Ketua GRD-KK Moorowali Desak Dinas Kesehatan, Direktur RSUD dan Puskesmas Bahomotefe Dicopot dari Jabatanya

- Penulis

Rabu, 26 November 2025 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews, Morowali-Gerakan Revolusi Demokratik Komite Kabupaten Morowali (GRD KK-MOROWALI), Desak Kepala Dinas Kesehatan, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Morowali (RSUD) dan Kepala Puskesmas Bahomotefe untuk dicopot dan segera Bertangung jawab atas meninggalnya bayi dari Ibu Ramdana. pemulihan kondisi mental dan kesehatan fisik hingga pemenuhan hak-hak korban secara hukum harus secepatnya dipenuhi. Rabu/26/11/25.

Pihak RSUD Bungku dan Puskesmas Bahomotefe, stop lakukan pembelaan, jagan ada saling lempar tanggung jawab. apalagi bicara terkait kewenangan masing-masing ini semua hanya penyampain pembenaran saja. Kami dari GRD KK-Morowali Menegaskan kepada RSUD dan Puskesmas bertanggung jawab karena ini urusan nyawa yang kita tidak inginkan terus berulang. Jika tidak mampu segera mundur dari jabatan jagan korbankan masyarakat kecil. Ungkap Amrin sebagai Ketua GRD KK-MOROWALI.

“Kejadian ini menunjukan betapa buruknya pelayanan yang ada di RSUD Morowali, urusan nyawa masi terus mempersoalkan mekanisme administrasi dan lain-lain sementara urusan administrasi tak seimbang dengan nyawa satu orang”

Amrin juga menyampaikan bahwa kasus ini harus diseriusi oleh seluruh instansi. khusunya Aparat Penegak Hukum (APH)

Agar tindakan penanganan Dokter yang melanggar hukum segera ditindaki. sehingga masalah seperti ini tak terus berulang, Karena perihal yang seperti ini sering dialami pasien di RSUD Morowali dan PUSKESMAS. bahkan beberapa waktu terahir terjadi kejadian sama seperti ini.

Amrin juga menambahkan, hampir semua keluhan disebabkan dari banyaknya mekanisme yang harus dilalui pasien. inilah mengakibatkan lambatnya penanganan sehingga berimbas pada kondisi pasien, kita ingin pihak RSUD dan jajaran puskesmas mengutamakan keselamatan bukan administrasi karena urusan pasien urusan nyawa seseorang harus diselamatkan bukan mekanisme administrasi diutamakan yang hanya mengutamakan kebutuhan komersial.

Baca Juga:  Babinsa Koramil 1311-03 Petasia, Tekankan Pentingnya Kamtibmas Jelang Pilkada

“RSUD dan Puskesmas belum menunjukan sikap serius mereka untuk berbenah dari setiap kejadian yang terus berulang leboh ironis dalam RDPU kemarin dokter spesialis saja tidak hadir dan ini sama sekali sikap tidak merasa bersalah terhadap korban”

Amrin juga meminta keseriusan bupati dalam mewujudkan program kesehatan yang menjadi visi membawa morowali mendapatkan pelayanan kesehatan maksimal dari jemput sakit pulang sehat. faktanya program ini berbanding terbalik, yang ada justru jemput sehat pulang meninggal. Dalam tujuan kesehatan melalui program bupati morowali pada faktanya masayarakat masi kesulitan akses untuk mendapatkan pelayanan baik dari pihak RSUD bahkan sampai ada pasien kehilangan anaknya.

Terakhir Amrin menegaskan jika kepala dinas kesehat dan direktur RSUD bersama kepala Puskesmas di seluruh kecamatan tidak segera mengambil sikap dan berikan kebijakan pelayanan yang baik merata kepada masyarakat kurang mampu tanpa harus memandang status sosial maka tidak layak untuk dipertahankan dna bupati harus melihat ini sebagai masalah sosial yang menyulitkan rakyat kecil.

Ia juga meminta Bupati Morowali segera copot Direktur RSUD Morowali, hentikan dokter spesialis atau dokter yang menyakibatkan kehilangan nyawa bayi dalam kasus ini. Jika dalam waktu dekat seluruh pihak terkait tidak mengambil sikap tegas kami dari GRD KK-Morowali akan melakukan perlawanan terhadap sistem kesehatan yang penuh komersialisasi ini, khusunya di RSUD Morowali. Sebab nyawa satu orang tidak sebanding dengan aturan dan administrasi apapun. Tegas Sikap kami dari GRD KK-Morowali jika tidak mampu segera mundur dari jabatan dan alasan apapun Direktur RSUD dan kepala Puskesmas harus segera di copot.(*/dteksinews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satreskrim Polres Morowali Utara, Tangkap  Pelaku Pembunuhan di Desa Era 
130 Anak Ikuti Sunat Massal Gratis yang digelar Petrosea 
PN Poso Tolak Gugatan Rumah Sakit Pepakulia di Morowali 
37 Anggota OPM Kodap IV Sorong Raya Kembali ke Pangkuan NKRI
Bati Koramil 1311-09/Bahodopi Hadiri Majelis Akbar Peringatan Tahun Baru Islam
KemenHAM Sulawesi Tengah Gelar Pembinaan Kepatuhan dan Penguatan Kapasitas HAM di Morowali
Pemkab Morowali Gelar Sosialisasi Posbankum di 133 Desa/Kelurahan, Perkuat Akses Bantuan Hukum bagi Masyarakat
HLH Sedunia,PT Vale Bersama SMKN 9 Kolaka Tanam Pohon 
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 08:29 WIB

Satreskrim Polres Morowali Utara, Tangkap  Pelaku Pembunuhan di Desa Era 

Sabtu, 27 Juni 2026 - 07:41 WIB

130 Anak Ikuti Sunat Massal Gratis yang digelar Petrosea 

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:59 WIB

PN Poso Tolak Gugatan Rumah Sakit Pepakulia di Morowali 

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:32 WIB

37 Anggota OPM Kodap IV Sorong Raya Kembali ke Pangkuan NKRI

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:39 WIB

Bati Koramil 1311-09/Bahodopi Hadiri Majelis Akbar Peringatan Tahun Baru Islam

Berita Terbaru

Berita

130 Anak Ikuti Sunat Massal Gratis yang digelar Petrosea 

Sabtu, 27 Jun 2026 - 07:41 WIB

Berita

PN Poso Tolak Gugatan Rumah Sakit Pepakulia di Morowali 

Jumat, 26 Jun 2026 - 13:59 WIB