YAMMI Mendesak Polda Sulteng, Usut Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen IUP oleh PT BDW 

- Penulis

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews, Palu-Yayasan Masyarakat Madani Indonesi atau YAMMI Sulteng mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah untuk bertindak profesional dalam menangani kasus dugaan pemalsuan dokumen yang melibatkan PT Bintang Delapan Wahana (BDW).

Desakan ini muncul setelah Polda Sulteng menetapkan FMI alias F sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Direktur Kampanye YAMMI Sulteng, Africhal menjelaskan bahwa pada 13 Mei 2024, Polda Sulteng telah menetapkan FMI alias F sebagai tersangka pemalsuan dokumen.

FMI dijerat Pasal 263 ayat (1) KUHP karena diduga terlibat dalam pembuatan atau pemalsuan surat Dirjen Minerba Nomor 1489/30/DBM/2013 tentang Penyesuaian IUP Operasi Produksi tertanggal 3 Oktober 2013.

Penetapan ini tertuang dalam Surat Penetapan Tersangka FMI pada Dirreskrimum Polda Sulteng Nomor: B/256/V/RES.1.9/2024/Ditreskrimum, tanggal 13 Mei 2024. FMI sendiri telah ditahan sejak 3 Juli 2024 hingga 23 Juli 2024.

Kasus ini, menurut Africhal, dilaporkan oleh PT Artha Bumi Mining pada 13 Juli 2023.

Baca Juga:  Tingkatkan Kualitas Hidup dan Membangun Mase Depan Lebih Baik, Vale Runners Meriahkan Euforia Makassar Half Marathon: Berlari untuk Olahraga dan Menghargai Bumi

Bermula ketika PT Artha Bumi Mining melaporkan dugaan pemalsuan Surat Dirjen Minerba Nomor 1489/30/DBM/2013 yang berisi permintaan penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) atas nama PT Bintang Delapan Wahana (BDW).

Dengan bermodalkan surat tersebut, PT Bintang Delapan Wahana kemudian mengajukan perpindahan lokasi IUP dari Kabupaten Konawe ke Kabupaten Morowali.

Selanjutnya, PT Bintang Delapan Wahana mengajukan IUP Operasi Produksi kepada Bupati Morowali, yang pada 7 Januari 2014 menerbitkan surat IUP OP untuk PT Bintang Delapan Wahana.

Polemik muncul karena IUP milik PT Bintang Delapan Wahana menyebabkan tumpang tindih dengan lima IUP perusahaan lain, termasuk milik PT Artha Bumi Mining, PT Daya Inti Mineral, dan PT Daya Sumber Mining Indonesia.

Sejak awal, IUP milik ketiga perusahaan tersebut berada di Morowali, sementara IUP PT Bintang Delapan Wahana awalnya berlokasi di Konawe.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Imigrasi Layani Paspor di MPP Morowali Utara Tanggal 02 Oktober 2026
Kontribusi Tanggap Darurat di NTT, Vale Indonesia Terima Penghargaan Kementerian ESDM 
Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Gantikan Listyo Sigit Prabowo Siang Ini
Hari Kesaktian Pancasila, Iksan Tekankan Pentingnya Menjaga Tradisi Upacara
Piala Bupati Rampung, Fokus Morowali Beralih ke Persiapan Porprov
FORBES Morowali Tegas Dukung Kepmen ESDM No.365.K/2026: Dukung Keperpihakan Pengusaha Lokal dan Ketegasan Batasi Afiliasi Perusahaan Tambang 
Bea Cukai Morowali Gelar Forum Konsultasi Publik 2026, Serap Masukan Pengguna Layanan
Rakornas Bidang Politik dan Keamanan KADIN Indonesia, Bamsoet Tegaskan Ekonomi Kuat, Dunia Usaha Aman, Pertahanan Mandiri Jadi Kunci Kedaulatan Nasional
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Imigrasi Layani Paspor di MPP Morowali Utara Tanggal 02 Oktober 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kontribusi Tanggap Darurat di NTT, Vale Indonesia Terima Penghargaan Kementerian ESDM 

Kamis, 1 Oktober 2026 - 04:42 WIB

Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Gantikan Listyo Sigit Prabowo Siang Ini

Kamis, 1 Oktober 2026 - 01:57 WIB

Hari Kesaktian Pancasila, Iksan Tekankan Pentingnya Menjaga Tradisi Upacara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 01:53 WIB

Piala Bupati Rampung, Fokus Morowali Beralih ke Persiapan Porprov

Berita Terbaru