Gas Melon Langka di Morowali, Pemkab Gencarkan Operasi Pasar dan Pasar Murah

- Penulis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 05:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Operasi Pasar dan Pasar Murah, Langkah Pemda Atasi Kelangkaan Gas Melon,(FOTO:IST)


 

dteksinews, Morowali-Kelangkaan dan tingginya harga LPG subsidi 3 kilogram atau gas melon di Kabupaten Morowali terjadi akibat kuota yang tersedia tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Kondisi tersebut membuat pasokan gas bersubsidi kerap mengalami kekurangan di sejumlah wilayah.

Staf Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Morowali, Hendra, menjelaskan bahwa kuota LPG subsidi yang diberikan untuk Morowali saat ini belum mampu mengimbangi lonjakan konsumsi masyarakat.

“Kenapa gas sekarang langka dan mahal adalah karena kuota di Morowali memang kurang. Kedua, Morowali menjadi sasaran kerja sehingga terjadi ledakan penduduk yang membuat kebutuhan gas semakin meningkat,” ujar Hendra di Kantor Camat Bungku Barat, Sabtu (13/6).

Sebagai langkah penanganan, Pemkab Morowali bersama Pertamina telah melaksanakan operasi pasar LPG subsidi di sejumlah kecamatan, yakni Bungku Tengah, Bahodopi, Bungku Pesisir, dan terbaru di Bungku Barat.

Selain operasi pasar, pemerintah juga mendorong masyarakat yang tidak berhak menerima subsidi untuk beralih menggunakan LPG non-subsidi ukuran 5,5 kilogram. Upaya tersebut dilakukan melalui program pasar murah yang menyediakan LPG 5,5 kilogram dan 12 kilogram dengan harga lebih rendah dibanding harga di tingkat pengecer.

“Di pasar murah itu gas 5,5 kilogram kami jual Rp145 ribu, sementara di pengecer bisa mencapai Rp170 ribu. Untuk isi ulang 12 kilogram dijual Rp260 ribu, sedangkan di pengecer sekitar Rp300 ribu,” jelasnya.

 

*Persyaratan Operasi Pasar dan Pasar Murah*

 

Hendra menambahkan, masyarakat yang ingin membeli LPG melalui operasi pasar wajib menunjukkan KTP Morowali sesuai lokasi pelaksanaan kegiatan, membawa tabung kosong untuk ditukar, serta menyiapkan uang sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Baca Juga:  Warga Bente Resah, Diduga Akibat Galian C Ilegal 

Adapun untuk operasi pasar di Bungku Barat hari ini, pemerintah menyiapkan sekitar 560 tabung LPG subsidi. Sementara sebelumnya di Bungku Tengah tersedia 150 tabung, Bahodopi 770 tabung, dan Bungku Pesisir 200 tabung.

Menurutnya, jadwal operasi pasar berikutnya masih dibahas bersama Pertamina dan akan diumumkan setelah ada kesepakatan lebih lanjut.

 

*Solusi Jangka Menengah dan Panjang*

 

Lebih jauh, Hendra mengatakan solusi jangka menengah yang ditempuh pemerintah adalah mengurangi penggunaan LPG subsidi oleh masyarakat yang sebenarnya tidak berhak menerima. Mereka akan diarahkan menggunakan LPG 5,5 kilogram melalui berbagai program pasar murah.

“Masih banyak masyarakat yang tidak berhak menerima gas melon tetapi masih menggunakannya. Itu yang coba kami alihkan ke gas 5,5 kilogram,” katanya.

Sementara untuk solusi jangka panjang, Pemkab Morowali sedang melakukan pendataan dan penyusunan basis data penerima subsidi yang akan diajukan kepada Pertamina. Data tersebut nantinya menjadi dasar penyaluran LPG subsidi sesuai Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar berhak.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa persoalan kebutuhan LPG bagi warga non-KTP Morowali hanya dapat diatasi melalui penambahan kuota dari pemerintah pusat. Namun selama kuota belum bertambah, masyarakat yang mampu diharapkan beralih menggunakan LPG non-subsidi agar ketersediaan gas melon dapat diprioritaskan bagi warga yang berhak menerima subsidi.

“Kalau kuotanya belum ditambah, ada baiknya masyarakat yang mampu menggunakan gas 5,5 kilogram. Sebab untuk warga ber-KTP Morowali saja, kuota gas melon yang ada saat ini masih belum mencukupi,” pungkasnya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Personel Pos TNI AL Bahodopi, Berhasil Selamat Nakoda dan ABK Kapal Tenggelam 
Perduli Lingkungan, Satgas  TMMD Ke-129 Bersama Siswa SMPN 2 Umbele Tanam Mangrove 
Personel Satgas TMMD Ke-129,Serahkan Bantuan Bola Kaki kepada Karang Taruna Desa Umbele
Program Kasad”Bersatu dengan Alam” Satgas TMMD Ke-129 Tanam 1.000 Mangrove di Pantai Umbele 
Sepekan, Satresnarkoba Polres Morowali Utara Berhasil sita 56 Peket Shabu dan Amakan 4 Orang Pelaku 
Dinkes Sulteng dan Pemkab Morowali Perkuat Pembudayaan Hidup Sehat Melalui GERMAS
Wakili Bupati Morowali, Asisten III Afridin, Buka Kegiatan Peningkatan dan Monitoring Pembudayaan Hidup Sehat
Polres Morowali, Berhasil Tangkap Terduga Pelaku Penganiayaan di Penginapan LIA Desa Lalampu 
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Personel Pos TNI AL Bahodopi, Berhasil Selamat Nakoda dan ABK Kapal Tenggelam 

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Perduli Lingkungan, Satgas  TMMD Ke-129 Bersama Siswa SMPN 2 Umbele Tanam Mangrove 

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:03 WIB

Personel Satgas TMMD Ke-129,Serahkan Bantuan Bola Kaki kepada Karang Taruna Desa Umbele

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Program Kasad”Bersatu dengan Alam” Satgas TMMD Ke-129 Tanam 1.000 Mangrove di Pantai Umbele 

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:43 WIB

Sepekan, Satresnarkoba Polres Morowali Utara Berhasil sita 56 Peket Shabu dan Amakan 4 Orang Pelaku 

Berita Terbaru