Di Morowali, Kasus Kematian Bayi  Diserahkan kepada Pihak Berwajib

- Penulis

Senin, 24 November 2025 - 07:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews, Morowali- Kasus dugaan kelalaian medis yang berujung pada kematian seorang bayi di Kabupaten Morowali kembali mendapat perhatian. Ramdana, ibu dari bayi tersebut, menyatakan bahwa seluruh proses penyelesaian kini telah ia serahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib.

“Saya mau fokus pemulihan, Kak. Sudah saya serahkan kepada pihak berwajib,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Senin (24/11/2025).

Sebelumnya, Ramdana menjelaskan bahwa sejak memasuki masa akhir kehamilan ia telah berkonsultasi dengan dua dokter berbeda:

Dr. Hendra, Spesialis Kandungan

Dr. Ani, Dokter Umum

Keduanya memberikan hasil USG yang sama dan menyarankan persalinan melalui operasi sesar (SC) karena ukuran bayi dinilai besar dan berisiko.

Mengacu pada rekomendasi tersebut, Ramdana mengurus rujukan di Puskesmas Bahomotefe untuk melanjutkan pemeriksaan di RSUD Bungku. Namun menurut pengakuannya, dokter spesialis di RSUD Bungku, Dr. Farhat, menyatakan bahwa perkiraan berat bayi hanya 2,8 kg dan masih aman dilahirkan secara normal. Ia kemudian diarahkan kembali ke Puskesmas Bahomotefe untuk menjalani persalinan normal.

Baca Juga:  Pemkab dan DPRD Morowali Sepakat Empat Ranperda Menjadi Perda 

Dua minggu kemudian, ketika memasuki masa pembukaan dan ketuban pecah sekitar pukul 02.00 dini hari, Ramdana kembali meminta tindakan SC karena merasa kondisi janin tidak memungkinkan lahir normal. Namun ia mengaku harus menunggu berjam-jam agar rujukan disetujui.

“Saya menunggu sampai jam 11 siang. Waktu itu kepala bayi sudah di pintu. Saya berjuang hampir tiga jam dengan kondisi lemah,” ujarnya.

Proses persalinan kemudian dilakukan dengan bantuan sekitar lima tenaga medis. Bayi Ramdana lahir dalam keadaan tidak bernyawa, sementara dirinya mengalami luka robek parah serta trauma fisik dan emosional.

Hingga laporan ini diterbitkan, Ramdana menyebut belum ada klarifikasi maupun penyelesaian resmi dari pihak RSUD Bungku maupun Puskesmas Bahomotefe terkait dugaan kelalaian yang terjadi.

“Sampai detik ini belum ada titik terang dari kedua belah pihak. Saya menuntut pertanggungjawaban dokter dan tenaga medis atas kematian bayi saya,” tegasnya.(*/dteksinews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kuasa Hukum Daeng Mapoji” Somasi” PT Freenow Food Industry 
Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Polres Morowali Gelar Grasstrack Balap Manol 
Tiba di Tanimbar, Pangdam Pattimura Bersama Forkopimda Maluku Kawal Langkah Awal Sejarah Blok Masela
Buka Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026, Presiden Prabowo Ajak Kampus Jadi Motor Kemandirian Ekonomi
Satreskrim Polres Morowali Utara, Tangkap  Pelaku Pembunuhan di Desa Era 
130 Anak Ikuti Sunat Massal Gratis yang Digelar Petrosea 
PN Poso Tolak Gugatan Rumah Sakit Pepakulia di Morowali 
37 Anggota OPM Kodap IV Sorong Raya Kembali ke Pangkuan NKRI
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:39 WIB

Kuasa Hukum Daeng Mapoji” Somasi” PT Freenow Food Industry 

Minggu, 28 Juni 2026 - 02:19 WIB

Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Polres Morowali Gelar Grasstrack Balap Manol 

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:41 WIB

Tiba di Tanimbar, Pangdam Pattimura Bersama Forkopimda Maluku Kawal Langkah Awal Sejarah Blok Masela

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:28 WIB

Buka Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026, Presiden Prabowo Ajak Kampus Jadi Motor Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 08:29 WIB

Satreskrim Polres Morowali Utara, Tangkap  Pelaku Pembunuhan di Desa Era 

Berita Terbaru