Perkuat Komunikasi dan Sinergi Kerja Lewat Kelas Bahasa IMIP

- Penulis

Selasa, 14 Oktober 2025 - 07:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews, Morowali – Upaya menjembatani komunikasi antara tenaga kerja Indonesia dan Tiongkok di kawasan industri terus dilakukan melalui program kelas bahasa Indonesia dan Mandarin. Sejak dirintis pada 2022 lalu, program ini telah menjadi sarana penting dalam memperkuat kolaborasi lintas budaya di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah.Selasa(14/10/2025)

Kelas bahasa Mandarin mulai dilaksanakan pada Mei 2022, sedangkan kelas bahasa Indonesia dirintis sebulan lebih awal, April 2022. Program ini dikelola oleh Divisi Training Departemen HRD Tsingshan (salah satu tenant di Kawasan IMIP) dengan salah satu tujuannya memperlancar komunikasi, meningkatkan pemahaman antarbudaya, dan mendukung efisiensi operasional kerja karyawan.

Hingga September 2025, jumlah peserta kelas bahasa Mandarin (peserta dari tenaga kerja Indonesia) mencapai sekitar 1.500 karyawan, sedangkan peserta kelas bahasa Indonesia (peserta dari tenaga kerja Asing – Cina) sekitar 2.100 orang. Program pengajaran dilakukan secara tatap muka dua kali dalam seminggu. Masing-masing berdurasi empat jam, dengan masa belajar enam bulan untuk bahasa Mandarin dan tiga bulan untuk bahasa Indonesia per angkatannya (batch).

Setiap sesi pembelajaran dirancang aktif dan komunikatif. Para laoshi (guru) mengajarkan dasar pelafalan (pinyin), penulisan huruf Mandarin (hanzi), serta percakapan sehari-hari. Peserta juga didorong mempraktikkan bahasa di lingkungan kerja agar lebih terbiasa berinteraksi dengan rekan kerja asal Tiongkok.

“Semua murid di sini punya semangat belajar tinggi. Mereka mulai dari dasar, lalu mengasah kemampuan lewat praktik langsung di lapangan,” ungkap laoshi Julita, pengajar dari PT Zhao Hui Nickel (ZHN).

Salah satu peserta, Michen Christian Surentu (28), Wakil Foreman Safety di PT Qing Kota Metal Indonesia, mengaku kemampuan komunikasinya meningkat signifikan. “Dulu saya sering kesulitan menyampaikan pesan kepada supervisor yang berasal dari Tiongkok. Sekarang, setelah belajar, komunikasi jadi lebih lancar dan saya lebih percaya diri,” katanya.

Peserta lainnya, Wahid (32), Wakil Foreman di PT Tsingyao Elektrik Indonesia, menilai belajar bersama di kelas tatap muka membuatnya lebih fokus dan efisien. “Belajar secara langsung jauh lebih efektif daripada belajar sendiri. Saya juga terbantu dengan fasilitas buku, modul, dan dukungan dari pengajar,” ujarnya.

Baca Juga:  Komandan Satgas TMMD Ke-129: Sinergi Antar Satgas TMMD  dan Warga Percepat  Pembangunan Manunggal Air Bersih

*Potensi Naik Level dan Penghasilan Jauh Lebih Besar*

Selain kelas rutin, program juga menggelar kegiatan penunjang seperti lomba cerdas cermat Mandarin, seminar bersama pembicara asal Tiongkok, dan latihan kaligrafi Cina (Chinese paper). Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri, memperluas wawasan budaya, sekaligus mempererat hubungan antarpekerja. Setiap peserta program memiliki hak dan kewajiban sesuai kontrak belajar. Bagi karyawan yang lulus ujian kemampuan bahasa Mandarin (Hànyǔ Shuǐpíng Kǎoshì atau HSK), perusahaan memberikan tunjangan skill bahasa, serta tambahan fasilitas seperti tunjangan komunikasi, transportasi, dan perumahan.

Menurut Sainan Sani, Wakil Manajer Divisi Training Departemen HRD Tsingshan, pemberian tunjangan merupakan bentuk apresiasi perusahaan terhadap karyawan yang meningkatkan kompetensi komunikasinya.

“Semakin tinggi level kemampuan bahasa, semakin besar pula nilai kompensasi yang diterima. Ini penting karena meningkatkan produktivitas kerja dan efisiensi komunikasi,” ujarnya.

Sejak 2023, Tsingshan Group juga telah mengirim sekitar 300 karyawan Indonesia untuk mendalami bahasa Mandarin di universitas di Tiongkok, seperti Universitas Wenzhou di Provinsi Zhejiang dan Universitas Sains dan Teknologi Beijing. Mereka menjalani pelatihan tingkat lanjut, dan setelah kembali, diwajibkan mengabdi minimal tujuh tahun di perusahaan.

Sejak awal menanamkan investasinya di IMIP, manajemen Tsingshan telah mewajibkan setiap TKA asal Cina mempelajari bahasa Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi dua arah dan menciptakan suasana kerja lebih inklusif. Adapun pembelajaran Bahasa Indonesia ini akan lebih disesuaikan dengan dengan mengacu program bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) yang dijalankan oleh Kementerian Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

“Ke depan, kami akan memperluas cakupan dan meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia bagi TKA agar hasilnya lebih efektif,” kata Sainan.

Di samping itu, dia menegaskan, pembelajaran bahasa Mandarin bagi karyawan Indonesia bukanlah kewajiban, melainkan kesempatan strategis untuk mengembangkan diri, memperluas peluang karier, membangun jembatan komunikasi yang lebih manusiawi dan produktif. Melalui upaya pengembangan itu, Tsingshan Group berharap program bahasa di kawasan IMIP menjadi rujukan penerapan pelatihan lintas budaya yang berkelanjutan, dapat memperkuat sinergi tenaga kerja, dan mendukung terciptanya lingkungan kerja yang harmonis dan profesional.(*/dteksinews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Imigrasi Layani Paspor di MPP Morowali Utara Tanggal 02 Oktober 2026
Kontribusi Tanggap Darurat di NTT, Vale Indonesia Terima Penghargaan Kementerian ESDM 
Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Gantikan Listyo Sigit Prabowo Siang Ini
Hari Kesaktian Pancasila, Iksan Tekankan Pentingnya Menjaga Tradisi Upacara
Piala Bupati Rampung, Fokus Morowali Beralih ke Persiapan Porprov
FORBES Morowali Tegas Dukung Kepmen ESDM No.365.K/2026: Dukung Keperpihakan Pengusaha Lokal dan Ketegasan Batasi Afiliasi Perusahaan Tambang 
Bea Cukai Morowali Gelar Forum Konsultasi Publik 2026, Serap Masukan Pengguna Layanan
Rakornas Bidang Politik dan Keamanan KADIN Indonesia, Bamsoet Tegaskan Ekonomi Kuat, Dunia Usaha Aman, Pertahanan Mandiri Jadi Kunci Kedaulatan Nasional
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Imigrasi Layani Paspor di MPP Morowali Utara Tanggal 02 Oktober 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kontribusi Tanggap Darurat di NTT, Vale Indonesia Terima Penghargaan Kementerian ESDM 

Kamis, 1 Oktober 2026 - 04:42 WIB

Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Gantikan Listyo Sigit Prabowo Siang Ini

Kamis, 1 Oktober 2026 - 01:57 WIB

Hari Kesaktian Pancasila, Iksan Tekankan Pentingnya Menjaga Tradisi Upacara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 01:53 WIB

Piala Bupati Rampung, Fokus Morowali Beralih ke Persiapan Porprov

Berita Terbaru