HPN 2026, Antara Pujian “Mitra Strategis” dan Realitas Relasi Pers–Pemerintah

- Penulis

Rabu, 11 Februari 2026 - 04:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

OLEH ; TEMU SUTRISNO

SEKERTARIS PWI SULTENG TENGAH.

 

dteksinews, Palu- Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2026 kembali diramaikan dengan pernyataan sejumlah pejabat pemerintahan yang menyebut pers sebagai mitra strategis.

Ungkapan itu berseliweran di media sosial dan media siber dengan berbagai variasi bahasa, mulai dari “sahabat pembangunan” hingga “kekasih demokrasi”. Namun, di balik pujian yang terdengar manis, muncul kegelisahan tentang sejauh mana makna kemitraan itu benar-benar diwujudkan.

Di tengah arus deras digitalisasi, keberadaan pers memang kerap terpinggirkan oleh dominasi media sosial dan konten singkat. Meski demikian, ingatan pejabat terhadap pers tetap patut diapresiasi, mengingat laporan jurnalistik mendalam sering kalah pamor dibanding video singkat yang viral. Situasi ini menunjukkan bahwa pers masih diingat, meski sering hanya saat dibutuhkan.

Kegelisahan muncul ketika pernyataan kemitraan tidak sejalan dengan praktik di lapangan. Masih banyak pejabat yang belum mampu membedakan antara pers, media sosial, dan konten nonjurnalistik.

Padahal, kebebasan pers dan hak publik atas informasi telah dijamin dalam Pasal 28 UUD NRI 1945, yang menempatkan pers sebagai pilar penting demokrasi.

Pemerintah juga dinilai belum serius menjadikan pers sebagai bagian utuh dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Program literasi media sering kali bersifat seremonial dan lebih menonjolkan pencitraan, ketimbang penguatan kualitas informasi publik. Pers kerap diposisikan sebagai pelengkap, bukan mitra yang setara.

Baca Juga:  Lewat Dialog, Massa Aksi Morowali Sampaikan Tujuh Tuntutan Secara Tertib

Fenomena lain yang mencuat adalah kecenderungan pejabat mencari media pers hanya saat membutuhkan klarifikasi atas sorotan netizen di media sosial. Dalam situasi tersebut, pers seolah dijadikan alat pembersih informasi yang beredar liar di ruang digital, tanpa diiringi penghormatan terhadap independensinya.

Ketimpangan relasi ini semakin terasa ketika pers diikat oleh kepentingan partisan, kontrak iklan pemerintah, atau fasilitas seremonial.

Istilah mitra strategis terdengar gagah, namun dalam praktiknya sering tidak mencerminkan kesetaraan.

Kritik dianggap ancaman, sementara pujian diterima sebagai bentuk kemitraan ideal. Lebih memprihatinkan lagi, pers kerap disamakan dengan buzzer atau influencer. Wartawan yang menjalankan fungsi kontrol sosial justru dicurigai, sementara konten ringan yang minim kritik lebih disukai. Akibatnya, publik dibanjiri informasi manis, sementara fakta pahit tersisih dari ruang utama demokrasi.

HPN 2026 menjadi momentum refleksi bahwa kemitraan sejati antara pers dan pemerintah seharusnya dibangun di atas keberanian mendengar kritik dan komitmen pada keterbukaan. Pers bukan corong humas, melainkan alarm demokrasi yang mengingatkan ketika ada yang keliru dalam penyelenggaraan kekuasaan.

Makna pers sebagai mitra strategis hanya akan bernilai jika diwujudkan dalam relasi yang setara, saling menghormati, dan menjunjung independensi. Selamat Hari Pers Nasional 2026, semoga kemitraan pers dan pemerintah tidak berhenti sebagai slogan, melainkan hadir nyata dalam praktik demokrasi yang sehat dan bertanggung jawab.(*/dteksinews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Polres Morowali Gelar Grasstrack Balap Manol 
Satreskrim Polres Morowali Utara, Tangkap  Pelaku Pembunuhan di Desa Era 
130 Anak Ikuti Sunat Massal Gratis yang digelar Petrosea 
PN Poso Tolak Gugatan Rumah Sakit Pepakulia di Morowali 
Bati Koramil 1311-09/Bahodopi Hadiri Majelis Akbar Peringatan Tahun Baru Islam
KemenHAM Sulawesi Tengah Gelar Pembinaan Kepatuhan dan Penguatan Kapasitas HAM di Morowali
Pemkab Morowali Gelar Sosialisasi Posbankum di 133 Desa/Kelurahan, Perkuat Akses Bantuan Hukum bagi Masyarakat
HLH Sedunia,PT Vale Bersama SMKN 9 Kolaka Tanam Pohon 
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 02:19 WIB

Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Polres Morowali Gelar Grasstrack Balap Manol 

Sabtu, 27 Juni 2026 - 08:29 WIB

Satreskrim Polres Morowali Utara, Tangkap  Pelaku Pembunuhan di Desa Era 

Sabtu, 27 Juni 2026 - 07:41 WIB

130 Anak Ikuti Sunat Massal Gratis yang digelar Petrosea 

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:39 WIB

Bati Koramil 1311-09/Bahodopi Hadiri Majelis Akbar Peringatan Tahun Baru Islam

Jumat, 26 Juni 2026 - 01:33 WIB

KemenHAM Sulawesi Tengah Gelar Pembinaan Kepatuhan dan Penguatan Kapasitas HAM di Morowali

Berita Terbaru

Berita

130 Anak Ikuti Sunat Massal Gratis yang digelar Petrosea 

Sabtu, 27 Jun 2026 - 07:41 WIB