Industri Surya RI Ditekan AS, Bamsoet Dorong Penguatan Strategi Ekspor dan Insentif Fiskal

- Penulis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 05:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Bambang Soesatyo,( foto: dok pribadi)

 

dteksinews, Jakarta – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Politik, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia, Bambang Soesatyo, menyoroti serius kebijakan pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump yang menaikkan tarif impor produk sel dan panel surya asal Indonesia hingga 104,38 persen. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari penetapan bea masuk anti subsidi (countervailing duties) terhadap Indonesia, India, dan Laos. Kebijakan Presiden Trump ini menjadi pukulan serius bagi industri energi terbarukan nasional yang dalam beberapa tahun terakhir tengah tumbuh pesat.

“Tarif sebesar itu jelas bukan angka kecil. Dengan bea masuk di atas 100 persen, harga panel surya Indonesia di pasar Amerika otomatis melonjak dua kali lipat lebih mahal dari sebelumnya. Itu membuat daya saing kita terpukul keras dan berpotensi memangkas volume ekspor secara signifikan,” ujar Bamsoet di Jakarta, Sabtu (28/2/26).

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini memaparkan, total impor panel surya Amerika Serikat sepanjang tahun 2025 mencapai sekitar US$ 4,5 miliar, dengan porsi besar berasal dari negara-negara Asia. Indonesia termasuk salah satu eksportir yang dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren kenaikan signifikan. Nilai ekspor produk photovoltaic Indonesia pada tahun 2024 tercatat menembus ratusan juta dolar AS, dengan pasar AS sebagai salah satu tujuan utama. Dengan tarif setinggi 104,38 persen, posisi Indonesia praktis terpukul karena harga produk menjadi jauh lebih mahal dibanding produksi domestik AS atau negara lain yang tidak terkena kebijakan serupa.

Baca Juga:  Hadiri Wisuda Sarjana Universitas Indonesia, Bamsoet Optimis Pertumbuhan Ekonomi Mampu Lampaui Target

“Pemerintah harus segera mengintensifkan diplomasi perdagangan melalui jalur bilateral maupun multilateral. Jika terdapat indikasi pelanggaran aturan perdagangan internasional, opsi membawa kasus ini ke mekanisme sengketa di WTO juga harus dipertimbangkan secara serius,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menuturkan, selain jalur diplomasi dan hukum internasional, Indonesia perlu mempercepat diversifikasi pasar ekspor. Ketergantungan yang tinggi pada satu pasar membuat posisi tawar menjadi lemah ketika kebijakan proteksionis muncul. Kawasan Uni Eropa, Timur Tengah, Asia Selatan, Afrika, dan Amerika Latin memiliki potensi pasar energi terbarukan yang terus berkembang. Pada saat yang sama, pasar dalam negeri juga perlu diperkuat melalui percepatan proyek pembangkit listrik tenaga surya serta kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang realistis dan adaptif.

“Momentum ini harus dijadikan pengingat bahwa penguatan industri dalam negeri adalah kunci. Dukungan pembiayaan, insentif fiskal, peningkatan kualitas SDM, serta standardisasi produk berstandar internasional harus diperkuat agar industri panel surya nasional tetap kokoh meski menghadapi tekanan eksternal,” pungkas Bamsoet. (*/dteksinews)

Sumber: Bamsoet

Editor: Supriyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Metro Jakarta Barat, Ungkap Peredaran 458 Cartridge Pods Berisi Etomidate di Kelapa Gading
Perkuat Integritas Birokrasi, Kemenimipas Gelar Sosialisasi Pengelolaan Konflik Kepentingan
Bamsoet Apresiasi Nikah Massal Bersama Perkumpulan Bumi Alumni UNPAD, Hadirkan Kepedulian Sosial dan Gerakkan Ekonomi Alumni
Kemendagri Matangkan Pedoman Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatera
Lestarikan Budaya Lokal Lewat Olahraga, PT Vale Dukung TNI Patonro Run
Rismawan Laula,Kembali Terpilih Pimpin FPE KSBSI Kota Palu Periode 2026–2030
KANTOR PERWAKILAN SULTENG JAKARTA
Bamsoet Dukung Perburuan Hama Babi Hutan untuk Lindungi Lahan dan Hasil Panen Petani
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 07:11 WIB

Polres Metro Jakarta Barat, Ungkap Peredaran 458 Cartridge Pods Berisi Etomidate di Kelapa Gading

Senin, 21 September 2026 - 07:04 WIB

Perkuat Integritas Birokrasi, Kemenimipas Gelar Sosialisasi Pengelolaan Konflik Kepentingan

Senin, 21 September 2026 - 05:46 WIB

Bamsoet Apresiasi Nikah Massal Bersama Perkumpulan Bumi Alumni UNPAD, Hadirkan Kepedulian Sosial dan Gerakkan Ekonomi Alumni

Senin, 21 September 2026 - 05:40 WIB

Kemendagri Matangkan Pedoman Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatera

Senin, 21 September 2026 - 03:51 WIB

Lestarikan Budaya Lokal Lewat Olahraga, PT Vale Dukung TNI Patonro Run

Berita Terbaru