Wujudkan Generasi Emas 2045, PT Vale Dorong Mahasiswa Unhas Jadi Talenta Masa Depan Industri Tambang Berkelanjutan

- Penulis

Rabu, 12 Februari 2025 - 02:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews,  Makassar – Sebagai bagian dari pertambangan nikel berkelanjutan di Indonesia, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) bagian dari Group Mining Industry (MIND ID) menunjukkan komitmennya dalam menciptakan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global melalui program Co-ops (Cooperative Education) bagi mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas). Program ini bukan sekadar magang, tetapi sebuah ekosistem pembelajaran berbasis pengalaman yang menyiapkan generasi muda untuk menjadi pemimpin masa depan di industri pertambangan berkelanjutan.Rabu(12/2/2025)

Sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 dan pilar pembangunan sumber daya manusia yang dicanangkan dalam Astha Cita Presiden Prabowo, PT Vale membuka kesempatan bagi mahasiswa semester akhir Unhas untuk mengasah keterampilan dan memahami secara langsung praktik Good Mining Practices (GMP) di area operasional Blok Sorowako. Dengan keterlibatan langsung dalam dunia industri, program ini membekali mahasiswa dengan pengalaman yang tidak hanya teknis tetapi juga berorientasi pada keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.

Adriansyah Chaniago, Chief Human Capital (CHCO) PT Vale, menegaskan bahwa keberlanjutan industri pertambangan tidak hanya bergantung pada teknologi dan kelembagaan, tetapi juga pada kesiapan talenta yang memahami tantangan industri di masa depan.

“Kami di PT Vale percaya bahwa investasi terbesar adalah investasi pada manusia. Melalui Program Co-ops ini, kami mengharapkan adik-adik mahasiswa tidak hanya siap memasuki dunia kerja tetapi juga menjadi bagian dari perubahan menuju industri tambang yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. Kami ingin mencetak generasi pemimpin yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki visi keberlanjutan yang kuat,” ujar Adriansyah.

 

*Seleksi Ketat untuk Membangun Talenta Berkualitas*

Program Co-ops tahun ini memasuki Batch III dengan proses seleksi yang ketat. Dari total 161 pendaftar, 45 mahasiswa terbaik berhasil lolos seleksi tahap awal yang dilakukan oleh Unhas, termasuk sembilan di antaranya berasal dari Luwu Timur, wilayah yang juga menjadi bagian dari ekosistem operasi PT Vale.

Setelah melalui seleksi administrasi dan wawancara di Gedung LPPM Unhas Tamalanrea, sebanyak 15 mahasiswa terbaik akan mendapatkan kesempatan bergabung langsung dengan berbagai departemen di PT Vale selama enam bulan. Dengan pendampingan dari karyawan senior, mereka akan mendapatkan wawasan mendalam tentang praktik industri, teknologi terbaru, serta implementasi keberlanjutan di sektor pertambangan.

“Kami melihat potensi yang besar dari adik-adik mahasiswa Unhas. Mereka tidak hanya memiliki keterampilan akademik, tetapi juga pemikiran kritis dan inovatif yang dapat memberikan perspektif baru bagi perusahaan. Mereka datang dengan ide-ide segar dan berani mengkritisi, yang bagi kami sangat berharga dalam terus meningkatkan standar operasional dan keberlanjutan PT Vale,” tambah Adriansyah.

Baca Juga:  Wujudkan Pendidikan Berkualitas di Luwu Timur, Rektor Unhas:Green Mining PT Vale Jadi Pusat Vokasi Hilirisasi Indonesia Timur

 

*Membuka Jalan Menuju Masa Depan*

Keberhasilan program Co-ops juga tercermin dari banyaknya alumni yang kini telah bergabung sebagai karyawan tetap di PT Vale. Program ini bukan hanya tentang pelatihan, tetapi juga tentang membangun koneksi antara dunia akademik dan industri, serta menciptakan peluang kerja bagi talenta muda Indonesia.

Ilham Alimuddin, Wakil Ketua Tim Co-Ops Unhas, menekankan bahwa inisiatif ini sangat penting dalam membangun kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja.

“Sejak program ini berjalan, banyak alumni yang telah direkrut oleh PT Vale, membuktikan bahwa program ini benar-benar memberikan nilai tambah bagi mahasiswa. Harapan kami, Co-Ops tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga menjadi gerbang bagi generasi muda untuk berkontribusi nyata dalam industri pertambangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Tahun ini, Co-Ops semakin inklusif dengan membuka kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, termasuk Ilmu Kehutanan dan Ilmu Manajemen, menunjukkan bahwa industri tambang membutuhkan perspektif yang beragam untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Bagi Jeremy Christover Paelongan, mahasiswa Fakultas Teknik Elektro asal Sorowako, program ini adalah kesempatan emas untuk memahami industri secara lebih mendalam.

“Saya ingin membangun pengalaman nyata di dunia industri, khususnya di pertambangan. Melalui Co-Ops, saya bisa belajar langsung dan merasakan tantangan dunia kerja, yang tentunya akan menjadi bekal berharga bagi masa depan saya,” ujarnya.

Diva Zulfaedah Salsabila, mahasiswa Teknik Elektro lainnya, juga menyoroti pentingnya program ini dalam membuka jalan bagi perempuan di dunia teknik dan pertambangan.

“Jumlah perempuan di sektor teknik dan pertambangan masih sangat sedikit. Co-Ops memberi saya kesempatan untuk membuktikan bahwa perempuan juga bisa bersaing dan berkontribusi dalam industri ini. Saya berharap PT Vale dan Unhas terus menjalankan program ini untuk mencetak lebih banyak talenta muda yang siap bersaing di era globalisasi,” paparnya.

 

*Membangun Masa Depan yang Berkelanjutan*

PT Vale memahami bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang lingkungan, tetapi juga tentang membangun generasi penerus yang mampu membawa perubahan positif bagi industri dan masyarakat. Melalui program Co-Ops, PT Vale menegaskan perannya dalam mencetak sumber daya manusia unggul, yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap menjadi agen perubahan dalam menciptakan industri tambang yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Morowali Diduga Marak Galian C Ilegal , Irwan Arya Minta APH Bertindak 
Pemkab Morowali Berikan Aprisiasi, Atas Kepemimpinan Kapolres Morowali 
Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi “Pagar Digital” Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan
Jurnalis Jawa Pos Group” Supriyono”Juara II Lombo Menembak di Polres Morowali 
Perkuat Pengawasan Lalu Lintas Orang, Imigrasi Morowali Laksanakan Clearance Kapal Internasional
Mahasiswa Baru Bersiap, Pendaftaran Beasiswa Morowali Tahap II Segera Dibuka
3.727 Mahasiswa Lolos Verifikasi, Beasiswa Morowali Rp12 Juta Cair Pertengahan Juli
Minimalisir Dampak Emisi, Tenant di IMIP Terapkan Teknologi Supercritical Boiler
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:54 WIB

Morowali Diduga Marak Galian C Ilegal , Irwan Arya Minta APH Bertindak 

Kamis, 2 Juli 2026 - 09:53 WIB

Pemkab Morowali Berikan Aprisiasi, Atas Kepemimpinan Kapolres Morowali 

Kamis, 2 Juli 2026 - 01:28 WIB

Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi “Pagar Digital” Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:15 WIB

Jurnalis Jawa Pos Group” Supriyono”Juara II Lombo Menembak di Polres Morowali 

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:56 WIB

Perkuat Pengawasan Lalu Lintas Orang, Imigrasi Morowali Laksanakan Clearance Kapal Internasional

Berita Terbaru