Karyawan BRI Cabang Morowali pada saat mengikuti Simulasi BCM dan Mitigasi Gempa Bumi di Kantor BRI Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, (17/4/2026),(FOTO:DOK BRI)
dteksinews,Morowali – Belum lama ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Kantor Cabang Morowali melaksanakan kegiatan Simulasi Business Continuity Management (BCM) dengan metode full scale simulation yang dirangkaikan dengan sosialisasi serta simulasi skenario gempa bumi. Kegiatan ini dilaksanakan di area Banking Hall dan Basement Kantor Cabang BRI Morowali.Selasa(21/4/2026)
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Morowali, yang dipimpin oleh Gunawan selaku Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik. Seluruh pekerja BRI Kantor Cabang Morowali turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.
Simulasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan pekerja dalam menghadapi potensi bencana, khususnya gempa bumi, serta memastikan keberlangsungan operasional perbankan tetap berjalan dengan baik dalam situasi darurat.
Mewakili Pemimpin Cabang BRI Morowali, Muh. Nur faizal Lahay dari Manajemen Risiko BRI Morowali menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BRI dalam memperkuat implementasi manajemen risiko dan menjaga keberlangsungan bisnis perusahaan.
“Kegiatan simulasi BCM ini menjadi langkah penting bagi BRI dalam memastikan seluruh pekerja memiliki pemahaman dan kesiapan dalam menghadapi kondisi darurat. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan wujud komitmen BRI dalam memberikan layanan yang andal kepada nasabah, bahkan dalam situasi krisis,” ujar Muh. Nur Faizal Lahay.
Melalui kegiatan ini, BRI berharap seluruh pekerja dapat memahami prosedur penanganan keadaan darurat secara tepat dan cepat, sehingga mampu meminimalisir risiko serta menjaga keselamatan pekerja dan nasabah.
BRI senantiasa berkomitmen untuk menerapkan prinsip manajemen risiko secara optimal serta memastikan keberlangsungan operasional bisnis yang berkelanjutan di tengah berbagai potensi risiko yang ada.(red/dteksinews)














