Hilirisasi Non Tambang Digenjot:Pemerintah Kembangkan Industri Kelapa Rp.1,66 Triliun di Morowali 

- Penulis

Rabu, 3 Desember 2025 - 07:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ist

 

dteksinews, Jakarta- Pemerintah mendorong perluasan hilirisasi ke sektor-sektor non-tambang dalam menciptakan nilai tambah ke negara. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menjelaskan, fokus pengembangan kini mencakup bidang kelautan hingga perkebunan.

Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah hilirisasi kelapa di Morowali, Sulawesi Tengah, dengan investasi sekitar US$ 100 juta atau kurang lebih Rp 1,66 triliun (kurs Rp 16.600).

“Hilirisasi tidak hanya berkonsentrasi di mineral, tapi juga di perkebunan, agrikultur, dan juga kelautan. Saya contohkan sedikit di bidang perkebunan, yaitu di kelapa, kita juga sudah mulai di kelapa, di daerah Morowali, itu hasilnya masuk kurang lebih US$ 100 juta,” ujar Rosan dalam rapat kerja dengan komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (2/12/2025).

Proyek tersebut diperkirakan mampu menyerap 10 ribu tenaga kerja dan akan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2026. 500 juta butir kelapa juga bakal terserap setiap tahun.

Baca Juga:  Kapolres Morowali Ajak Pelajar SMA Negeri 1 Bungku Tengah Berperan Aktif, dalam Pemeliharaan Kamtibmas dan Bijak Bermedia Sosial

“Penciptaan lapangan kerja mencapai 10 ribu orang. Insyaallah pada pertengahan tahun 2026 ini pabriknya akan selesai di daerah Morowali, dan itu akan menyerap 500 juta butir kelapa setiap tahunnya,” sebut Rosan.

Sebelumnya, kelapa di daerah tersebut banyak diekspor ke China. Rosan lalu terbang ke China dan meyakinkan investor untuk membuka pabriknya di Indonesia. Hal ini dinilai lebih efisien karena investor tidak perlu memikirkan biaya logistik.

“Karena pada sebelumnya kami melihat kelapa-kelapa kita ini banyak diekspor ke China, dan karena sebab itu kita terbang ke sana, yakini mereka untuk membuka pabriknya di sini, dan sehingga harga kelapa ini juga makin meningkat di sini, karena mereka tidak lagi perlu memperhitungkan biaya logistik pengiriman kelapa dari Indonesia ke China,” tutupnya.(*/dteksinews)

 

Sumber : Detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jam Sekolah Beberapa Pelajar SMP dan SMA , Asik Nongkrong di Taman Kota Fonuasingko Morowali
Luncurkan Film Berbasis Kecerdasan Buatan, Bamsoet Dorong Ekonomi Kreatif Cineas Indonesia Kuasai Era Baru Sinema AI
Gerak Cepat, Babinsa Bahodopi Berhasil  Padamkan Kebakaran Lahan 
Personel Polres Morowali Sigap, Bantu Korban Kecelakaan di Desa Buleleng
Bahodopi, Sepekan Ditemukan Dua Bayi di Bawah Jembatan dan Tempat Sampah 
Seleksi Terbuka JPT Pratama Morowali 2026 Resmi Dibuka
Pemkab Morowali Matangkan Sayembara Hymne, Perkuat Identitas dan Jati Diri Daerah
Wabup Morowali Buka Pelatihan UP2K, Dorong Produk Unggulan Jadi Pelopor UMKM
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 03:09 WIB

Jam Sekolah Beberapa Pelajar SMP dan SMA , Asik Nongkrong di Taman Kota Fonuasingko Morowali

Selasa, 6 Oktober 2026 - 02:25 WIB

Luncurkan Film Berbasis Kecerdasan Buatan, Bamsoet Dorong Ekonomi Kreatif Cineas Indonesia Kuasai Era Baru Sinema AI

Selasa, 6 Oktober 2026 - 02:16 WIB

Gerak Cepat, Babinsa Bahodopi Berhasil  Padamkan Kebakaran Lahan 

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:44 WIB

Personel Polres Morowali Sigap, Bantu Korban Kecelakaan di Desa Buleleng

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Bahodopi, Sepekan Ditemukan Dua Bayi di Bawah Jembatan dan Tempat Sampah 

Berita Terbaru