Info Valid Dari Bareskrim Polri, Lebih dari 6.000 Nomor Masuk daftar Penyadapan 

- Penulis

Jumat, 6 November 2026 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebih dari 6.000  nomor telepon disebut masuk daftar sasaran penyadapan ilegal yang menyeret mantan Kapolri Jenderal(,Purn)  Listyo Sigit Prabowo,(FOTO:IST)


 

dteksinews, Jakarta – Lebih dari 6.000 nomor telepon disebut masuk daftar sasaran penyadapan ilegal yang menyeret mantan Kapolri Jenderal (Purn) Listyo Sigit Prabowo. Daftar itu memuat nama aktivis, akademisi, politisi, hingga jurnalis senior. Namun, di antara ribuan nama tersebut, tidak ada satu pun nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo, keluarganya, maupun orang-orang di lingkar dekatnya.

Informasi tersebut diperoleh dari sumber eksklusif yang telah melihat langsung daftar sadap itu. Sumber memastikan daftar telah diperiksa satu per satu dan tidak menemukan nama yang terafiliasi dengan keluarga Jokowi.

“Sudah fix, tidak ada nama Jokowi, keluarganya, maupun kroni-kroninya di daftar itu,” ungkapnya di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Menurut sumber, daftar itu disusun dalam dokumen tebal berisi nama, nomor telepon, serta jabatan atau profesi masing-masing. Nama-nama yang selama ini dikenal sebagai bagian dari kelompok Solo juga tidak ditemukan. Begitu pula nomor telepon Pratikno, Menteri Sekretaris Negara di era pemerintahan Jokowi.

Sebaliknya, daftar itu memuat nama sejumlah tokoh yang selama ini kritis terhadap pemerintahan Jokowi. Dua di antaranya adalah pakar hukum tata negara Feri Amsari dan Zainal Arifin Mochtar, dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. Keduanya tampil bersama Bivitri Susanti dalam film dokumenter “Dirty Vote” menjelang Pemilu 2024 dan sempat dilaporkan ke Mabes Polri karena film tersebut.

Baca Juga:  Wabup Iriane Iliyas Lepas Kontingen Morowali Berlaga di POPDA XXIV Sulteng 2026

Sumber juga menyebut daftar tersebut memuat nomor pejabat Polri sendiri. Salah satunya Komjen Dedy Kusuma Bakti, yang kini menjabat Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri.

“Sampai pejabat kepolisian sendiri juga disadap. Daftarnya panjang sekali,” ujarnya.

Bareskrim Polri belum membuka identitas korban satu per satu. Saat mengumumkan penetapan tersangka, Kabareskrim Komjen Asep Safrudin hanya menyebut sasaran penyadapan meliputi Presiden, pejabat negara, tokoh politik, media, tokoh ormas, lembaga swadaya masyarakat, dan pengusaha. Penyidik menduga nomor-nomor itu dimasukkan ke server Lawful Interception Management System (LIMS) tanpa verifikasi dan tanpa kaitan dengan proses penegakan hukum.

Temuan soal absennya nama Jokowi sejalan dengan daftar 43 nama tokoh yang sempat beredar di media sosial. Daftar yang belum diverifikasi kepolisian itu memuat nama Presiden Prabowo Subianto serta dua mantan presiden, Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarnoputri, tetapi tidak mencantumkan nama Jokowi.

Listyo Sigit bersama Kepala Divisi Hukum Polri Irjen Ahrie Sonta Nasution dan Irjen Eko Hadi Santoso kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik juga mendalami dugaan penghapusan data hasil penyadapan dari sistem LIMS pada Oktober 2026. Presiden Prabowo telah meminta Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menuntaskan perkara ini tanpa ada yang ditutup-tutupi.

6.000 lebih nomor masuk daftar sadap — dan tidak satu pun nama Jokowi, keluarganya, maupun lingkar dekatnya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lewat Sosialisasi, Pemkab Morowali bersama PT Vale dan Dishut Sulteng Bahas Mekanisme Penyelesaian Kawasan Hutan
Presiden Prabowo Perintahkan Revitalisasi Stasiun Gambir, Kawasan Monas, dan Pengembangan Kereta Api di Bali
Ketum Parpol Asal Solo Diduga Ikut Rapat Rahasia dengan Belasan Jenderal Sebelum Diringkus
Marah Eks Kapolri Jenderal BHD Dua Kali Sebut Listyo Dkk Pengkhianat Sadap Prabowo!
Bupati Konut Apresiasi Bupati Iksan Fasilitasi Kunjungan Studi di Morowali
Bupati Kolaka Sebut Morowali Jadi Acuan Pengembangan Sektor Industri
Morowali Jadi Tujuan Studi Tiru Pemkab Kolaka dan Konawe Utara
Polres Morowali,Imbau Masyarakat  Waspada  Penipuan Mengatasnamakan Kapolres Morowali 
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:21 WIB

Lewat Sosialisasi, Pemkab Morowali bersama PT Vale dan Dishut Sulteng Bahas Mekanisme Penyelesaian Kawasan Hutan

Jumat, 6 November 2026 - 13:09 WIB

Presiden Prabowo Perintahkan Revitalisasi Stasiun Gambir, Kawasan Monas, dan Pengembangan Kereta Api di Bali

Jumat, 6 November 2026 - 12:48 WIB

Ketum Parpol Asal Solo Diduga Ikut Rapat Rahasia dengan Belasan Jenderal Sebelum Diringkus

Jumat, 6 November 2026 - 12:29 WIB

Info Valid Dari Bareskrim Polri, Lebih dari 6.000 Nomor Masuk daftar Penyadapan 

Jumat, 6 November 2026 - 12:05 WIB

Marah Eks Kapolri Jenderal BHD Dua Kali Sebut Listyo Dkk Pengkhianat Sadap Prabowo!

Berita Terbaru