dteksinews, Morowali – PT Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) dan PT Bahosua Taman Industri Invesment Group (BTIIG) dihadapkan pada ancaman lumpuh operasional. Aliansi Masyarakat Kawasan Industri (AMKI) memastikan aksi jilid II akan digeber Rabu 6 Mei 2026 di Bungku Barat dengan kekuatan 1000 massa.
Perusahaan dinilai gagal penuhi janji. Koordinator Lapangan AMKI, Ramadan Ponga, menyebut sebagian besar tuntutan warga belum terakomodir. Yang sudah diakomodir pun dinilai “tidak sesuai harapan” dan hanya formalitas.
“Kami menuntut PT IHIP/BTIIG memastikan Alim Hendra benar-benar dipecat. Kalau tidak, massa tidak akan mundur,” tegas Ramadan, Minggu (03/05/2026).
Empat tuntutan yang jadi garis merah AMKI:
1. Copot dan pecat Alim Hendra dari posisi eksternal. AMKI menyebut keberadaannya jadi sumber konflik utama dengan masyarakat.
2. Konsultasi publik ulang wajib libatkan Desa Uedago dan Desa Wata. Proses sebelumnya dituding cacat dan mengabaikan warga pemilik wilayah.
3. Rekrutmen satu pintu untuk semua level. AMKI menuding sistem yang berjalan sekarang sarat titipan dan merugikan pencari kerja lokal.
4. Tolak oknum yang ngaku “utusan khusus Pemda Morowali” di kawasan BTIIG. Kehadiran mereka dianggap memperkeruh situasi dan cari keuntungan pribadi.
Dengan 1000 massa yang sudah dikonsolidasi, aksi jilid II berpotensi menghentikan akses dan aktivitas di kawasan industri. Perusahaan dihadapkan pada pilihan: penuhi tuntutan atau hadapi eskalasi yang bisa menghentikan produksi.
Hidup Rakyat!
Hidup Perjuangan!
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT IHIP belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan massa.














