Wakil Perdana Menteri  Malaysia, Keturunan orang  Yogyakarta 

- Penulis

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahmad Zahid berbaju batik bersama Presiden Prabowo Subianto,(foto:ist)

 

dteksinews, Jakarta-Dialah Ahmad Zahid Hamidi, Wakil Perdana Menteri Malaysia yang ayah-ibunya orang Kulonprogo dan Ponorogo, pernah menghadapi 47 dakwaan.Selasa(10/3/2026)

“Ayah saya dari Kulonprogo, Jogja, ibu saya dari Ponorogo. (Kula) tiang Jawi. Dulur-dulurku seko Wates, Kulonprogo, seko Jogja, kabaripun? Muga-muga sehat wal afiat.”

Kalimat itu akan biasa saja jika keluar dari mulut orang Jakarta atau Bandung atau Palembang atau Medan, misalnya. Tapi menjadi menarik, bahwa itu keluar dari seorang Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, dalam sebuah wawancara dengan TV One beberapa saat yang lalu.

Benar, Ahmad Zahid Hamidi, meskipun berkebangsaan Malaysia dan bahkan sekarang menjadi orang nomor dua di Negeri Jiran itu, dia ternyata keturunan Jawa, persisnya Kulonprogo di Yogyakarta dan Ponorogo di Jawa Timur.

Ahmad Zahid Hamidi dilantik sebagai Wakil Perdana Menteri Malaysia pada Sabtu, 3 Desember 2022 lalu. Dia ditunjuk langsung oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.

Meski begitu, penunjukannya ternyata menimbulkan kontroversi. Bagaimana tidak, dia ketika itu ternyata tengah menghadapi 47 dakwaan, 12 karena pelanggaran kepercayaan (CBT), 8 karena korupsi, dan 27 karena pencucian uang yang melibatkan puluhan juta ringgit Malaysia milik Yayasan amal Yayasan Akalbudi (YAB).

Baca Juga:  Kunjungan Kerja Panglima Pertama Devisyen Tentera Darat Malaysia (TDM) ke Pos Gabungan Malaysia (Gabma) Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonzipur 5/ABW 

Tak hanya itu, ketika itu Ahmad Zahid juga rangkap jabatan. Selain sebagai Wakil Perdana Menteri, juga sebagai Menteri Pembangunan Pedesaan dan Regional Malaysia.

Ahmad Zahid lahir pada 4 Januari 1953 di Kampung Sungai Nipah Darat, Bagan Datuk, Perak, Malaysia. Dia adalah anak pertama dari 9 bersaudara.

Ayahnya, Raden Hamidi Abdul Fatah, adalah seorang pria asal Kulonprogo, Yogyakarta, yang merantau ke Federasi Malaya pada 1932. Sementara sang ibu, Tuminah Abdul Jalil, asli Ponorogo, Jawa Timur. Tak heran jika Ahmad Zahid masih bisa berbicara bahasa Jawa halus, karena diajarkan orangtuanya.

Zahid juga punya ayah angkat, seorang pria keturunan Tionghoa bernama Chen Jin Ting yang berprofesi sebagai penjual es krim. Ketika mendapat tuduhan bahwa dirinya anti-Tionghoa, dia enteng saja menjawab: “Apakah saya anti-Tionghoa ketika saya punya ayah angkat seorang Tionghoa?”(*/dteksinews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uji Sidang Terbuka Doktoral Ilmu Kepolisian PTIK tentang Bahaya Radikalisme di Tubuh Polri, Bamsoet Dorong Penguatan Ideologi di Polri
Presiden Prabowo  Pimpin  Rapat Terbatas Kabinet Merah Putih 
Demokrasi Indonesia Butuh Fondasi Kuat, Bamsoet Tekankan Pembenahan Partai Politik
Panglima TNI Minta, Dansat Berinovasi Dalam  Pembinaan Satuan 
Bamsoet Apresiasi, Pengukuhan Mantan Ketua Mahkamah Konsitusi Arief Hidayat Sebagai Profesor Emeritus Bidang Hukum Tata Negara di Universitas Borobudur
Cadangan Nikel Vale 1,18 M Ton, Bisa Ditambang Sampai 20 Tahun
Dibawah Guyuran Hujan, Kasad Lantik 1.202 Perwira Remaja Diktukpa TNI AD Gelombang I TA 2026
May Day 2026, Presiden Prabowo  Bersama Ribuan Buruh 
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:03 WIB

Uji Sidang Terbuka Doktoral Ilmu Kepolisian PTIK tentang Bahaya Radikalisme di Tubuh Polri, Bamsoet Dorong Penguatan Ideologi di Polri

Rabu, 6 Mei 2026 - 02:23 WIB

Demokrasi Indonesia Butuh Fondasi Kuat, Bamsoet Tekankan Pembenahan Partai Politik

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:01 WIB

Panglima TNI Minta, Dansat Berinovasi Dalam  Pembinaan Satuan 

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:00 WIB

Bamsoet Apresiasi, Pengukuhan Mantan Ketua Mahkamah Konsitusi Arief Hidayat Sebagai Profesor Emeritus Bidang Hukum Tata Negara di Universitas Borobudur

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:21 WIB

Cadangan Nikel Vale 1,18 M Ton, Bisa Ditambang Sampai 20 Tahun

Berita Terbaru

Nasional

Presiden Prabowo Terima Laporan Percepatan Reformasi Polri

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:29 WIB