Paradoks Ekonomi Morowali, Sekda Yusman Mahbub Sebut Perumahan Layak Huni Jadi Kunci Pengentasan Kemiskinan

- Penulis

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Yusman Mahbub Sebut Perumahan Layak Huni Jadi Kunci Pengentasan Kemiskinan,(foto:ist)

 

dteksinews, Morowali – Upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Morowali terus diarahkan pada pendekatan struktural yang menyentuh aspek fundamental kehidupan masyarakat, salah satunya melalui intervensi sektor perumahan berbasis data kependudukan yang terverifikasi. Pembangunan perumahan dinilai sebagai instrumen strategis yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali, Yusman Mahbub, saat meresmikan lima unit Perumahan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang merupakan kolaborasi antara dinas perumahan dan permukiman bersama Baznas yang berlokasi di Pelataran Perumahan Desa Bahomoleho, Kecamatan Bungku Tengah, Kamis (05/02/2026).

Dalam Sambutannya, Yusman Mahbub menegaskan bahwa program perumahan yang dijalankan pemerintah daerah harus berpijak pada basis data yang akurat dan terukur, dengan pendekatan by name by address, sehingga mekanisme distribusi bantuan tidak melenceng dari kelompok sasaran yang sesungguhnya.

Yusman mengemukakan, secara makro Kabupaten Morowali mencatatkan pertumbuhan ekonomi dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang tergolong sangat tinggi, bahkan berada pada jajaran teratas secara nasional. Namun paradoks pembangunan masih terjadi, di mana capaian ekonomi tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan hunian yang layak.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa masih terdapat segmen masyarakat yang belum tersentuh secara optimal oleh hasil pembangunan, dan ketiadaan rumah layak huni menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap bertahannya angka kemiskinan,” ujarnya.

Baca Juga:  Tetap Optimis APBN Kita Tangguh 

Lebih lanjut, Yusman menyatakan kesepahamannya dengan pandangan Ketua Baznas Kabupaten Morowali bahwa program perumahan tidak boleh berhenti pada tataran simbolik semata. Menurutnya, diperlukan perencanaan jangka menengah dan panjang yang disertai target kuantitatif serta keberlanjutan program melalui kolaborasi antarlembaga.

Ia berharap, dalam kurun waktu lima tahun ke depan, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Morowali dan Baznas dapat menghasilkan pembangunan puluhan unit rumah layak huni yang benar-benar diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Pada aspek tata kelola, Yusman menekankan pentingnya prinsip objektivitas, transparansi, dan keadilan dalam penetapan penerima bantuan. Ia mengingatkan agar tidak ada ruang bagi praktik subjektivitas, relasi personal, maupun kepentingan tertentu dalam proses penyaluran program perumahan.

“Seluruh tahapan harus murni didasarkan pada kriteria dan kebutuhan masyarakat yang berhak menerima,” tegasnya.

Dari perspektif fiskal, Yusman menilai program pembangunan perumahan tersebut relatif feasible untuk dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan estimasi biaya pembangunan sekitar Rp.65 juta per unit, realisasi pembangunan 10 hingga 20 unit rumah per tahun dinilai tidak akan memberikan tekanan signifikan terhadap struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Morowali yang berada pada kisaran lebih dari Rp3 triliun.

Pemerintah Kabupaten Morowali, lanjut Yusman, berkomitmen untuk terus mendorong model pembangunan kolaboratif yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Melalui penguatan sinergi antara pemerintah daerah, Baznas, dan para pemangku kepentingan lainnya, diharapkan proses transformasi sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Morowali dapat berlangsung secara lebih terukur dan berkelanjutan.(*/dteksinews)

 

Sumber: IKP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wadan Kodiklat TNI Anjangsana Ke Kediaman Marsekal TNI (Purn) Fadjar Prasetyo
World Cleanup Day 2026, Babinsa Bahodopi Bersama Warga Gelar Aksi Move and Clean
PWI dan IMIP Komitmen Tingkatkan Kapasitas Wartawan
Diduga Tidak Bisa Berenang Sàat Mandi di Laut , Kakak dan Adik Meninggal Dunia
Polres Metro Jakarta Barat, Ungkap Peredaran 458 Cartridge Pods Berisi Etomidate di Kelapa Gading
Perkuat Integritas Birokrasi, Kemenimipas Gelar Sosialisasi Pengelolaan Konflik Kepentingan
Bamsoet Apresiasi Nikah Massal Bersama Perkumpulan Bumi Alumni UNPAD, Hadirkan Kepedulian Sosial dan Gerakkan Ekonomi Alumni
Kemendagri Matangkan Pedoman Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatera
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 13:55 WIB

Wadan Kodiklat TNI Anjangsana Ke Kediaman Marsekal TNI (Purn) Fadjar Prasetyo

Senin, 21 September 2026 - 13:38 WIB

World Cleanup Day 2026, Babinsa Bahodopi Bersama Warga Gelar Aksi Move and Clean

Senin, 21 September 2026 - 13:28 WIB

PWI dan IMIP Komitmen Tingkatkan Kapasitas Wartawan

Senin, 21 September 2026 - 13:19 WIB

Diduga Tidak Bisa Berenang Sàat Mandi di Laut , Kakak dan Adik Meninggal Dunia

Senin, 21 September 2026 - 07:11 WIB

Polres Metro Jakarta Barat, Ungkap Peredaran 458 Cartridge Pods Berisi Etomidate di Kelapa Gading

Berita Terbaru

Berita

PWI dan IMIP Komitmen Tingkatkan Kapasitas Wartawan

Senin, 21 Sep 2026 - 13:28 WIB