Apresiasi Gelar Doktor Ilmu Filsafat Yusril Ihza Mahendra, Bamsoet: Disertasi Yusril Tegaskan Islam dan Demokrasi Berjalan Harmonis dalam NKRI

- Penulis

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yusril Ihza Mahendra,(kanan) bersama Bambang Soesatyo,(FOTO : DOK pribadi Bamsoet)


 

dteksinews,Jakarta – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet), mengapresiasi keberhasilan Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, meraih gelar Doktor Ilmu Filsafat dari Universitas Indonesia setelah dinyatakan lulus dalam Sidang Terbuka Doktor Ilmu Filsafat Universitas Indonesia. Yusril berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Islam, Negara dan Demokrasi Dalam Pemikiran Mohammad Natsir: Sebuah Telaah Filsafat dengan Pendekatan Hermeneutika Fenomenologis-Eksistensial”.

Bamsoet menilai capaian akademik Yusril memiliki makna besar bagi kehidupan berbangsa, karena menghadirkan kembali ruang diskusi mengenai hubungan Islam, demokrasi, konstitusi, dan kebangsaan berdasarkan kajian ilmiah yang mendalam. Di tengah meningkatnya polarisasi politik dan derasnya arus informasi digital yang kerap memicu fragmentasi sosial, kajian filosofis mengenai pemikiran Mohammad Natsir menjadi sangat penting sebagai pijakan moral sekaligus intelektual dalam menjaga persatuan Indonesia.

“Saya menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra atas keberhasilannya meraih gelar Doktor Ilmu Filsafat di Universitas Indonesia. Prestasi ini menunjukkan bahwa seorang pejabat negara tetap dapat memberikan kontribusi besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Disertasi yang mengangkat pemikiran Mohammad Natsir menjadi sangat relevan karena menawarkan perspektif akademik bahwa Islam, demokrasi, dan negara kebangsaan Indonesia dapat berjalan harmonis dalam bingkai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” ujar Bamsoet di Jakarta, Kamis (2/7/26).

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III ke-7 DPR RI menjelaskan, substansi disertasi Yusril memiliki hubungan kuat terhadap dinamika kehidupan demokrasi Indonesia saat ini. Yusril menegaskan bahwa rekam jejak Mohammad Natsir membuktikan nilai-nilai Islam dan demokrasi dapat berjalan seiring dalam memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pandangan tersebut memiliki landasan sejarah yang kuat. Mohammad Natsir dikenal sebagai tokoh nasional yang memperjuangkan demokrasi konstitusional, menjunjung supremasi hukum, serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan berbagai persoalan kebangsaan. Salah satu kontribusi terbesarnya adalah Mosi Integral Natsir tahun 1950 yang berhasil menyatukan kembali negara dalam bentuk NKRI setelah masa Republik Indonesia Serikat. Langkah tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah konsolidasi nasional Indonesia.

Baca Juga:  Kecam Penurunan Bendera Merah Putih dan Pelecehan Garuda Pancasila di Hari Damai Aceh, Bamsoet Serukan Penegakan Hukum dan Jaga Persatuan

“Pemikiran Mohammad Natsir mengajarkan bahwa agama dan demokrasi tidak perlu dipertentangkan. Nilai-nilai keislaman justru dapat memperkuat etika politik, memperkokoh moralitas penyelenggara negara, sekaligus memperdalam kualitas demokrasi. Semangat itulah yang sangat dibutuhkan Indonesia ketika demokrasi menghadapi tantangan berupa polarisasi, penyebaran disinformasi, politik identitas, hingga menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi,” kata Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran ini menambahkan, pesan paling kuat dari disertasi Yusril terletak pada keteladanan pribadi Mohammad Natsir. Warisan terbesar seorang negarawan bukan semata gagasan yang tertuang dalam berbagai tulisan, melainkan konsistensi sikap dalam menjaga etika politik. Mohammad Natsir mampu berbeda pandangan secara tajam dengan tokoh-tokoh nasional lain, namun tetap menjunjung tinggi sikap saling menghormati, menjaga komunikasi, serta mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan politik jangka pendek. Tradisi politik seperti itulah yang menjadi fondasi kuat lahirnya demokrasi yang matang.

“Politik Indonesia memerlukan semakin banyak teladan seperti Mohammad Natsir. Kompetisi politik boleh berlangsung keras, perbedaan pendapat merupakan bagian dari demokrasi, namun persaudaraan kebangsaan harus tetap terjaga. Demokrasi yang sehat lahir dari karakter pemimpin yang mampu mengedepankan integritas, menghormati lawan politik, serta menjadikan kepentingan rakyat sebagai tujuan utama,” pungkas Bamsoet. (*)

Sumber; Bamsoet

Editor:Supriyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Panglima TNI Pimpin Sertijab Wakil Panglima TNI dan Kasad
Bursa Panglima TNI: Giliran Matra atau Kebutuhan Strategis?
Siapa Layak Pimpin TNI AL? Rekam Jejak Hersan Jadi Perbincangan
KPK Operasi Tangkap Tangan 14 Pegawai BNPB
Polisi Bongkar 30 Lapak Narkoba di Kampung Ambon Jakbar, Diduga Disewakan untuk Konsumsi Sabu
Penanganan Karhutla di Enam Provinsi Berlanjut, Presiden Prabowo Instruksikan Optimalisasi Upaya Pemadaman
Masuki Pertengahan Oktober, Imigrasi Indonesia Lampaui Target PNBP Tahun 2026
Bentuk Komitmen,Bupati Iksan Serahkan 500 Seragam Sekolah Gratis di Menui Kepulauan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Panglima TNI Pimpin Sertijab Wakil Panglima TNI dan Kasad

Rabu, 14 Oktober 2026 - 03:28 WIB

Bursa Panglima TNI: Giliran Matra atau Kebutuhan Strategis?

Rabu, 14 Oktober 2026 - 03:02 WIB

Siapa Layak Pimpin TNI AL? Rekam Jejak Hersan Jadi Perbincangan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 01:46 WIB

KPK Operasi Tangkap Tangan 14 Pegawai BNPB

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Polisi Bongkar 30 Lapak Narkoba di Kampung Ambon Jakbar, Diduga Disewakan untuk Konsumsi Sabu

Berita Terbaru

Berita

Polda Sulteng  Siapkan 165 Rencana Aksi  dan 8 Program 

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:43 WIB

Berita

Panglima TNI Pimpin Sertijab Wakil Panglima TNI dan Kasad

Minggu, 18 Okt 2026 - 13:36 WIB

Berita

TNI AL Morowali ” Gerakan Restorasi Mangrove “

Minggu, 18 Okt 2026 - 07:31 WIB

Berita

Wabup Morowali Iriane Hadiri Rapat Paripurna DPRD 

Minggu, 18 Okt 2026 - 03:12 WIB