Indeks Bisnis-27 Naik 4,36% , Sejumlah Saham BRPT hingga INCO Melejit

- Penulis

Sabtu, 11 April 2026 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews, Jakarta– Indeks Bisnis-27 ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (8/4/2026). Sejumlah saham seperti BRPT, AMRT, hingga INCO turut tercatat melesat hingga penutupan perdagangan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama BEI dengan Harian Bisnis Indonesia ditutup menguat 4,36% ke posisi 495,03.

Dari 27 konstituen, sebanyak 24 saham menguat dan menyisakan hanya 3 saham lesu. Penguatan harga saham dipimpin oleh PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang naik 20,89% ke Rp1.765, diikuti saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) yang naik 8,90% ke Rp1.530, saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) naik 8,30% ke Rp6.200, dan saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) naik 7,78% ke Rp3.740.

Selain itu, kinerja saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) juga menguat 7,69% ke Rp3.780, saham PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) menguat 7,61% ke Rp1.980, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) naik 6,78% ke Rp252, dan saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) menguat 5,28% ke Rp2.590.

Sementara itu, hanya tiga saham yang bergerak melemah, antara lain PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) yang turun 0,60% ke Rp1.665, PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) turun 2,39% ke Rp2.860, dan saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) turun 4,60% ke Rp1.555.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas M. Nafan Aji Gusta mengatakan pengumuman FTSE akan menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG yang sepanjang tahun tertekan oleh sentimen perang Timur Tengah.

Baca Juga:  Gejolak Pasar Saham, Bamsoet Dorong Reformasi Tata Kelola Pasar Modal Dipercepat

“Bila tidak terjadi downgrade [ke frontier market], maka potensi outflow bisa terhindari,” kata Nafan. Sampai dengan 7 April 2026, terdapat net sell asing secara year to date (YtD) mencapai Rp36,23 triliun.

Komposisi investor pasar saham masih didominasi oleh investor domestik dengan persentase 66% dibanding 34% investor asing. Dalam pengumuman terbarunya, FTSE menegaskan saat ini mereka tidak mempertimbangkan Indonesia untuk masuk ke dalam daftar pantauan yang berpotensi menurunkan derajat pasar modal nasional di mata investor global.

“Pada tahap ini, status pasar Secondary Emerging Indonesia tetap tidak berubah. FTSE Russell tidak mempertimbangkan Indonesia untuk dimasukkan ke dalam Watch List dan akan terus memantau kemajuan reformasi serta menjalin komunikasi dengan pelaku pasar,” tulis FTSE Russell dalam laporannya. Keputusan FTSE Russell untuk mempertahankan posisi Indonesia tersebut didasari oleh apresiasi terhadap serangkaian inisiatif reformasi yang tengah dijalankan otoritas bursa dan regulator di Tanah Air.

Beberapa langkah yang dicermati meliputi peningkatan pengungkapan pemegang saham (shareholder disclosure), perluasan kategori klasifikasi investor, hingga pengetatan aturan free float minimum. Lembaga tersebut menilai langkah-langkah ini merupakan respons positif untuk menjawab kekhawatiran pelaku pasar global terkait transparansi dan keandalan data transaksi yang sempat menjadi sorotan sebelumnya.(***)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Panglima TNI Terima Audiensi Organisasi Pecinta Alam Wanadri
Panggil Menteri ESDM, Presiden Prabowo Bahas Ketahanan Energi dan Hilirisasi, Pastikan BBM Subsidi serta LPG Tetap Stabil
Pendidikan  Bermutu,Harus Dapat Dijangkau oleh  Setiap Anak Indonesia.
Energi Hijau, Jadi Fokus Pertemuan Presiden Prabowo dengan Jusuf Kalla
Bukti Nyata Pengelolaan Sampah PT Vale dari Sorowako Hadir di Pameran Lingkungan Internasional
Kelola Karier 6,7 Juta ASN, BKN Fokus Perkuat Digitalisasi dan Sistem Merit
Jaga Jakarta Barat Tetap Aman, Polisi Gelar Patroli dan Gelar Razia Stasioner
226 Personel Ikuti Apel Pagi Jam pimpinan, Polres Jakbar Perkuat Komitmen Pelayanan Prima
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:01 WIB

Panglima TNI Terima Audiensi Organisasi Pecinta Alam Wanadri

Jumat, 12 Juni 2026 - 05:51 WIB

Panggil Menteri ESDM, Presiden Prabowo Bahas Ketahanan Energi dan Hilirisasi, Pastikan BBM Subsidi serta LPG Tetap Stabil

Jumat, 12 Juni 2026 - 00:21 WIB

Energi Hijau, Jadi Fokus Pertemuan Presiden Prabowo dengan Jusuf Kalla

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:14 WIB

Bukti Nyata Pengelolaan Sampah PT Vale dari Sorowako Hadir di Pameran Lingkungan Internasional

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:55 WIB

Kelola Karier 6,7 Juta ASN, BKN Fokus Perkuat Digitalisasi dan Sistem Merit

Berita Terbaru

Jakarta

Panglima TNI Terima Audiensi Organisasi Pecinta Alam Wanadri

Jumat, 12 Jun 2026 - 06:01 WIB