Kasus Pembunuhan di Metro Tak Kunjung Terungkap, JMSI Bersama Tiktoker Lampung dan LBH-KIS Dampingi Keluarga Korban untuk Mendapatkan Keadilan

- Penulis

Senin, 24 Februari 2025 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews, Lampung- Persoalan kasus pembunuhan di Kota Metro tak kunjung selesai Bendahara Umum JMSI Herwan Acong bersama Ketua LBH-KIS Febrian Willy Atmaja dan Konten Kreator Tiktok Bang Taun kawal proses penyelesaian kasus tersebut.

Sebelumnya, pria tewas setelah dianiaya sejumlah orang di Kota Metro, Provinsi Lampung. Korban bernama Imam Ardiansyah (27) tewas dengan luka tusuk di tubuh hingga kepalanya.

Dari video yang diterima, terlihat korban tergeletak dipinggir jalan dengan bersimbah darah. Terlihat juga seorang wanita yang diduga kekasihnya menangis sambil meminta bantuan untuk mengevakuasi korban.

Peristiwa ini terjadi pada Senin (14/10/2024) malam di Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung.

Rio Martha Dinata, otak pelaku pembunuhan terhadap Imam Ardiansyah (27) warga Kota Metro, Lampung, ditangkap polisi. Saat ini, pelaku masih dalam pemeriksaan petugas kepolisian.

Kemudian Keluarga Almarhum lmam Ardiansyah merasa kecewa, lantaran semula ingin membawa lima Laporan dan berbicara langsung dengan Kapolda Lampung.

Namun hanya diterima Wakapolda Brigjen Ahmad Ramadhan dan Direskrimum Polda Lampung Kombes. Pahala Simanjuntak.

Baca Juga:  Wujudkan Kemandirian Ekonomi Daerah, Kemendagri Dorong Penguatan Pembinaan dan Pengawasan BUMD

Memasuki Lima bulan Anaknya dibunuh belum ada upaya yang signifikan dari Aparat Polres Metro untuk menangkap pelaku.

Atas kondisi itu Bendahara Umum JMSI Herwan Acong bersama, Konten Kreator Tiktok Bang Taun dan Ketua LBH-KIS Febrian Willy Atmaja berkomitmen untuk membantu keluarga korban mengusut tuntas kasus pembunuhan tersebut.

“Meskipun sudah ada satu pelaku yang tertangkap, namun masih ada 2 tersangka lagi yang statusnya DPO. Maka dari itu kami akan mengawal dan mengusut tuntas kasus pembunuhan ini, “ kata Herwan Acong (24/02/2025).

Hal senada disampaikan oleh Ketua LBH-KIS Febrian Willy Atmaja, bahwa pihak keluarga sangat membutuhkan keadilan agar pelaku dapat dihukum dengan setimpal.

“Pihak keluarga menyaksikan langsung penganiayaan tersebut, dan hal ini harus di usut lebih dalam oleh pihak kepolisian maupun kejaksaan atas kemungkinan pembunuhan berencana,” ujarnya.

Pendampingan ini dilakukan agar pihak keluarga bisa mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MENATAP MAKNA KEMERDEKAAN (Refleksi Kritis Reformasi Birokrasi dan Kesejahteraan) 
Ada Proyek Tambang Nikel Baru, Vale Targetkan Operasional di 2029
Harga Sulfur Melejit, Ini Strategi Vale Jaga Operasional Smelter
PT Vale,Periode Revisi RKAB Nikel 2026 Selesai 
Vale Punya 3 Megaproyek Smelter Rp155 Triliun, Ini Informasi Terbarunya
NTT Digocang Gempa Bumi 7,7 Magnitude 
Bupati Morowali Sampaikan Pendapat Akhir KUA-PPAS 2027 dan Perubahan KUA-PPAS 2026
Bupati Iksan Kukuhkan Paskibraka Kabupaten Morowali Tahun 2026
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 03:08 WIB

MENATAP MAKNA KEMERDEKAAN (Refleksi Kritis Reformasi Birokrasi dan Kesejahteraan) 

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:54 WIB

Ada Proyek Tambang Nikel Baru, Vale Targetkan Operasional di 2029

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:41 WIB

Harga Sulfur Melejit, Ini Strategi Vale Jaga Operasional Smelter

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:24 WIB

PT Vale,Periode Revisi RKAB Nikel 2026 Selesai 

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:58 WIB

Vale Punya 3 Megaproyek Smelter Rp155 Triliun, Ini Informasi Terbarunya

Berita Terbaru

Berita

PT Vale,Periode Revisi RKAB Nikel 2026 Selesai 

Sabtu, 15 Agu 2026 - 11:24 WIB