kekuasaan, penghianat kawan seiring, menghalalkan segala cara. Perilaku Sengkuni ini, sering dikaitkan dengan tipikal personaliti politik yang tak tahu diri. Sosok Sengkuni representasi perilaku politik yang tak ber etika dan bermartabat sebagaimana banyak dimainkan oleh para politisi di negeri nusantara kerajaan era Astina dalam kisah Mahabarata kalau tak mau disebut negeri Indonesia.

Sengkuni dalam dunia pewayangan adalah perlambang sifat antagonis, penuh kelicikan, keburukan dan kejahatan. Ia selalu tidak senang jika para Pandawa ( perlambang kebenaran ) hidup dalam kedamaian, kejujuran dan lebih maju hidupnya dibanding para Kurawa di kerajaan Astinapura tempat tokoh Sengkuni mengabdikan diri.

Berbagai cara ia lakukan agar Pandawa tidak mendapatkan kekuasaan dan menjadi pemimpin Kerajaan. Di setiap zaman karakter Sengkuni selalu muncul. Sebenarnya Sengkuni memiliki kelebihan berupa ketangkasan, pandai bicara dan banyak akal.

Namun kelebihannya ini sering disalahgunakan untuk memfitnah, menghasut dan mencelakakan orang lain. Jika kita menengok ke jagat politik, kita bisa melihat karakter-karakter Sengkuni menjangkiti kepribadian para tokohnya.

Kisah kelicikan Sengkuni, berawal dari kudeta yang dilakukan Sengkuni yang mau jadi Pati kerajaan Astina, tanpa harus berkeringat atau mendirikan partai di kerajaan Astina. Sengkuni ini tokoh rai gedek [tidak punya muka dan tak tahu malu] adalah perilaku tak beretika dan sungguh bermoral rendah.

Tujuan untuk berkuasa atau jadi raja sah saja dalam kondisi normal melalui proses demokrasi dan presedur konstitusi dengan perjuangan yang benar. Tapi perilaku ala Sengkuni yang licik dan lihai memainkan propaganda dan mengintip peluang dalam kesempitan menjadi perilaku patologis yang pandai memfaatkan jabatan sebagai kesempatan dalam kesempitan.

Baca Juga:  Pemkab Morowali Sosialisasikan Whistle Blowing System untuk Perkuat Pengawasan Internal

Perilaku Sengkuni bukan hanya di era masa lalu kerajaan Astina. Sengkui ini memang cerdas, dan ahli komunikasi agitasi politik, yang terus bermain di sekitar istana Astina.

Tapi di era Indonesia hari ini, juga banyak Sengkuni -Sengkuni gaya baru. Perilaku Sengkuni pernah di ceritakan oleh guru sejarah, Sengkuni itu personifikasi dari politisi busuk yang terus membuat kegaduhan dan kekacauan di muka bumi. Perilaku Sengkuni yang tak pandai terima kasih dan berjiwa penghianat mempermalukan jiwa prajurit dan kehormatan dalam cerita Mahabarata.

Cerita tentang penghianatan politik di negeri tercinta Indonesia, seakan tak ada habis habisnya, dari masa ke masa, dari masa raja raja era feodalisme sampai era oligarki dan kapitalisme selalu hadir dengan wajah berbeda, tapi sifatnya yang sama.

Politik memang sulit ditebak, tapi perilaku politik terkadang mudah di tebak, gejala persengkokolan , gejala ambisi meraih jabatan dengan mudah ditafsirkan oleh para analis politik kemana arah akhir ceritanya.

Perilaku politik yang elegan dan bermartabat adalah perilaku yang amanah, pandai berterima kasih kepada orang yang pernah memberikan jalan kesuksesan sehingga memiliki prestasi dan sukses.

Sebab manusia yang tak pandai terima kasih kepada orang yang pernah memberikan sesuatu kebaikan kepadanya, maka percaya lah lebih amat sulit lagi bisa bersyukur kepada Tuhannya, sehingga akan dilanda rasa kekurangan dan kegelisahan jiwa yang tak berkesudahan.

Dalam carut marut politik kita saat ini, siapa yang berperilaku Sengkuni? Silahkan bertanya pada rumput yang bergoyang.

*) Penikmat Kopi Pait

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rismawan Laula,Kembali Terpilih Pimpin FPE KSBSI Kota Palu Periode 2026–2030
KANTOR PERWAKILAN SULTENG JAKARTA
Bamsoet Dukung Perburuan Hama Babi Hutan untuk Lindungi Lahan dan Hasil Panen Petani
TNI Run 2026 Meriahkan Rangkaian HUT Ke-81 TNI, 15.965 Pelari Padati Monas
TNI Tangkap Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur di Yahukimo
Tampil Impresif, Tim Tennis Kasdam XV/Pattimura Raih Juara 1 Piala Panglima TNI Cup 2026
HUT Desa Makarti Jaya ke-33, Bupati Iksan Apresiasi Kebersamaan Warga Antardusun
Ketua Bhayangkari Sulteng Bagikan 100 Paket Sembako untuk Warga Bungku Tengah
Berita ini 160 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 14:24 WIB

Rismawan Laula,Kembali Terpilih Pimpin FPE KSBSI Kota Palu Periode 2026–2030

Minggu, 20 September 2026 - 11:14 WIB

KANTOR PERWAKILAN SULTENG JAKARTA

Minggu, 20 September 2026 - 10:54 WIB

Bamsoet Dukung Perburuan Hama Babi Hutan untuk Lindungi Lahan dan Hasil Panen Petani

Minggu, 20 September 2026 - 09:31 WIB

TNI Run 2026 Meriahkan Rangkaian HUT Ke-81 TNI, 15.965 Pelari Padati Monas

Minggu, 20 September 2026 - 03:41 WIB

TNI Tangkap Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur di Yahukimo

Berita Terbaru

Berita

KANTOR PERWAKILAN SULTENG JAKARTA

Minggu, 20 Sep 2026 - 11:14 WIB

Berita

TNI Tangkap Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur di Yahukimo

Minggu, 20 Sep 2026 - 03:41 WIB