dteksinews, Iran- Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan penutupan total Selat Hormuz sebagai respons atas meningkatnya agresi militer oleh Amerika Serikat dan sekutunya. Langkah ekstrem ini disertai dengan peringatan keras bahwa militer Iran akan “membakar” setiap kapal, baik kapal dagang maupun tanker minyak, yang nekat melintasi jalur perairan strategis tersebut. Pengumuman ini memicu kepanikan di pasar komoditas internasional karena Selat Hormuz merupakan urat nadi utama bagi distribusi sekitar seperlima pasokan minyak mentah dunia.
Langkah blokade ini diambil setelah infrastruktur vital dan kepemimpinan tertinggi Iran menjadi sasaran serangan udara asing. Teheran menegaskan bahwa jika mereka tidak diizinkan untuk mengekspor minyak dan menjaga kedaulatan wilayahnya, maka tidak akan ada satu pun negara di kawasan Teluk yang diizinkan melakukan hal serupa. Militer Iran telah menyiagakan ribuan ranjau laut, baterai rudal anti-kapal di pesisir, serta armada drone bunuh diri untuk menegakkan aturan penutupan jalur laut paling krusial tersebut.
Dunia internasional mengutuk keras tindakan Iran yang dinilai melanggar hukum laut internasional dan dapat memicu krisis ekonomi global yang destruktif. Penutupan Selat Hormuz secara otomatis akan menyebabkan lonjakan harga energi yang tak terkendali dan mengganggu rantai pasok global. Amerika Serikat dan koalisi maritim internasional kini tengah mempertimbangkan opsi pengawalan bersenjata bagi kapal tanker, yang jika dilakukan, berisiko memicu bentrokan fisik langsung dan memperluas skala perang di kawasan Timur Tengah menjadi konflik global yang lebih luas.(*/dteksinews)
Sumber: Sindonews














