Beri Kuliah Pascasarjana Universitas Pertahanan (Unhan), Bamsoet Tegaskan Pancasila Harus Jadi Strategi Hadapi Tekanan Geopolitik Global

- Penulis

Rabu, 1 April 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bambang Soesatyo ( foto: dok pribadi Bamsoet)

 

dteksinews, Jakarta- Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan dosen Pascasarjana Universitas Pertahanan (UNHAN), Universitas Borobudur dan Universitas Jayabaya, Bambang Soesatyo, menegaskan bahwa dinamika geopolitik global yang semakin memanas saat ini menjadi ujian nyata bagi relevansi Pancasila sebagai dasar ideologi sekaligus arah kebijakan luar negeri Indonesia. Dunia sedang bergerak menuju tatanan multipolar dengan konflik terbuka, perang ekonomi, dan perebutan sumber daya yang dampaknya langsung dirasakan hingga ke dalam negeri. Mulai dari tekanan harga energi hingga ketidakpastian ekonomi nasional.

“Pancasila harus ditempatkan sebagai kompas strategis bangsa dalam menghadapi tekanan geopolitik global. Kita tidak bisa lagi memandangnya sekadar sebagai nilai normatif, tetapi sebagai dasar pengambilan keputusan yang konkret dalam politik luar negeri dan kebijakan nasional,” ujar Bamsoet saat memberikan kuliah Pascasarjana Program Studi Damai dan Resolusi Konflik, Fakultas Keamanan Nasional, Universitas Pertahanan (Unhan), secara daring, di Jakarta, Rabu (1/4/26).

Ketua DPR RI ke-20 dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-POLRI) ini menjelaskan, eskalasi konflik global, termasuk ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, telah berdampak langsung pada stabilitas energi dunia. Indonesia yang masih mengimpor sekitar 25 persen kebutuhan minyak dan 30 persen LPG dari kawasan Timur Tengah menjadi sangat rentan terhadap gejolak harga energi dunia. Bahkan, lonjakan harga minyak dunia berpotensi mendorong defisit anggaran Indonesia melampaui batas aman 3 persen jika tidak diantisipasi dengan kebijakan fiskal yang adaptif.

“Dalam situasi seperti ini, prinsip bebas aktif harus ditafsirkan ulang secara lebih berani. Indonesia tidak boleh terjebak dalam netralitas pasif, tetapi harus aktif membangun posisi strategis yang berpihak pada kepentingan nasional,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini memaparkan, tekanan geopolitik juga datang dari fragmentasi ekonomi global. Dunia saat ini tengah menghadapi perlambatan pertumbuhan, proteksionisme, serta pergeseran menuju tatanan multipolar yang mengubah pola perdagangan dan investasi global. Dalam hal ini, meskipun ekonomi Indonesia relatif stabil dengan pertumbuhan sekitar 5 persen, ketergantungan terhadap komoditas dan fluktuasi harga dunia tetap menjadi kerentanan struktural yang harus diatasi.

Baca Juga:  Bamsoet: Capaian Kongkrit Kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris Tidak Lepas dari Peran Dubes RI di London

“Ketahanan ekonomi nasional tidak bisa dilepaskan dari dinamika global. Karena itu, implementasi Pancasila, khususnya sila keadilan sosial, harus diwujudkan melalui penguatan kemandirian ekonomi, hilirisasi industri, dan penguasaan teknologi strategis,” jelas Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjajaran ini juga menyoal melemahnya tata kelola global dan meningkatnya pelanggaran hukum internasional membuat prinsip-prinsip perdamaian dan keadilan yang terkandung dalam Pancasila semakin relevan, sekaligus semakin sulit diterapkan. Dunia yang semakin transaksional menuntut negara-negara, termasuk Indonesia, untuk memiliki daya tawar yang kuat.

“Kalau kita tidak memperkuat posisi strategis, maka kita akan menjadi objek dari kepentingan global, bukan subjek yang menentukan arah. Di sinilah Pancasila harus menjadi kekuatan, bukan sekadar simbol,” jelas Bamsoet.

Ketua Komisi III DPR RI ke-7 dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, Indonesia sebagai negara G20 dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara memiliki peluang besar untuk memainkan peran sebagai penyeimbang dalam konflik global, sekaligus menjadi jembatan antara negara maju dan berkembang. Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan jika Indonesia memiliki arah strategis yang jelas dan konsisten.

“Pertanyaannya sekarang sederhana, apakah kita siap menjadikan Pancasila sebagai strategi negara, atau hanya akan terus menjadikannya sebagai slogan. Jawaban atas pertanyaan itu akan menentukan masa depan Indonesia di tengah pusaran geopolitik global,” pungkas Bamsoet. (red/dteksinews)

Sumber: Bamsoet

Editor: Supriyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wadan Kodiklat TNI Anjangsana Ke Kediaman Marsekal TNI (Purn) Fadjar Prasetyo
Polres Metro Jakarta Barat, Ungkap Peredaran 458 Cartridge Pods Berisi Etomidate di Kelapa Gading
Perkuat Integritas Birokrasi, Kemenimipas Gelar Sosialisasi Pengelolaan Konflik Kepentingan
Bamsoet Apresiasi Nikah Massal Bersama Perkumpulan Bumi Alumni UNPAD, Hadirkan Kepedulian Sosial dan Gerakkan Ekonomi Alumni
Bamsoet Dukung Perburuan Hama Babi Hutan untuk Lindungi Lahan dan Hasil Panen Petani
TNI Run 2026 Meriahkan Rangkaian HUT Ke-81 TNI, 15.965 Pelari Padati Monas
Beri Kuliah Program Doktor Ilmu Hukum, Bamsoet Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen, Dorong Terjadi Penyederhanaan Sistem Kepartaian dan Pemisahan Pilpres dan Pileg
Presiden Prabowo Pimpin Sidang DEN, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
Berita ini 12 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 13:55 WIB

Wadan Kodiklat TNI Anjangsana Ke Kediaman Marsekal TNI (Purn) Fadjar Prasetyo

Senin, 21 September 2026 - 07:11 WIB

Polres Metro Jakarta Barat, Ungkap Peredaran 458 Cartridge Pods Berisi Etomidate di Kelapa Gading

Senin, 21 September 2026 - 05:46 WIB

Bamsoet Apresiasi Nikah Massal Bersama Perkumpulan Bumi Alumni UNPAD, Hadirkan Kepedulian Sosial dan Gerakkan Ekonomi Alumni

Minggu, 20 September 2026 - 10:54 WIB

Bamsoet Dukung Perburuan Hama Babi Hutan untuk Lindungi Lahan dan Hasil Panen Petani

Minggu, 20 September 2026 - 09:31 WIB

TNI Run 2026 Meriahkan Rangkaian HUT Ke-81 TNI, 15.965 Pelari Padati Monas

Berita Terbaru

Berita

PWI dan IMIP Komitmen Tingkatkan Kapasitas Wartawan

Senin, 21 Sep 2026 - 13:28 WIB