Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Kemendagri Gelar Rakor Percepatan Realisasi Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2025

- Penulis

Jumat, 9 Mei 2025 - 05:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews, Jakarta- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Realisasi Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid melalui zoom meeting dan di Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (8/5/2025).

Rapat ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian yang dihadiri oleh Kepala Badan Pusat Statistisk (BPS) Adininggar Widyasanti, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Hendrar Prihadi dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Sementara itu, hadir juga sejumlah pejabat dari Kemendagri, di antaranya Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir, Dirjen Bina Keuda Agus Fatoni dan Dirjen Adwil Safrizal ZA.

Dalam rapat ini, Mendagri menyebut terdapat dua poin penting, yaitu mendukung Program Strategi Nasional, salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pertama, hasil diskusi dengan Badan Gizi Nasional, terutama dukungan dari daerah terutama dalam program srategi nasional, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kita perlu dukung. Kami juga sepakat membuat MoU dengan Badan Gizi Nasional dan Kemendagri juga akan memayungi rekan-rekan daerah,” ucap Mendagri.

Sebagai informasi, Kemendagri telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Mendagri No. 500.12/2119/SJ tentang dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan tanah untuk pembangunan satuan pelayanan pemenuhan gizi. SE tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan Kemendagri dalam mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis agar lebih optimal.

“Daerah-daerah bisa mengusulkan titik-titik lokasi yang sulit dijangkau oleh mitra. Di sini lah Pemerintah Daerah bisa masuk, Pemerintah Daerah kita harapkan bisa menyiapkan lahan yang bisa digunakan untuk dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis,” kata Mendagri.

Baca Juga:  Prajurit TNI Berhasil Temukan Seluruh Korban Pesawat ATR 42-500

Selain Makan Bergizi Gratis (MBG), terdapat sejumlah program strategis dari pemerintah yang perlu diperhatikan Pemda, di antaranya Sekolah Rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Pembangunan 3 juta Rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Dalam kesempatan ini, Mendagri juga membahas mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sempat mencapai angka 5,02%.

“Tercatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I tahun 2025 (y-on-y) berada pada angka 4,87%. Pertumbuhan ekonomi nasional ini merupakan hasil kerja keras dari semua daerah juga,” ujar Mendagri.

Mendagri menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia didukung oleh konsumsi rumah tangga dan sangat dipengaruhi oleh daya beli dan uang yang beredar di masyarakat. Selain itu, Mendagri mengimbau Kementerian/Lembaga Pusat untuk tetap membelanjakan anggaran yang dimiliki meskipun terdapat efisiensi, jika tidak maka akan menimbulkan kurangnya daya beli masyarakat.

“Daerah juga harus segera membelanjakan APBD-nya, harus mencapai target pendapatan yang diasumsikan pada saat membuat APBD dan bisa membelanjakan sesuai yang diasumsikan. Belanja pemerintah adalah tulang punggung karena mendorong peredaran uang di masyarakat dan memancing perusahaan swasta agar ekonomi bergerak,” kata Mendagri.

“Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, maka yang utama adalah realisasi pendapatan dan belanja daerah,” sambungnya.

Guna mempercepat pertumbuhan ekonomi, Kemendagri telah merekomendasikan sejumlah langkah guna percepatan pertumbuhan eknomi. Di antaranya, percepatan belanja pemerintah pusat dan daerah, percepatan investasi, terutama investasi padat karya dan meningkatkan kepercayaan kepada konsumen untuk belanja.

“Rekomendasi lainnya adalah menciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas dan terakhir mendorong industrialisasi dan hilirisasi,” tutup Mendagri.(*/PRI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI AD dan Empat Pemda Sepakati Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi
Smelter Raksasa Bahan Baku Baterai EV Mulai Beroperasi di Sultra!
Bupati Iksan Sambut Kunjungan Gubernur Sulteng dan Chairul Tanjung di Neo Energy
BPK Tegaskan Peran Imigrasi dalam Menjaga Kedaulatan Negara
Ketua FORBES  Morowali Abd Jamil: Morowali  Jadi Pusat Smelter  Nikel, Tapi  Tak Diakui Sebagai Daerah Pengolah Dan DBH Masih Belum Berkeadilan
FORBES  Morowali Soroti Aktivitas Hauling  PT GMU , Desak Pemda dan APH Segera Bertindak 
PT IMIP dan Dinas Pendidikan Morowali Kolaborasi Tingkatkan Kapasitas Kepala Sekolah di Bahodopi
Asisten I Tekankan Kesiapan Panitia dalam Rapat Persiapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:19 WIB

TNI AD dan Empat Pemda Sepakati Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:30 WIB

Smelter Raksasa Bahan Baku Baterai EV Mulai Beroperasi di Sultra!

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Bupati Iksan Sambut Kunjungan Gubernur Sulteng dan Chairul Tanjung di Neo Energy

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:56 WIB

BPK Tegaskan Peran Imigrasi dalam Menjaga Kedaulatan Negara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 05:28 WIB

Ketua FORBES  Morowali Abd Jamil: Morowali  Jadi Pusat Smelter  Nikel, Tapi  Tak Diakui Sebagai Daerah Pengolah Dan DBH Masih Belum Berkeadilan

Berita Terbaru