Personel Kodim 1305/ BT pada saat memadamkan kebakaran perkebunan cengkeh milik warga,(FOTO:IST)
dteksinews, Tolitoli — Gerak cepat ditunjukkan personel Kodim 1305/BT bersama unsur TNI-Polri, Damkar, BPBD, Brimob dan masyarakat dalam penanganan kebakaran lahan perkebunan cengkeh milik warga yang terjadi di kawasan Bukit Sumalikat, Kelurahan Nalu, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Selasa, 25/8/26.
Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WITA dan mengakibatkan area perkebunan masyarakat dengan luas terdampak diperkirakan mencapai kurang lebih 5 hektare. Lokasi kejadian berada pada titik koordinat 1.014558, 120.811526.
Adapun lahan perkebunan yang terdampak diketahui merupakan milik tiga orang warga, yakni Rifai (60), warga Kelurahan Nalu; Alwi (54), warga Kelurahan Tuweley; serta Ruslan (50), warga Kelurahan Nalu.
Peristiwa bermula ketika masyarakat sekitar dan warga yang melintas melihat adanya kobaran api di kawasan perkebunan cengkeh. Melihat kondisi tersebut, informasi mengenai kebakaran segera disampaikan kepada masyarakat setempat sehingga upaya penanganan dapat segera dilakukan untuk mencegah api semakin meluas ke area perkebunan lainnya.
Sekitar pukul 12.30 WITA, personel dan sarana pemadam dari berbagai unsur tiba di lokasi. Dalam penanganan tersebut dikerahkan 2 unit mobil Damkar Pemerintah Kabupaten Tolitoli, 1 unit mobil Damkar Kodim 1305/BT, 1 unit Water Canon Polres Tolitoli, serta personel Babinsa dari Koramil 1305-01/Baolan.
Setibanya di lokasi, personel gabungan bersama masyarakat langsung bergerak melakukan pemadaman dan pengendalian api. Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala karena titik api berada di kawasan dengan kondisi medan yang cukup tinggi dan sulit dijangkau secara maksimal oleh kendaraan pemadam.
Kondisi medan tersebut membuat penyemprotan menggunakan kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau seluruh titik api. Untuk mengatasi kendala tersebut, personel gabungan bersama masyarakat kemudian melakukan pemadaman secara manual dengan menggunakan peralatan sederhana, termasuk tangki penyemprot rumput, guna menjangkau titik-titik api yang berada di area perkebunan.
Gerak cepat dan sinergi seluruh unsur di lapangan menjadi faktor penting dalam mengendalikan kobaran api. Personel terus melakukan penyisiran terhadap area yang terbakar untuk memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali membesar dan merambat ke kawasan perkebunan lainnya.
Kehadiran personel gabungan di lokasi juga menunjukkan pentingnya koordinasi lintas instansi dan partisipasi masyarakat dalam menghadapi bencana kebakaran lahan, khususnya pada kawasan perkebunan yang memiliki potensi cepat mengalami perluasan api apabila tidak segera dikendalikan.
Berdasarkan keterangan awal dari saksi di sekitar lokasi, dugaan sementara kebakaran diperkirakan berasal dari sisa pembakaran rumput dalam rangka pembukaan lahan yang belum dipastikan benar-benar padam, kemudian api diduga merambat menuju lahan perkebunan di sekitarnya.
Meski demikian, dugaan tersebut masih bersifat sementara. Penyebab pasti kebakaran akan dilakukan pendalaman oleh pihak Kepolisian guna memastikan sumber awal munculnya api dan kronologi kejadian secara lebih jelas.
Akibat kebakaran tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Sementara kerugian materiel untuk sementara diperkirakan berupa sekitar 500 pohon cengkeh yang hangus terbakar akibat kobaran api.
Upaya pemadaman dan pendinginan terus dilakukan hingga kondisi api benar-benar terkendali. Hingga sekitar pukul 17.00 WITA, api di lokasi kejadian terpantau telah padam secara total. Kondisi cuaca yang turun hujan turut membantu proses pendinginan di area terdampak, sehingga kepulan asap yang sebelumnya terlihat di sekitar lokasi berangsur menghilang.
Kodim 1305/BT melalui personel kewilayahan terus menunjukkan kesiapsiagaan dalam menghadapi setiap kejadian yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat dan lingkungan. Respons cepat Babinsa bersama unsur terkait menjadi bagian penting dalam upaya mengendalikan kebakaran sekaligus mencegah api meluas ke permukiman maupun lahan perkebunan masyarakat lainnya.
Kejadian tersebut menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama ketika melakukan pembersihan atau pembukaan lahan dengan cara pembakaran. Setiap sisa pembakaran harus dipastikan benar-benar padam dan tidak meninggalkan bara api yang dapat tertiup angin kemudian merambat ke semak, rumput kering maupun perkebunan di sekitarnya.
Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, unsur pemadam kebakaran, BPBD, Brimob dan masyarakat dalam penanganan kebakaran di Bukit Sumalikat menjadi bukti nyata bahwa respons cepat dan kerja bersama sangat diperlukan untuk mencegah bencana kebakaran berkembang menjadi lebih besar.(*/pri)














