Gerakan Pemuda Bersatu:Diduga Akibat Aktivitas PT KDR dan PT ABM Sungai Menjadi Keruh 

- Penulis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi  Sungai Solonsa yang keruh dan diduga akibat adanya aktivitas PT.KDR dan PT ABM ,(foto: dok GPB)

 

dteksinews, Morowali- Gerakan Pemuda Bersatu (GPB)  Desa Solonsa meminta kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup Morowali agar segera turun kelapangan dan menindak tegas atas dugaan pencemaran di sungai Solonsa, Kecamatan Witaponda yang diduga akibat adanya aktivitas perusahaan tambang nikel PT Kurnia Deges Raptama( KDR) dan PT Artha Bumi Mineral (ABM).

Seperti kita lihat dalam foto terlihat kondisi air sungai Solonsa sangat keruh, dan bisa mengakibatkan dampak bagi lingkungan dan kesehatan di wilayah Desa Solonsa dan sekitarnya.Kata  Bakit Sulaiman Ketua Bidang hukum politik dan ham Gerakan Pemuda Bersatu melalui keterang tertulisnya, Sabtu(28/3/2026).

Menurutnya, bahwa Sungai yang berada didesa solonsa dikaki lembah gunung pehabala penduduk lokal menyebutnya dengan nama kali batu,salah satu destinasi lokal sebagai tempat favorit untuk melakukan refres dari hiruk pikuk nya kehidupan sosial, tempat inilah yang mereka sering kunjungi sebagai destinasi yang indah dan masih sangat alami.

Namun dari keindahan gunung pehabala dan keasrian hutan dan sungai ada bahaya lingkungan yang mengancam rusaknya destinasi tersebut, dengan hadirnya pertambangan dan industri,sebagai masyarakat lokal dan bermukim disekitar destinasi itu mulai merasa khawatir akan terjadi kerusakan lingkungan alam dan sosial.katanya.

Lanjutnya, jika hal ini tidak dilakukan langkah-langkah kongkrit sebagai pencegahan destinasi itu, sebagai langkah awal, untuk melakukan perlindungan dan menjaga kelestariannya agar tetap baik,sebagian masyarakat pribumi.

Baca Juga:  Pemkab Morowali Dorong Penguatan Posyandu Terpadu Melalui Rakor Tim Pembina  

Mereka tidak menyadari dan merasa bodoh dengan hadirnya korporasi hilirisasi pertambangan secara ugal ugalan dalam pengelolaan sumber daya alam yang tidak mempertimbangkan kearifan lokal dan mengedepankan asas kemanusiaan dipastikan ancaman tersebut sangat nyata akan terjadi dikemudian hari.

Untuk menjaga dan melestarikan peninggalan leluhur memang kita harus melakukan berbagai upaya dan langkah kongkrit agar kearifan lokal dan lapisan sosial selama ini cukup harmonis keseimbangan alam dan iklim lingkungan dan sosial tetap terjaga dengan baik.ucapnya

Ia menabahkan, sebagai masyarakat dalam hal ini telah melakukan pendekatan-pendekatan kepihak-pihak yang perduli terhadap lingkungan hidup, disalah satu titik kami bertemu dengan salah satu ormas yang bernama GERAKAN PEMUDA BERSATU (GPB), organisasi inilah kedepan akan dijadikan salah satu wadah perjuangan yang akan menjaga kearifan lokal tersebut, sehingga mereka menyikapi dengan dan menyatakan sikap.

“Kami dari gerakan pemuda bersatu (GPB) akan melakukan berbagai upaya untuk menghindari ancaman dan memastikan ancaman pengrusakan lingkungan sumber-sumber kehidupan masyarakat tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat itu tidak terjadi,” Pungkasnya.

Ditempat lain, pihak redaksi berusaha untuk konfirmasi terkait masalah ini kepada pihak Manajemen PT Artha Bumi Mineral dan PT Kurnia Deges Raptama tidak mendapatkan nomor kontak hingga berita ini tayang. (Pri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sinergi Bersama Pemerintah, IMIP Wujudkan Kawasan Industri Berkelanjutan
PT.FMI Memakan korban, Karang Taruna Desa Bete-Bete  Soroti Minimnya  Penerapan K3 Perusahaan 
Tragedi Kecelakaan Kerja PT FMI, GRD Desak Penegak Hukum Usut Tuntas Penerapan K3 
Buruan Daftar! Kuota M-Paspor April Resmi Dibuka Hari Ini, Jangan Sampai Kehabisan!
Pasca Libur , Pegawai Dishub Morowali Malas Masuk Kantor 
Usai Cuti Lebaran Idulfitri,Pegawai Kantor Bupati Morowali Malas Masuk Kantor 
Sepele Tapi Berisiko: Paspor Rusak Bisa Hambat Perjalanan Anda
Gempa M 7,6 Guncang Kepulauan Tonga, Picu Peringatan Tsunami
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:08 WIB

Gerakan Pemuda Bersatu:Diduga Akibat Aktivitas PT KDR dan PT ABM Sungai Menjadi Keruh 

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:58 WIB

Sinergi Bersama Pemerintah, IMIP Wujudkan Kawasan Industri Berkelanjutan

Jumat, 27 Maret 2026 - 10:53 WIB

PT.FMI Memakan korban, Karang Taruna Desa Bete-Bete  Soroti Minimnya  Penerapan K3 Perusahaan 

Jumat, 27 Maret 2026 - 10:00 WIB

Tragedi Kecelakaan Kerja PT FMI, GRD Desak Penegak Hukum Usut Tuntas Penerapan K3 

Jumat, 27 Maret 2026 - 05:08 WIB

Buruan Daftar! Kuota M-Paspor April Resmi Dibuka Hari Ini, Jangan Sampai Kehabisan!

Berita Terbaru