Upacara Hari Pahlawan di Morowali, Berlangsung Hikmad

- Penulis

Senin, 10 November 2025 - 03:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews, Morowali- Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali baru saja melaksanakan upacara peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember 2025 , dan berlangsung cukup hikmad

Upacara dilaksanakan Ajungan Matano, Kelurahan Matano, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, dan bertindak sebagai Inspektur upacara Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas, Komandan upacara Letda Laut Sutrisno.

Hadir pula dalam upacara peringatan Hari Pahlawan, Ketua DPRD Morowali Herdianto Marzuki, Kapolres Morowali AKBP Zulkarnain, Dandim 1311 Morowali Letkol Inf Abraham S.Panjaitan yang diwakili Kasdim 1311 Mayor Nofry Poli, Danyon 825 Garuda Yudha Sakti Letkol Inf Alkomar, seluruh Kepala OPD, para peserta upacara dan hadirin undangan.Senin(10/11/2025)

Selanjutnya, Inspektur upacara Iriane Iliyas, membacakan sambutan Menteri Sosial RI Syaifullah Yusuf .

Hari ini, di bawah langit Indonesia yang Merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa. Mereka bukan sekedar nama yang terukur di batu Nusantara,melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga ahari ini.

Dari Surabaya hingga Banda Aceh , dari Ambarawa hingga Biak, mereka berjuang bukan demi dirinya sendiri, tetapi demi masa depan bangsa bahkan belum yang mereka kenal, ya itu kita semua yang berdiri di sini hari ini.

Para pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan,tidak jauh dari langit. Kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan.Ucapnya.

Lanjutnya, karenanya, ada tiga hal yang harus kita teladani dari para pahlawan bangsa:

Pertama , kesabaran para pahlawan bangsa.

Mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. Mereka tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan dan jalan perjuangan.

Dari kesabaran itulah, lahir kemenangan karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa tetapi di tempat oleh waktu dan keikhlasan.

Kedua, semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya.

Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak merebut jabatan, tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah.

Baca Juga:  Hut Ke-80, Pemdakab Morowali Gelar Upacara Peringatan Kemerdekaan 

Mereka justru kembali ke rakyat, mengajar membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian.

Si situlah letak kehormatan sejati: bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan.

Ketiga, pandangan jauh ke depan.

Para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang, untuk kemakmuran bangsa yang mereka cintai. Dan menjadikan perjuangan ini sebagai bagian dari ibadah, darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam. Menyerah berarti meninggalkan amanat kemanusiaan.

Ini adalah modal besar bagi generasi kita saat ini. Semangat perjuangan yang pantang menyerah, adalah kekuatan bagi kita dan generasi mendatang untuk meneruskan cita-cita para pahlawan yang selama ini telah ditunaikan.katanya

Di masa kini, perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati dan pengabdian. Namun semangatnya tetap sama; membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satupun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan.

Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.

Hari ini, mari kita bersyukur dan berjanji: bahwa kemerdekaan ini tidak akan sia-sia. Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita, bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus.

Sebagaimana para pahlawan yang telah memberikan segalanya untuk Indonesia, maka kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam.Dengan bekerja bergerak dan berdampak.

” Pahlawanku Teladanku Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan” Tutupnya.

Selanjutnya , Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas bersama Forkopimda melakukan penaburan bunga di Jembatan Bangka Pusu, sebagai tanda menghormati para jasa Pahlawan yang telah gugur mendahului kita.(pri)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kuasa Hukum Daeng Mapoji” Somasi” PT Freenow Food Industry 
Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Polres Morowali Gelar Grasstrack Balap Manol 
Tiba di Tanimbar, Pangdam Pattimura Bersama Forkopimda Maluku Kawal Langkah Awal Sejarah Blok Masela
Buka Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026, Presiden Prabowo Ajak Kampus Jadi Motor Kemandirian Ekonomi
Satreskrim Polres Morowali Utara, Tangkap  Pelaku Pembunuhan di Desa Era 
130 Anak Ikuti Sunat Massal Gratis yang Digelar Petrosea 
PN Poso Tolak Gugatan Rumah Sakit Pepakulia di Morowali 
37 Anggota OPM Kodap IV Sorong Raya Kembali ke Pangkuan NKRI
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:39 WIB

Kuasa Hukum Daeng Mapoji” Somasi” PT Freenow Food Industry 

Minggu, 28 Juni 2026 - 02:19 WIB

Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Polres Morowali Gelar Grasstrack Balap Manol 

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:41 WIB

Tiba di Tanimbar, Pangdam Pattimura Bersama Forkopimda Maluku Kawal Langkah Awal Sejarah Blok Masela

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:28 WIB

Buka Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026, Presiden Prabowo Ajak Kampus Jadi Motor Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 08:29 WIB

Satreskrim Polres Morowali Utara, Tangkap  Pelaku Pembunuhan di Desa Era 

Berita Terbaru