Terkait Intake Sungai Karaupa, PT IHIP-BTIIG Komitmen Bersama GAPIT 

- Penulis

Senin, 4 Mei 2026 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan sosialisasi PT .IHIP dan GAPIT membahas tentang Intake Sungai Karaupa,(FOTO:ist)

 

dteksinews, Morowali –PT Indonesia Huabao Industri Park (IHIP) dan PT Bahosua Taman Industri Invesment Group (BTIIG) memperkuat komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dengan menyepakati 9 poin kolaborasi bersama Gerakan Petani Indonesia Menggugat (GAPIT) Morowali dalam rencana pembangunan intake di Bendung Sungai Karaupa, Kecamatan Bumi Raya..

Kesepakatan strategis ini lahir setelah perusahaan secara responsif mengakomodir aspirasi masyarakat. Menindaklanjuti masukan dari berbagai pihak, PT IHIP-BTIIG memindahkan titik intake dari atas bendung ke lokasi 250 meter di bawah bendung. Keputusan ini memastikan pengambilan air hanya berasal dari sisa aliran, sehingga tidak mengganggu kebutuhan irigasi pertanian di hulu.

Ketua GAPIT Morowali, Alimuddin, mengapresiasi langkah proaktif perusahaan.

“Perubahan titik ini menunjukkan itikad baik perusahaan. Kami kawal agar proses berjalan tanpa merugikan petani, dan syarat-syarat yang disepakati menjadi barometer keberlanjutan proyek,” ujar Alimuddin, Senin (04/05/2026).

Sebagai wujud tanggung jawab sosial dan kemitraan jangka panjang, PT IHIP-BTIIG menetapkan 9 komitmen utama yang dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan Sosialisasi:

Komitmen PT IHIP-BTIIG untuk Pertumbuhan Bersama Masyarakat:

1. Tata Kelola Perizinan: Menyelesaikan seluruh perizinan pemanfaatan air permukaan melalui OSS RBA secara tepat waktu dan sesuai regulasi.

2. Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Memberikan prioritas informasi dan kesempatan kerja bagi masyarakat di Kecamatan Wita Ponda, Bumiraya, dan Bungku Barat.

3. Transparansi dan Dialog: Menjalin komunikasi proaktif, konsultatif, dan berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga:  Polres Morowali Pengamanan,Audensi Pembahasan Pembangunan Intake Air PT BTIIG di Sungai Karaupa

4. Perlindungan Akses Pertanian: Melakukan kajian dan koordinasi menyeluruh terkait jalur pipa yang melintasi kebun sawit di 4 Desa: Harapan Jaya, Beringin Jaya, Limbo Makmur, dan Lambelu.

5. Penguatan Ketahanan Pangan: Berkomitmen pada program pemberdayaan sektor pertanian dan perkebunan di 15 Desa penerima manfaat Sungai Karaupa melalui sinergi dengan Pemerintah Kecamatan.

6. Standar Lingkungan Tertinggi: Bertanggung jawab penuh atas pengelolaan dampak lingkungan sesuai prinsip keberlanjutan.

7. Teknologi Konstruksi Tepat Guna: Membangun intake di titik 250 meter dari bendung dengan teknologi groundsil yang aman dan ramah lingkungan.

8. Sosialisasi Partisipatif: Menyelenggarakan sosialisasi yang informatif dan terbuka, sehingga masyarakat memahami manfaat serta mitigasi dampak proyek.

9. Kemitraan Berkelanjutan: Membangun hubungan yang transparan dan berkelanjutan dengan masyarakat untuk memastikan manfaat investasi dirasakan secara optimal.

Alimuddin menambahkan, kolaborasi ini menjadi model kemitraan industri-pertanian yang saling menguntungkan. Di tengah pergeseran tenaga kerja milenial ke sektor industri, penyerapan tenaga kerja lokal menjadi kunci agar manfaat ekonomi tersebar merata.

“Perusahaan ambil airnya, kami pakai juga tenaga kerja kami. Ini mutualisme yang kami perjuangkan,” Pungkas⁹ Alimuddin.

Dengan kesepakatan ini, PT IHIP-BTIIG menegaskan posisinya sebagai investor yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan di Morowali.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Iksan Sambut Kunjungan Gubernur Sulteng dan Chairul Tanjung di Neo Energy
BPK Tegaskan Peran Imigrasi dalam Menjaga Kedaulatan Negara
Ketua FORBES  Morowali Abd Jamil: Morowali  Jadi Pusat Smelter  Nikel, Tapi  Tak Diakui Sebagai Daerah Pengolah Dan DBH Masih Belum Berkeadilan
FORBES  Morowali Soroti Aktivitas Hauling  PT GMU , Desak Pemda dan APH Segera Bertindak 
PT IMIP dan Dinas Pendidikan Morowali Kolaborasi Tingkatkan Kapasitas Kepala Sekolah di Bahodopi
Asisten I Tekankan Kesiapan Panitia dalam Rapat Persiapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Disparbudpora Morowali dan CSR PT IMIP Perkuat Daya Saing UMKM Melalui Pelatihan Branding, Pemasaran, dan HKI
Seminar Akhir Rencana Induk dan Peta Jalan Pemajuan Iptek Daerah, Asisten III Afridin Sampaikan Iptek Jadi Fondasi Utama Pembangunan
Berita ini 142 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Bupati Iksan Sambut Kunjungan Gubernur Sulteng dan Chairul Tanjung di Neo Energy

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:56 WIB

BPK Tegaskan Peran Imigrasi dalam Menjaga Kedaulatan Negara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 05:28 WIB

Ketua FORBES  Morowali Abd Jamil: Morowali  Jadi Pusat Smelter  Nikel, Tapi  Tak Diakui Sebagai Daerah Pengolah Dan DBH Masih Belum Berkeadilan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 03:10 WIB

PT IMIP dan Dinas Pendidikan Morowali Kolaborasi Tingkatkan Kapasitas Kepala Sekolah di Bahodopi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 03:00 WIB

Asisten I Tekankan Kesiapan Panitia dalam Rapat Persiapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Berita Terbaru