Komisi XIII DPR RI bersama rombongan saat kunjungan kerja reses di Morowali,(FOTO: DOK dteksinews)
dteksinews, Morowali- Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Komisi XIII DPR RI melaksanakan kunjungan kerja reses masa persidangan IV tahun sidang 2025- 2026 di Kabupaten Morowali.
Dalam kunjungan kerja DPR RI Komisi XIII tersebut dipimpin oleh Sugiat Santosa Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI dari Partai Gerindra bersama rombongan tiba di Kantor Bupati Morowali langsung di jemput oleh Bupati Morowali Iksan dan unsur Forkopimda Kabupaten Morowali, serta disambut dengan tarian adat Bungku.Rabu(22/4/2026)
Ketua Tim, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santosa menyampikan, bahwa hari ini kita melakukan kunjungan kerja reses Komisi XIII DPR RI, kita rapat dengan Kanwil Hukum dan HAM, Imigrasi apalagi di Kabupaten Morowali ada Proyek Strategis Nasional (PSN) PT.Indonesia Morowali Industrial Park( IMIP).
“Kita berharap PT IMIP bisa memberikan dampak yang sangat nyata terutama bagi masyarakat Morowali itu yang pertama,” ujar Sugiat .
Kemudian yang kedua, jangan sampai kehadiran PT.Indur IMIP malah menjadi bahan konflik ditengah masyarakat , itu kita konsolidasikan dengan pihak Hukum dan HAM , Imigrasi serta LPSK berkaloborasi, agar investasi yang ada ini, bisa dijaga dan tidak disalah gunakan oleh orang orang tertentu, akan tetapi dipergunakan untuk rakyat yang ada di Morowali. Ucap Sugiat.
Lanjut Sugiat, kemudian terkait pengawasan Tenaga Kerja Asing( TKA) di PT IMIP, agar melakukan pengawasan secara ketat jangan sampai terjadi perbincangan di publik lagi atau isu Nasional, seperti kemarin dugaan Bandara ilegal di kawasan IMIP, untuk itu berharap agar diawasi betul dan jangan sampai status Bandara IMIP malah menjadi pintu gerbang warga negara asing secara bebas .
Selain itu, terkait data Tenaga Kerja Asing(TKA )khususnya di Morowali sangat besar, berdasarkan informasi dari Imigrasi Morowali dan jangan menjadi pintu masuk Warga Negara Asing secara bebas tanpa pegawasan yang ketat .Ungkap Sugiat.
Ia menambahkan, Berdasarkan data dari Imigrasi Morowali per 2025 jumlahnya puluhan ribu. Saya pikir, ini perlu di cek lebih detail lagi, apakah ini sudah mengkafer semua keberadaan warga negara asing atau masih ada yang kecolongan ?, dan Komisi XIII DPR RI dalam rangka masalah TKA itu.
“Terkait pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Kabupaten Morowali, bahwa setiap kali kita melakukan kunjungan kerja, kita mendukung pembangunan Lapas yang bisa menanggulangi Kelebihan kapasitas (overcrowding) penggunaan dan salah satu solusinya adalah Pembagunan Lapas wilayah Sulawesi Tengah supaya secepatnya dibangun, khususnya di Morowali,agar kapasitas bisa dikurangi,” Ujarnya (pri)














