Tragedi Kematian Bayi di Morowali : Praktisi Hukum Morowali Meminta Polisi dan MKEK Turun Tangan

- Penulis

Senin, 24 November 2025 - 12:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Praktisi Hukum Morowali Abd Malik,SH, MH( foto: dok pribadi)

 

 

dteksinews, Morowali- Praktisi Hukum Morowali Abdul Malik, S.H.,M.H. menyoroti kasus yang menyebabkan kematian bayi dari ibu Ramdana di Morowali, yang meninggal usai ditolak oleh RSUD Morowali untuk Melakukan Persalinan Secara Caesar. Menurutnya kejadian ini menunjukkan sistem pelayanan kesehatan dan Komunikasi sesama Tenaga Medis di Morowali masih bermasalah. Hal ini dapat dilihat dari uraian singkat dari Ibu Ramdana yang viral dibeberapa media.

Buruknya koordinasi dan komunikasi tenaga medis khusunya antara Puskesmas dan RSUD Morowali menjadi pertanda bahwa saat ini Morowali bukan tempat yang aman bagi ibu bersalin. bagaimana tidak seorang ibu yang hamil tua harus bolak balik mengurus Rujukan yang jaraknya cukup jauh. Di tambah Tafsiran Diagnosa TBJ (Tafsiran Berat Janin) oleh dokter RSUD Morowali yang sangat berbeda jauh dengan berat badan bayi saat melahirkan. Hal ini perlu selidiki lebih lanjut terkait metode pemeriksaan dan keakuratan alat medis yang digunakan termaksud permintaan ibu Ramdani untuk melakukan lahiran secara Caesar di tanggal 4 November 2025. Namun, tidak di idahkan oleh dokter dan justru di sarankan untuk melahirkan normal di Puskesmas.

Rentetan peristiwa ini harus di jelaskan secara terbuka dan jujur oleh pihak RSUD Morowali. Karena akibat dugaan kelalaian pihak RSUD Telah menyebabkan hilangnya nyawa bayi. Termasuk Puskesmas Bahomotefe yang tidak segera merujuk ibu Ramdani ketika sudah hampir 8 jam proses bersalin.

Baca Juga:  Babinsa dan Linmas Bahodopi Bantu Atasi Kemacetan di Desa Bahodopi

Menurut Abdul Malik, S.H., M.H. dari peristiwa yang dialami oleh ibu Ramdana ia menduga telah terjadi kelalai medis yang menyebabkan meninggalnya bayi dari Ibu Ramdana. “Kelalaian medis tersebut merupakan pelanggaran hukum yang serius yang memiliki konsekuensi hukum pidana sebagaimana ketentuan Pasal 359 KUHP dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan Pasal 440 UU Tenaga Kesehatan dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp500.000.000,0O (lima ratus juta rupiah),” jelTragedi Kematian Bayi di Morowali : Praktisi Hukum Morowali Meminta Polisi dan MKEK Turun Tanganasnya,kata Malik melalui keterangan  tertulisnya,Senin(24/11/2025)

Lanjut Malik, olehnya diperlukan keseriusan Pihak Kepolisian untuk mengusut kasus ini guna menemukan apakah dalam penanganan pasien telah terjadi Kelalaian berupa Malpraktek yang menyebabkan hilangnya nyawa bayi atau tidak, begitupun pihak Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) untuk menyelidiki Apakah terjadi pelanggaran etika kedokteran serta SOP bahwa kejadian ini juga harus mendapatkan perhatian serius bagi Pemerintah daerah guna menjamin Masyakatnya dapat mengakses kesehatan dengan mudah, professional dan bertanggungjawab serta mengevaluasi pelayanan rumah sakit agar kejadian semacan ini tidak terulang kembali.

“Apa artinya Pemerintah pusat yang getol melakukan program MBG untuk anak sekolah, sedangkan Pemda Morowali khusunya RSUD gagal menjaga nyawa-nyawa bayi yang kelak menjadi pewaris dan penerus generasi dimasa yang akan datang” Pungkas Malik (*/dteksinews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Gantikan Listyo Sigit Prabowo Siang Ini
Hari Kesaktian Pancasila, Iksan Tekankan Pentingnya Menjaga Tradisi Upacara
Piala Bupati Rampung, Fokus Morowali Beralih ke Persiapan Porprov
FORBES Morowali Tegas Dukung Kepmen ESDM No.365.K/2026: Dukung Keperpihakan Pengusaha Lokal dan Ketegasan Batasi Afiliasi Perusahaan Tambang 
Bea Cukai Morowali Gelar Forum Konsultasi Publik 2026, Serap Masukan Pengguna Layanan
Rakornas Bidang Politik dan Keamanan KADIN Indonesia, Bamsoet Tegaskan Ekonomi Kuat, Dunia Usaha Aman, Pertahanan Mandiri Jadi Kunci Kedaulatan Nasional
Lantik 100 Pejabat Fungsional, Salah Satunya dari Madya ke Utama, Prof. Zudan: Ini Bukti Pengembangan Karier JF di BKN Berjalan
Perkuat Ekonomi Pesisir, IMIP Salurkan 6 Unit Kapal Nelayan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 04:42 WIB

Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Gantikan Listyo Sigit Prabowo Siang Ini

Kamis, 1 Oktober 2026 - 01:57 WIB

Hari Kesaktian Pancasila, Iksan Tekankan Pentingnya Menjaga Tradisi Upacara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 01:53 WIB

Piala Bupati Rampung, Fokus Morowali Beralih ke Persiapan Porprov

Kamis, 1 Oktober 2026 - 00:22 WIB

FORBES Morowali Tegas Dukung Kepmen ESDM No.365.K/2026: Dukung Keperpihakan Pengusaha Lokal dan Ketegasan Batasi Afiliasi Perusahaan Tambang 

Rabu, 30 September 2026 - 12:08 WIB

Bea Cukai Morowali Gelar Forum Konsultasi Publik 2026, Serap Masukan Pengguna Layanan

Berita Terbaru