Penandatanganan naskah perjanjian hibah dan berita acara serah terima pengembangan Bandar Udara Maleo di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dari PT Zhenshi Indonesia Industrial Park kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub RI di Jakarta, pada Selasa (21/7). (Sumber foto: Kemenhub)
dteksinews, Jakarta-Konektivitas udara di Kabupaten Morowali dipastikan bakal semakin meningkat. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI secara resmi menerima hibah senilai Rp177,99 miliar untuk proyek pengembangan dan peningkatan fasilitas Bandar Udara Maleo, Morowali.
Kesepakatan ini ditandai melalui penandatanganan naskah perjanjian hibah serta berita acara serah terima antara PT Zhenshi Indonesia Industrial Park dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub di Jakarta pada Selasa (21/7/2026)
Apa Saja yang Akan Ditingkatkan di Bandara Maleo?
1.Proyek pengembangan ini mencakup area seluas 54.011 meter persegi dengan pengerjaan fisik utama meliputi:
2.Perpanjangan runway (landasan pacu) sepanjang 300 meter dengan lebar 30 meter.
3.Penataan jalur landasan dan Runway End Safety Areas (RESA).
4.Perbaikan struktur tanah menggunakan metode CFG Pile.
5.Pembangunan turning area, pemasangan pagar sisi udara, hingga penyempurnaan marka landasan.
Setelah tahap hibah fisik ini selesai, Kemenhub juga dijadwalkan akan melanjutkan pekerjaan tahap berikutnya, seperti pelebaran apron (pelataran pesawat), penguatan struktur perkerasan landasan, serta penyediaan alat bantu navigasi dan visual penerbangan. Peningkatan ini diproyeksikan agar Bandara Maleo ke depannya sanggup melayani operasional pesawat berkapasitas lebih besar.
Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, mengutip dari laporan resmi, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi strategis untuk memperkuat infrastruktur konektivitas udara, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi serta mobilitas masyarakat dan logistik di kawasan industri Morowali yang terus berkembang.
Pihak penyedia hibah, PT Zhenshi Indonesia Industrial Park-yang berafiliasi dengan pengelola kawasan industri Huabao di Bungku Barat-menjelaskan bahwa proyek infrastruktur ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang telah berjalan sejak November 2024.(***)














