dteksinews, Jakarta- Kasus dugaan penyadapan yang menyasar Presiden Prabowo Subianto kembali mencuat ke publik setelah terungkapnya informasi mengenai pertemuan rahasia di kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan. Berdasarkan informasi yang dihimpun pengamat politik Setiyardi Budiono, seorang ketua umum partai politik berlatar belakang Solo dikabarkan sempat menggelar rapat koordinasi bersama belasan jenderal, hanya beberapa jam sebelum sejumlah perwira tinggi tersebut ditangkap aparat kepolisian.
Menanggapi dinamika panas ini, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan keprihatinan mendalam dan menegaskan bahwa tindakan penyadapan, penghapusan bukti elektronik, serta akses ilegal terhadap kepala negara merupakan ancaman serius bagi kedaulatan bangsa.
Sebagai langkah tegas, Presiden Prabowo telah menandatangani Keputusan Presiden terkait pemberhentian pejabat yang terseret kasus ini serta menunjuk Letjen TNI Aro Windu Tomo sebagai Plt Kepala Kesekretariatan Kepresidenan. Pemerintah memastikan proses hukum berjalan transparan dan objektif bekerja sama dengan Polri. BE-OR009.(***)













