BSKDN Kemendagri Bicara Urgensi Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Daerah

- Penulis

Kamis, 15 Agustus 2024 - 11:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews,Jakarta- Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menekankan pentingnya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di daerah. Hal ini disampaikan Pelaksana Harian (Plh.) Pusat Strategi Kebijakan (Pustrajakan) Kewilayahan, Kependudukan dan Pelayanan Publik (KKPP) BSKDN Faisal Syarif saat memimpin Rapat Pembahasan Policy Brief Strategi Percepatan Penurunan Angka Kemiskinan Ekstrem di Daerah di Ruang Rapat Pustrajakan KKPP pada Rabu, 14 Agustus 2024.

“Kemiskinan ekstrem tidak bisa dibiarkan terus berlangsung karena dampaknya sangat luas, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga produktivitas masyarakat, ini harus benar-benar diperhatikan,” jelas Faisal.

Dia menerangkan, kemiskinan ekstrem dapat diartikan sebagai suatu kondisi ketidakmampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan dasar meliputi kebutuhan makanan, air minum bersih, sanitasi layak, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan dan akses informasi yang tidak hanya terbatas pada pendapatan, tetapi juga akses pada layanan sosial. Faisal menambahkan, penghapusan kemiskinan ekstrem bukan hanya menjadi target nasional tetapi juga tanggungjawab bersama seluruh pemangku kepentingan di daerah.

“Kolaborasi sangat diperlukan untuk mengatasi kemiskinan ekstrem, sehingga hasilnya dapat lebih maksimal,” tambahnya.

Berikutnya, menurut data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah penduduk miskin Indonesia per Maret 2023 sebanyak 25,90 juta orang atau sekitar 9,36%. Jumlah ini menurun sebanyak sebanyak 250 ribu orang (year-on-year) dan menurun sebanyak 460 ribu orang jika dibandingkan dengan September 2022.

Baca Juga:  As SDM Kapolri Buka Rakernis Humas Polri 2025: Humas Harus Jadi Garda Depan Komunikasi Presisi

Sejalan dengan itu, kemiskinan ekstrem Indonesia menunjukkan tren penurunan yang signifikan dari 2,14% pada Maret 2021, berangsur menurun menjadi 2,04% pada Maret 2022, dan pada Maret 2023 menjadi hanya 1,12%. Apabila tren penurunan ini terus berlanjut, maka tak dapat dipungkiri bahwa Indonesia dapat memperoleh angka kemiskinan ekstrem mendekati nol pada tahun 2024, setidaknya di bawah 0,5%.

“Kemudian (daerah perlu) menyiapkan skema bagi masyarakat yang sudah keluar dari garis kemiskinan ekstrem, misalnya (penyediaan) lapangan kerja, pendampingan (atau pelatihan usaha untuk masyarakat) agar tidak kembali lagi ke garis kemiskinan ekstrem dan beragam langkah lainnya,” terang Faisal.

Faisal juga mengingatkan seluruh pemerintah daerah (pemda) mengenai strategi yang perlu dilakukan untuk keluar dari garis kemiskinan ekstrem. Strategi tersebut adalah dengan memperkuat program-program pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada potensi lokal.

“Percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem dapat dilakukan dengan pendekatan yang strategis berdasarkan tingkat kemiskinan di berbagai wilayah dan potensi lokal yang dimiliki daerah tersebut,” pungkasnya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo Resmi Buka Munas XVIII HIPMI, Tekankan Nasionalisme sebagai Fondasi Kemajuan Ekonomi Bangsa
Peringati Hari Bhayangkara ke 80,Polres Morowali Utara bersama Forkopimda Gelar  Gerakan Indonesia ASRI 
Aksi Kapolres Morowali Cukur Rambut, Dapat Acungan Jempol dari Warga Bungku
Pasar Murah Tabung gas Elpiji 3 Kg, Polres Morowali Subsidi Rp.5.000
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Koramil 1311-09  Bahodopi Tanam Pohon dan Bersihkan Sampah
Imigrasi Morowali Sosialisasikan APOA kepada Hotel dan Penginapan, Perkuat Pengawasan Orang Asing
Jaga Lingkungan Demi Masa Depan, Pesan Bupati Morowali di Hari Lingkungan Hidup
Jelang Hari Bhayangkara ke-80,Polres Morowali Gelar Lomba Adzan dan Membaca  Alquran Bagi Para Tahanan 
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:00 WIB

Presiden Prabowo Resmi Buka Munas XVIII HIPMI, Tekankan Nasionalisme sebagai Fondasi Kemajuan Ekonomi Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:27 WIB

Peringati Hari Bhayangkara ke 80,Polres Morowali Utara bersama Forkopimda Gelar  Gerakan Indonesia ASRI 

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:13 WIB

Aksi Kapolres Morowali Cukur Rambut, Dapat Acungan Jempol dari Warga Bungku

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:03 WIB

Pasar Murah Tabung gas Elpiji 3 Kg, Polres Morowali Subsidi Rp.5.000

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:33 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Koramil 1311-09  Bahodopi Tanam Pohon dan Bersihkan Sampah

Berita Terbaru