AMPB Soroti Kinerja DPR  RI, Desak Mundur Jika  Tidak Mampu Sejahterakan  Rakyat 

- Penulis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Teguh Istiyanto, melontarkan kritik keras kepada pimpinan DPR RI.(FOTO:IST)


 

dteksinews, Jakarta- Aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Teguh Istiyanto, melontarkan kritik keras kepada pimpinan DPR RI. Di hadapan para wakil rakyat, ia menyoroti jurang antara pejabat yang tetap hidup berkecukupan dan rakyat kecil yang harus menanggung dampak korupsi.

Kritik itu disampaikan Teguh dalam audiensi bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, dan Cucun Ahmad Syamsurijal di Gedung Abdul Muis, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Teguh menilai korupsi menjadi salah satu penyebab utama kesengsaraan rakyat. Dampaknya, kata dia, paling terasa bagi masyarakat kecil di desa yang berada di posisi paling rentan.

Ia menyebut pejabat negara tetap memiliki gaji, fasilitas, dan tunjangan meski uang negara terus dirugikan akibat praktik korupsi. Sementara rakyat kecil justru harus menghadapi dampaknya secara langsung.

“Korupsi ini memang sebagai biang hancurnya negara ini, biang kesengsaraan rakyat, Pak. Kami dari desa yang sangat jadi korban, yang sangat terasa. Mungkin Bapak kalau ada korupsi itu ya biar biarkan saja. Bapak masih punya gaji, punya fasilitas, punya tunjangan, bisa makan enak. Biar ada korupsi di Indonesia, Bapak masih kaya,” ujar Teguh.

 

Desak DPR Mundur jika Tak Mampu Sejahterakan Rakyat

Teguh kemudian secara terbuka menggugat tanggung jawab anggota DPR yang telah diberi mandat oleh rakyat.

Ia menegaskan, jabatan wakil rakyat seharusnya digunakan untuk mengayomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan justru membuat rakyat semakin menderita.

Baca Juga:  DPR RI Minta Pemerintah Perhatikan Kesejahteraan Jurnalis

Menurut Teguh, apabila para wakil rakyat tidak mampu menjalankan amanah tersebut, mereka sebaiknya mengundurkan diri.

“Kalau jenengan yang sudah kami amanahi, kami percayai ini tidak bisa memberikan kemakmuran kepada kami, tidak bisa mengayomi kami… mendingan jenengan itu undur diri saja. Kami tidak ikhlas uang dari pajak kami dibuat untuk membayar jenengan-jenengan yang justru bukan meningkatkan kesejahteraan kepada kami, tapi justru malah memberikan kesengsaraan kepada kami,” tegasnya.

Tak berhenti di situ, Teguh juga melontarkan peringatan bernuansa religius. Ia mengatakan rakyat tetap akan berupaya mencabut mandat para wakil rakyat melalui doa apabila jalur formal tidak memungkinkan.

“Akan kami cabut mandat itu, Pak, meskipun dari prosedur enggak bisa. Tapi wallahi, Pak, kami akan wiritan kami zikir sehingga nanti Allah yang akan mencabut lewat doa-doa kami dan lewat kesengsaraan yang kami alami. Kami tidak mau melawan negara, kami hanya lewat doa saja,” lanjut Teguh.

 

Soroti Nasib Rakyat Rentan

Di akhir penyampaiannya, Teguh juga meminta DPR lebih serius memperhatikan kelompok masyarakat rentan yang hidupnya bergantung pada penghasilan harian.

Ia kembali membandingkan kondisi tersebut dengan para pejabat yang tetap menerima gaji, tunjangan, dan fasilitas.

“Rakyat rentan itu, besok kita dapat apa tidak tahu, itu namanya rentan. Nek jenengan besok nyorek wis cetho, karuane. Ora berangkat pun jenengan gajian, dapat tunjangan, dapat fasilitas. Kalau kami ora berangkat, tidak berangkat kerja ya tidak dapat apa-apa,” pungkasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korlap AMPB  Supriyono,Desak DPR RI  Sahkan RUU Perampasan Aset 
Harmonisasi Lima   Ranperbup Morowali Cegah Tumpang Tindih Tugas
Morawali dapat Penghargaan IRH dari Kemenkum Sulteng 
KPK Tetapkan Tersangka Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu RI
Sang Jenderal Petarung’ Resmikan 8 Jembatan di Pulau Buru, Akses Warga Kini Makin Terbuka
Presiden Prabowo:Pemulihan Harus Berjalan Seiring dengan Penanganan Bencana
Wapang Hadiri Peresmian PLTS 100 GWp Tahap Pertama 
Bersama Prajurit dan PNS, Pangdam XV/Pattimura Tekankan Kebersamaan dan Prestasi
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Korlap AMPB  Supriyono,Desak DPR RI  Sahkan RUU Perampasan Aset 

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:43 WIB

AMPB Soroti Kinerja DPR  RI, Desak Mundur Jika  Tidak Mampu Sejahterakan  Rakyat 

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Harmonisasi Lima   Ranperbup Morowali Cegah Tumpang Tindih Tugas

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:57 WIB

Morawali dapat Penghargaan IRH dari Kemenkum Sulteng 

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:36 WIB

Sang Jenderal Petarung’ Resmikan 8 Jembatan di Pulau Buru, Akses Warga Kini Makin Terbuka

Berita Terbaru

Berita

Morawali dapat Penghargaan IRH dari Kemenkum Sulteng 

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:57 WIB