Komitmen pada Keberlanjutan, PT Vale Melaju Bersama Proyek Pengembangan di Luwu Timur

- Penulis

Rabu, 16 April 2025 - 02:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews  Sorowako – Sebagai salah satu perusahaan nikel terbesar di Indonesia, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) senantiasa menunjukkan komitmen keberlanjutannya dalam beroperasi.

Selama 56 tahun berkarya di Luwu Timur, PT Vale terus berupaya untuk memberikan kontribusi yang baik untuk negara. Salah satunya melalui proyek pengembangan Sorowako Limonite Ore (Sorlim) sebagai upaya penambangan bijih kadar rendah (limonite) yang sebelumnya dikategorikan sampah yang tidak diolah menjadi sebuah produk nikel Mixed Hydroxite Precipitet dengan menggunakan smelter High Pressure Acid Leaching (HPAL).

Invoasi keberlanjutan ini dipaparkan lebih rinci dalam Halalbihalal bersama Media Luwu Raya, Selasa (15/4/2025). Di hadapan rekan media, Ridwan Banda, Manager of Construction Sorowako Limonite Ore Project menyatakan bahwa, proyek ini menjadi bagian dari visi keberlanjutan PT Vale di Blok Sorowako.

”Proyek Sorlim mendukung rencana pencapaian netralitas karbon di tahun 2050. Harapannya dengan pengembangan teknologi pengolahan bijih nikel limonit, kontribusi terhadap lingkungan, pemberdayaan ekonomi lokal, dan konservasi mineral berkelanjutan terus diupayakan oleh perusahaan,” ujar Ridwan.

Saat ini, proyek Sorlim sedang dalam penyelesaian fase konstruksi yang melibatkan lima kontraktor lokal dengan total 90% pekerja lokal Luwu Timur. Hal ini sejalan dengan komitmen PT Vale untuk terus memberdayakan talenta lokal. Tidak hanya itu, komitmen keberlanjutan kami tunjukkan dengan pembangunan fasilitas waste segragation untuk memastikan operasi ramah lingkungan.

Tidak hanya memperkenalkan Sorlim, PT Vale juga akan mengembangkan proyeknya di wilayah Tanamalia. Saat ini, proyek Tanamalia sedang dalam tahapan studi eksplorasi yang menjadi acuan sebelum penambangan dimulai.

”Misi keberlanjutan yang dipegang perusahaan juga kami bawa ke Tanamalia. Operasi yang kami lakukan tidak lepas dari membuka ruang dialog bersama stakeholder pemerintah dan masyarakat. Saat ini pihak manajemen sedang melakukan diskusi dengan Bupati Luwu Timur untuk mewujudkan transparansi informasi terkait perencanaan proyek,” ucap Frans Attong, Operational Readiness Tanamalia.

Baca Juga:  Kunjungan Edukatif, PT Vale Jadi Pilihan Belajar Pengelolaan Lingkungan untuk Pelajar Sekolah Dasar

Lebih lanjut Frans menjelaskan secara khusus untuk persiapan kegiatan eksplorasi, tim proyek Tanamalia telah melakukan perekrutan tenaga kerja lokal Loeha Raya. Ia mengatakan sebanyak 250-an tenaga kerja lokal Loeha Raya diberdayakan dalam tahapan ini.

Tidak hanya persiapan di area teknis, tim proyek juga menerapkan mekanisme saran dan keluhan (grievance mechanism). Upaya ini dilakukan perseroan untuk memastikan aspirasi masyarakat Loeha Raya bisa didengar dan ditanggapi dengan baik oleh manajemen PT Vale.

Mekanisme ini dilakukan dalam bentuk kotak saran dan keluhan yang diletakkan di area yang ramai dikunjungi masyarakat Loeha Raya, yakni Puskesmas Bantilang, Kantor Desa Loeha dan Desa Rante Angin. Selain kotak saran, PT Vale juga memiliki nomor WhatsApp 081144407204 dan email khusus yang siap menampung aspirasi masyarakat yakni PTVI.grievance.Tanamalia@vale.com. Selain itu, aspirasi bisa dikirimkan dalam bentuk surat fisik ke Kantor Departemen Eksternal Relations PT Vale di Sorowako.

”Kami berkomitmen untuk melibatkan masyarakat. Proyek PT Vale tidak hanya mencari keuntungan bisnis semata, tetapi berkomitmen pada kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan,” jelas Frans.

Komitmen pada keberlanjutan PT Vale ini dipertegas dengan diraihnya PROPER Emas dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di tahun 2024. Penghargaan tertinggi untuk perusahaan dengan kinerja pelestarian lingkungan dan pengembangan masyarakat terbaik ini, menjadikan PT Vale tidak hanya menegaskan posisinya sebagai pelopor industri tambang berkelanjutan, tetapi juga sebagai katalis perubahan global untuk masa depan yang lebih hijau dan inklusif.(*/PRI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ada Proyek Tambang Nikel Baru, Vale Targetkan Operasional di 2029
Harga Sulfur Melejit, Ini Strategi Vale Jaga Operasional Smelter
PT Vale,Periode Revisi RKAB Nikel 2026 Selesai 
Vale Punya 3 Megaproyek Smelter Rp155 Triliun, Ini Informasi Terbarunya
NTT Digocang Gempa Bumi 7,7 Magnitude 
Bupati Morowali Sampaikan Pendapat Akhir KUA-PPAS 2027 dan Perubahan KUA-PPAS 2026
Bupati Iksan Kukuhkan Paskibraka Kabupaten Morowali Tahun 2026
DPRD dan Pemkab Morowali Gelar Rapat Paripurna Masa Persidangan III
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:54 WIB

Ada Proyek Tambang Nikel Baru, Vale Targetkan Operasional di 2029

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:41 WIB

Harga Sulfur Melejit, Ini Strategi Vale Jaga Operasional Smelter

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:24 WIB

PT Vale,Periode Revisi RKAB Nikel 2026 Selesai 

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:58 WIB

Vale Punya 3 Megaproyek Smelter Rp155 Triliun, Ini Informasi Terbarunya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:48 WIB

NTT Digocang Gempa Bumi 7,7 Magnitude 

Berita Terbaru

Berita

PT Vale,Periode Revisi RKAB Nikel 2026 Selesai 

Sabtu, 15 Agu 2026 - 11:24 WIB

Bencana

NTT Digocang Gempa Bumi 7,7 Magnitude 

Sabtu, 15 Agu 2026 - 07:48 WIB