Undang Sejumlah Mantan Menteri Luar Negeri dan Wakil, Presiden Prabowo Ajak Berdiskusi 

- Penulis

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto Ajak Berdiskusi mantan Menteri dan Wakil Menteri Luar Negeri,(foto:ist)

 

 

 

dteksinews, Jakarta-Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wakil Menteri Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI dalam rangka berdiskusi mengenai situasi politik luar negeri Indonesia, di Istana Merdeka, pada Rabu, 4 Februari 2026.

Dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo menyampaikan beberapa penjelasan, sekaligus mendengarkan masukan serta menjawab beberapa pertanyaan dari para tokoh yang hadir.

 

Inti dari pertemuan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Presiden menjelaskan bahwa setiap diplomasi luar negeri yang beliau lakukan, selalu mengutamakan pencapaian yang konkret untuk bangsa Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari beberapa hal penting yang telah dicapai dalam 1 tahun terakhir ini:

a. Indonesia bergabung dengan BRICS, yang beranggotakan, di antaranya Brasil, Rusia, Tiongkok, dan India yang merupakan kekuatan ekonomi dunia.

b. Penetapan tarif dagang 0% di 27 negara Uni Eropa.

c. Kesepakatan pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi di mana Indonesia akan mempunyai fasilitas sendiri, khusus bagi jemaah haji Indonesia.

Baca Juga:  Dukung Hanpangan, Babinsa 1311-02  Mendampingi  Petani 

d. Indonesia turut mencatat sejarah dengan ikut menandatangani perjanjian perdamaian Palestina yang diinisiasi AS. Pascapenandatanganan perjanjian, jumlah konflik dan korban pun telah berkurang signifikan.

e. Dan berbagai hasil konkret lainnya.

2. Mengenai Board of Peace :

a. Keanggotaan bersifat tidak bersifat tetap. Indonesia sewaktu-waktu dapat menarik diri dari keanggotaan.

b. Mengenai biaya USD 1 miliar, adalah untuk dana rekonstruksi Gaza, dan tidak bersifat wajib.

– Saat ini Indonesia resmi bergabung bersama 7 negara besar dengan mayoritas penduduk beragama Islam lainnya, yakni Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, UAE, dan Pakistan.

– Para negara anggota boleh membayar atau tidak. Jika membayar maka akan menjadi anggota tetap. Namun bila tidak membayar, maka keanggotaan akan berlangsung selama 3 tahun. Saat ini, Indonesia belum membayar.

c. Keikutsertaan Indonesia merupakan langkah konkret untuk turut serta secara langsung dalam mengurangi peperangan di Palestina, dan bukan hanya sebatas ikut konferensi, rapat, diskusi, atau pertemuan resmi. (*/dteksinews )

Sumber: Setkab

Editor:Supriyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas,Bahas Kebijakan Ekonomi  dan Energi 
Presiden Prabowo Gelar Bazar Rakyat di Monas, Ajak Warga Rayakan Idulfitri dalam Kebersamaan
Seskab  Terima Kunjungan  Menteri  Komunikasi dan Digital, Bahas PP Tunas 
Presiden Prabowo  Terima Kunjungan,Minister of State Security  RRT  Chen Yi Xin
Presiden Prabowo Menerima Ray Dalio di Istana Merdeka 
Panglima TNI Tinjau Kecanggihan KRI Prabu Siliwangi-321 Yang Tiba dari Italia
Presiden Prabowo Instruksikan Pembangunan Hunian Layak bagi Warga di Pinggir Rel
Panglima TNI Anugerahkan KPLB Prajurit TNI Berprestasi Juara Pertama Hafalan 30 Juz Al Quran
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:56 WIB

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas,Bahas Kebijakan Ekonomi  dan Energi 

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:02 WIB

Presiden Prabowo Gelar Bazar Rakyat di Monas, Ajak Warga Rayakan Idulfitri dalam Kebersamaan

Jumat, 27 Maret 2026 - 22:38 WIB

Seskab  Terima Kunjungan  Menteri  Komunikasi dan Digital, Bahas PP Tunas 

Jumat, 27 Maret 2026 - 12:35 WIB

Presiden Prabowo  Terima Kunjungan,Minister of State Security  RRT  Chen Yi Xin

Jumat, 27 Maret 2026 - 12:08 WIB

Panglima TNI Tinjau Kecanggihan KRI Prabu Siliwangi-321 Yang Tiba dari Italia

Berita Terbaru