Nampak Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini turun langsung di tempat kejadian perkara areal PT Askon Matarape,(FOTO:IST)
dteksinews,Morowali – Polres Morowali mengerahkan 66 personel, didukung 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulawesi Tengah, untuk mengamankan eskalasi konflik antara warga Desa Matarape, Kecamatan Sombori Kepulauan, dengan PT Astima Konstruksi (Askon), Jumat (2/10/2026).
Pengamanan dilakukan setelah aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Matarape berujung ketegangan di sekitar kawasan operasional jalan hauling dan pelabuhan khusus (jetty) PT Askon. Massa memblokade jalur utama menuju jetty dengan membentangkan spanduk, membawa bambu, dan mendirikan tenda darurat di badan jalan. Akibatnya, aktivitas pengangkutan perusahaan lumpuh.
Aksi tersebut dipicu akumulasi kekecewaan warga terkait dampak operasional perusahaan. Namun, langkah aparat di lapangan diarahkan pada pengamanan dan pemulihan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Upaya mediasi sempat dilakukan ketika perwakilan manajemen perusahaan menemui massa. Namun dialog berjalan kaku dan menemui jalan buntu. Situasi memanas hingga terjadi gesekan fisik yang menyebabkan korban luka ringan serta kerusakan pada beberapa kendaraan warga dan alat berat.
Menanggapi situasi tersebut, aparat penegak hukum langsung mengambil langkah antisipasi cepat. Personel Polres Morowali bersama Satuan Brimob dikerahkan ke titik-titik rawan. Aparat berjaga ketat di sekitar koridor jalan hauling guna mencegah meluasnya konflik horizontal.
Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini mengatakan kehadiran Satuan Brimob bersama jajaran Polres di titik-titik rawan bertujuan melokalisir area benturan, meredam provokasi lanjutan, serta mengembalikan situasi kamtibmas agar kembali kondusif.
“Hingga malam hari, aparat kepolisian terus melakukan pendekatan persuasif kepada para tokoh masyarakat dan perwakilan aliansi agar menahan diri,” ujar Kapolres.
Kepolisian juga mengimbau warga tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi (hoaks) dan menyerahkan sepenuhnya penanganan dugaan pelanggaran hukum di lapangan kepada pihak berwajib.
Sampai berita ini diturunkan, personel keamanan masih bersiaga di lokasi. Aparat berkomitmen menjaga stabilitas kamtibmas dan mencegah eskalasi lanjutan di kawasan operasional PT Askon.(*/pri)














