Sistem Pipa Slurry HYNC, Komitmen IMIP Terapkan Industri Hijau

- Penulis

Rabu, 26 November 2025 - 08:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews, Morowali- PT Huayue Nickel Cobalt (HYNC) menerapkan langkah inovasi hijau dalam distribusi bijih nikel laterit yang lebih aman, efisien dan rendah emisi. Perusahaan pengolah nikel berteknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) tersebut mengoperasikan sistem pipa slurry jarak jauh sebagai solusi. Rabu(26/11/2025)

Dibangun sejak akhir 2020, teknologi pipa pengangkut material lumpur nikel dirancang khusus untuk memindahkan campuran air dan bijih nikel dalam bentuk lumpur (slurry). Setelah dua tahun masa konstruksi, jalur pipa slurry mulai beroperasi pada Januari 2023. Peleburan limonit di pabrik PT HYNC menerima pasokan bahan baku dari area pertambangan dan pengolahan nikel PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Pengangkutan bahan baku bijih nikel limonit via pipa slurry ini membentang lebih dari 60 kilometer dari konsesi PT SCM tersebut menuju kawasan IMIP di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. “Teknologi ini memungkinkan pengangkutan bijih limonit dari tambang menjadi lebih lancar, aman, ramah lingkungan dan rendah karbon. Penggunaan sistem pipa menghindarkan kami dari hambatan jalan hauling yang sulit dilalui saat musim hujan, menurunkan biaya transportasi, serta mengurangi risiko kecelakaan saat pengangkutan bijih nikel,” ungkap Huang Shanyun, Executive General Manager PT HYNC, Rabu (26/11/2025).

Huang Shanyun mengurai, jalur pipa distribusi tersebut melewati area pegunungan dan lembah dengan topografi kompleks, selisih elevasi maksimum mencapai 640 meter. Jalur pipa juga melintasi pegunungan setinggi hampir 800 meter dari ketinggian awal sekitar 500 meter. Demi menjamin keamanan dan kapabilitas fungsinya, seluruh proses rancangan, pemilihan bahan, pengadaan, hingga konstruksinya dilaksanakan sesuai standar internasional. Teknologi dan peralatan canggih juga dipakai untuk memaksimalkan capaian efisiensi energi.

*Prinsip Efisiensi dan Ramah Lingkungan*

Huang Shanyun menjelaskan secara teknis, sebelum dialirkan ke area peleburan di PT HYNC dalam kawasan IMIP, bijih nikel limonit yang dibutuhkan untuk proses pelindian bertekanan tinggi (HPAL) dipisahkan terlebih dahulu di Feed Preparation Plant. Sebelum konsentrasinya ditingkatkan, material tak dibutuhkan seperti batu, akar tumbuhan dan lainnya, melewati tangki pemadat (thickener) untuk mendapatkan slurry yang memenuhi standar untuk dipompa dan diproses di pabrik peleburan.

Setelah sampai di area pabrik HYNC, slurry melewati stasiun penurun tekanan (energy dissipation station). Lumpur limonit kemudian diproduksi menjadi mixed hydroxide precipitate (MHP), salah satu komponen utama dalam bahan baku baterai kendaraan listrik. Penerapan sistem transportasi pipa slurry jarak jauh oleh HYNC memerkuat komitmen perusahaan di kawasan IMIP dalam menerapkan industri hijau. Huang Shanyun mengakui, sejak teknologi pipa slurry diimpelentasikan, perusahaan dapat mengefisiensikan biaya transportasi dan turut mengurangi emisi karbon dari transportasi bijih nikel hingga 30 persen. Terobosan ini disebutnya sebagai yang pertama diterapkan dalam industri nikel di Indonesia.

Baca Juga:  Komitmen Pulih Bersama: PT Vale Buka Ruang Aduan, Perkuat Kolaborasi  Bersama Untuk Towuti

Pipa slurry ini memiliki kapasitas pengangkutan hingga 12 juta ton bijih limonit per tahun. Pasokan itu cukup memadai bagi proses pelindian bertekanan tinggi di HYNC. Manfaat lain pengoperasian pipa slurry karena teknologi ini cenderung lebih aman bagi ekosistem dan biodiversitas di hutan, tidak mencemari sumber air dan udara. Selain itu, jalur pipa ditanam mengikuti jalan tambang sehingga tidak membutuhkan pembukaan lahan baru maupun pembangunan akses tambahan. Inilah yang membedakannya dari metode pengangkut terdahulu dengan kapal tongkang dan truk.

Pipa slurry juga memungkinkan pasokan bijih dari tambang yang terletak jauh dari pantai diangkut secara lancar dalam beragam situasi, sehingga memastikan pasokan bijih limonit berjalan stabil tanpa bergantung kondisi cuaca atau infrastruktur jalan. Pipa slurry pun menjadi metode transportasi bersih dan berkelanjutan karena dapat beroperasi tanpa henti, tidak perlu bongkar-muat dan biayanya hanya sekitar sepersepuluh dari transportasi truk.

“Dibandingkan penggunaan ratusan truk setiap hari, pipa slurry ini mengurangi ketergantungan pada bahan bakar diesel,” ungkap Huang Shanyun. Untuk menjaga keamanan jangka panjang, sistem pipa slurry dilengkapi pengendalian terpusat berbasis komputer dengan berbagai titik deteksi di sepanjang jalur. Pemantauan otomatis dilakukan untuk memastikan tekanan, aliran dan kondisi pipa tetap stabil. Sistem sensor pipa juga dipasang pada stasiun pompa untuk memantau ketebalan dinding secara berkala, sehingga kondisi keausan dapat dikontrol dan operasi pipa tetap aman dalam jangka panjang.

Selain itu, personel rutin berpatroli mengawasi jalur pipa guna mencegah gangguan operasional. Sementara dari aspek keamanan dan kepatuhan lingkungan, PT HYNC melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan sesuai dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan menyampaikan laporan RKL-RPL kepada pemerintah setiap enam bulan. Dengan begitu, penerapan sistem transportasi bijih nikel ini dapat dipastikan minim risiko dan rendah karbon dibanding metode lainnya. (*/dteksinews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kuasa Hukum Daeng Mapoji” Somasi” PT Freenow Food Industry 
Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Polres Morowali Gelar Grasstrack Balap Manol 
Tiba di Tanimbar, Pangdam Pattimura Bersama Forkopimda Maluku Kawal Langkah Awal Sejarah Blok Masela
Buka Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026, Presiden Prabowo Ajak Kampus Jadi Motor Kemandirian Ekonomi
Satreskrim Polres Morowali Utara, Tangkap  Pelaku Pembunuhan di Desa Era 
130 Anak Ikuti Sunat Massal Gratis yang Digelar Petrosea 
PN Poso Tolak Gugatan Rumah Sakit Pepakulia di Morowali 
37 Anggota OPM Kodap IV Sorong Raya Kembali ke Pangkuan NKRI
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:39 WIB

Kuasa Hukum Daeng Mapoji” Somasi” PT Freenow Food Industry 

Minggu, 28 Juni 2026 - 02:19 WIB

Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Polres Morowali Gelar Grasstrack Balap Manol 

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:41 WIB

Tiba di Tanimbar, Pangdam Pattimura Bersama Forkopimda Maluku Kawal Langkah Awal Sejarah Blok Masela

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:28 WIB

Buka Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026, Presiden Prabowo Ajak Kampus Jadi Motor Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 08:29 WIB

Satreskrim Polres Morowali Utara, Tangkap  Pelaku Pembunuhan di Desa Era 

Berita Terbaru