PP Muhammadiyah Melalui LHKP Gelar FGD di Morowali “Dampak Industri Tambang terhadap Munculnya Penyakit Masyarakat”

- Penulis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DISKUSI:Pimpinan Pusat Muhammadiyah Melalui Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik ( LHKP) menggelar Forum  Group Discussion ( FGD) di Morowali dengan tema “Dampak Industri Tambang terhadap Munculnya Penyakit Masyarakat”,(FOTO:IST)


 

dteksinews, Morowali – Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) serta Majelis Hukum dan HAM (MHH) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Dampak Industri Tambang terhadap Munculnya Penyakit Masyarakat” di Aula Hotel Metro, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan itu melibatkan Pemerintah Kabupaten Morowali, DPRD Morowali. Hadir pula tokoh adat, pemerhati sosial, tokoh Masyarakat dan akademisi, unsur pimpinan Muhammadiyah Sulteng, dan pimpinan daerah se Sulteng, serta pemangku kepentingan lainnya.

FGD dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum, Afridin, S.H., M.SA, mewakili Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf.

Dari Muhammadiyah, yang hadir saat itu, Ketua PP Muhammadiyah HM. Busyro Muqoddas, ketua LHKP PP Muhammadiyah, Prof Ridho Al-Hamdi, yang juga Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta serta Ketua MHH PP Muhammadiyah, Trisno Raharjo.

Ridho Al-Hamdi mengatakan, FGD tersebut bukan sekadar mengidentifikasi persoalan di kawasan industri, tetapi juga membangun dialog berbasis data untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan, kesehatan masyarakat dan nilai-nilai kemanusiaan.

Sementara itu, Busyro Muqoddas menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat dan warga dalam mengantisipasi dampak aktivitas industri yang ada di Morowali.

Baca Juga:  BRI Apresiasi Agen BRILink Berprestasi Melalui Program THR BRILink 2026, Agen Surmila Raih Hadiah Top Up Saldo e-Wallet Rp2,5 Juta

“Setiap persoalan, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, dan kehidupan sosial, harus dipandang sebagai tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Busyro juga menyatakan Muhammadiyah siap memberikan pendampingan kepada Pemkab Morowali melalui kajian akademik, pendampingan kebijakan dan rekomendasi strategis.

Sementara Asisten III Pemkab Morowali Afridin mengapresiasi inisiatif Muhammadiyah dengan menggelar FGD tersebut. Ia mengakui sektor pertambangan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, investasi, lapangan kerja dan pembangunan infrastruktur. Namun, pembangunan tersebut harus diikuti perhatian terhadap kualitas hidup masyarakat.

“Keberhasilan pembangunan tidak boleh hanya diukur dari besarnya nilai investasi, tetapi juga dari sehat atau tidaknya masyarakat yang hidup di sekitar kawasan industri,” katanya.

Dalam diskusi, sejumlah persoalan turut mengemuka, di antaranya kualitas lingkungan, kasus ISPA, perubahan sosial, layanan kesehatan serta hubungan antara perusahaan dan masyarakat.

Perwakilan DPRD Morowali sekaligus Ketua Kerukunan Masyarakat Kecamatan Bahodopi, Yopi Sabara, turut menyampaikan masukan berdasarkan kondisi masyarakat di kawasan lingkar tambang Bahodopi.

FGD tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis bagi pemerintah, perusahaan dan masyarakat untuk mendorong pembangunan industri yang produktif, sehat, aman, berkeadilan dan berkelanjutan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dapur SPPG di Morowali,Diduga Belum Penuhi Standar IPAL
Staf Ahli Bid. Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Dorong Mahasiswa Baru PSDKU Untad Jadi Generasi Tangguh dan Berdaya Saing
Morowali Diperas Industri Dan Dipinggirkan Regulasi: Pemda Jangan Ompong, Penakut, dan Sekadar Jadi Penonton!!! 
TNI AD dan Empat Pemda Sepakati Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi
Smelter Raksasa Bahan Baku Baterai EV Mulai Beroperasi di Sultra!
Bupati Iksan Sambut Kunjungan Gubernur Sulteng dan Chairul Tanjung di Neo Energy
BPK Tegaskan Peran Imigrasi dalam Menjaga Kedaulatan Negara
Ketua FORBES  Morowali Abd Jamil: Morowali  Jadi Pusat Smelter  Nikel, Tapi  Tak Diakui Sebagai Daerah Pengolah Dan DBH Masih Belum Berkeadilan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:22 WIB

PP Muhammadiyah Melalui LHKP Gelar FGD di Morowali “Dampak Industri Tambang terhadap Munculnya Penyakit Masyarakat”

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 04:44 WIB

Dapur SPPG di Morowali,Diduga Belum Penuhi Standar IPAL

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 04:17 WIB

Staf Ahli Bid. Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Dorong Mahasiswa Baru PSDKU Untad Jadi Generasi Tangguh dan Berdaya Saing

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 03:09 WIB

Morowali Diperas Industri Dan Dipinggirkan Regulasi: Pemda Jangan Ompong, Penakut, dan Sekadar Jadi Penonton!!! 

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:19 WIB

TNI AD dan Empat Pemda Sepakati Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi

Berita Terbaru

Berita

Dapur SPPG di Morowali,Diduga Belum Penuhi Standar IPAL

Sabtu, 8 Agu 2026 - 04:44 WIB