Oknum BPK “Titin” mengunakan rompi warna oranye saat ditahan KPK (FOTO: IST)
dteksinews, Sekandal korupsi berjamaah kembali meledak dan mencoreng lembaga yang seharusnya menjadi benteng transparansi keuangan negara! Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menjebloskan dua tersangka baru ke sel tahanan terkait kasus dugaan suap atas temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada proyek pengadaan di Pemkab Muara Enim. Kedua antek tersebut adalah Titin (ASN BPK) dan Augus Dwianggara alias Angga (pihak swasta).
Menariknya, Angga dituding bukan orang sembarangan, melainkan kaki tangan alias orang kepercayaan dari Anggota V BPK berinisial BAR! Apakah ini pertanda bahwa gurita suap di lembaga audit negara ini sudah merangsek naik sampai ke level petinggi elit?
Jeritan Tersangka: “Saya Cuma Pelaksana, Pimpinan Saya Berjenjang!”
Drama panas tersaji di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (11/6) pagi. Saat digiring menuju mobil tahanan dengan rompi oranye, Titin sang ASN BPK mendadak histeris dan bernyanyi di depan awak media. Ia menolak menjadi tumbal sendirian dalam pusaran korupsi ini!
“Saya enggak terima uang ya. Ini enggak adil. Saya cuma pelaksana! Pimpinan saya berjenjang,” teriak Titin lantang saat dicecar mengenai siapa saja pejabat internal BPK yang ikut menikmati aliran dana haram tersebut. Sementara itu, Angga hanya bisa diam seribu bahasa menyembunyikan wajahnya.
Seret Bupati Muara Enim dan Kadisdikbud
Kasus yang dibongkar lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT) kilat ini ternyata berakar dari borok lama. Selain menyikat oknum BPK, KPK juga menetapkan Bupati Muara Enim, Edison, dan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tahun 2026, Abi Nurwardani, sebagai tersangka utama. Keduanya sudah mendekam di bui atas kasus suap pengadaan barang dan jasa serta gratifikasi anggaran tahun 2025-2026.
Nyanyian Titin soal “pimpinan berjenjang” jelas menjadi sinyal provokatif bagi KPK untuk tidak tebang pilih. Publik kini menuntut keberanian KPK: Berani gak seret para bos besar di BPK, atau kasus ini sengaja dihentikan hanya sampai di tingkat kroco lapangan?
KPK dijadwalkan menggelar konferensi pers sore ini untuk membeberkan kronologi lengkap tangkap tangan.(***)














