Forbes Morowali Minta Kejelasan: Verifikasi, Anggaran, dan Mekanisme Bantuan Pancaroba bagi Nelayan

- Penulis

Sabtu, 27 September 2025 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FORUM RAKYAT BERSATU MOROWALI (FORBES MOROWALI) Ketua Umum: Abd. Jamil(foto: dok probadi)

 

 

dteksinews, Morowali – Dari perspektif komunitas nelayan kecil dan pemantau publik, pernyataan tentang rencana bantuan pancaroba yang akan diberikan kepada “5 ribu lebih” nelayan di Kabupaten Morowali menyisakan sejumlah pertanyaan mendasar yang wajib dijawab secara terbuka oleh pihak berwenang.

1. Metode Verifikasi yang Tidak Jelas.

Tercatat sekitar 9.000 nama nelayan, namun hanya sekitar 5.000 yang dinyatakan valid. Forbes menuntut penjelasan teknis: standar verifikasi apa yang dipakai, siapa timnya, dokumen apa yang menjadi acuan, serta prosedur banding untuk nelayan yang tereliminasi. Tanpa itu, publik sulit menerima hasil verifikasi sebagai keputusan yang adil.

2. Kepastian Anggaran.

Apakah bantuan ini sudah didukung pagu anggaran yang nyata atau sekadar rencana administratif? Jika ada sumber pembiayaan, dari pos mana dana diambil dan apakah terdapat dokumen anggaran yang dapat diakses publik? Transparansi alokasi dana penting agar masyarakat dan lembaga pengawas dapat memantau penyaluran.

3. Waktu Realisasi Tak Sinkron dengan Kondisi Lapangan.

Pemerintah menyebut realisasi dimulai Juni 2026, padahal musim pancaroba umumnya jatuh antara Juli–September dan nelayan sudah merasakan dampaknya sekarang. Jadwal terlambat berisiko membuat bantuan tidak tepat waktu dan kehilangan tujuan utamanya: meringankan tekanan selama puncak pancaroba.

4. Skema Pembagian yang Potensial Tidak Tepat Sasaran.

Pembagian setara tanpa mempertimbangkan perbedaan skala usaha nelayan (tradisional kecil vs. pemilik armada) bisa mengakibatkan alokasi yang tidak proporsional. Forbes meminta skema berbasis kebutuhan nyata — misalnya kategorisasi menurut kapasitas alat tangkap, frekuensi melaut, atau kerugian ekonomis yang dialami.

Baca Juga:  Politeknik Industri Logam Morowali Perluas Promosi ke 24 Sekolah, Ajak Pemuda Lokal Menjadi Generasi Industri Masa Depan

 

5. Pengawasan dan Akuntabilitas.

Siapa yang akan mengawasi proses penyaluran? Bagaimana mencegah penyaluran ke “penerima titipan”? Forbes mendesak agar hasil verifikasi dan daftar calon penerima dipublikasikan (dengan proteksi data pribadi yang wajar) sehingga masyarakat dan organisasi nelayan bisa ikut mengawasi.

6. Risiko Program Sekali Jalan Tanpa Evaluasi.

Jika bantuan hanya bersifat satu musim tanpa rencana evaluasi dan tindak lanjut yang menyelesaikan masalah struktural, bantuan berpotensi menjadi solusi sementara yang menumbuhkan ketergantungan. Forbes mendorong adanya indikator keberhasilan, mekanisme monitor-evaluasi, dan program pendamping (mis. pelatihan adaptasi musim, perbaikan data kependudukan nelayan).

Forbes Morowali menegaskan bahwa tujuan bersama adalah memastikan bantuan benar-benar menguatkan daya tahan nelayan, bukan sekadar memenuhi target angka. Oleh karena itu kami meminta tiga langkah konkret dari pemerintah daerah:

Buka metodologi verifikasi dan data hasil verifikasi untuk ditelaah publik.

Pastikan kejelasan sumber anggaran dan jadwal realisasi yang disesuaikan dengan kondisi musim.

Bentuk mekanisme pengaduan dan perbaikan data yang mudah diakses oleh nelayan.

“Kami mendesak agar program ini dirancang dan dijalankan dengan prinsip transparansi, keadilan, dan akuntabilitas. Jangan sampai niat baik berujung pada kebingungan dan ketidakadilan di lapangan,” tegas Abd. Jamil, Ketua Umum Forbes melalaui rilisnya,(*/dteksinews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dominasi Karyawan IMIP Jadi Lokomotif Ekonomi Bahodopi
Wakapolres Morowali Utara Purna Bhakti 
Lagi, PT Vale Buka Loker untuk Masyarakat Lokal 
UKW di Morut, Tri Putra Tekankan Profesionalisme Wartawan
Ikhtiar dan Nira Riani, Terpilih Ketua Serta  Wakil Ketua Umum IP2MM periode 2026‑2027
Sosialisasi dan Kurasi, Alfamidi Dorong UMKM Morowali Naik Kelas
Langkah Danrem 132/Tadulako di Kodim 1308 Luwuk Banggai, Bawa Semangat Kebersamaan
Presiden Prabowo, Disambut Hangat Diaspora Indonesia dan  Curi Perhatian dengan Mobil Maung
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:37 WIB

Dominasi Karyawan IMIP Jadi Lokomotif Ekonomi Bahodopi

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:15 WIB

Wakapolres Morowali Utara Purna Bhakti 

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:25 WIB

Lagi, PT Vale Buka Loker untuk Masyarakat Lokal 

Jumat, 8 Mei 2026 - 06:02 WIB

Ikhtiar dan Nira Riani, Terpilih Ketua Serta  Wakil Ketua Umum IP2MM periode 2026‑2027

Jumat, 8 Mei 2026 - 03:54 WIB

Sosialisasi dan Kurasi, Alfamidi Dorong UMKM Morowali Naik Kelas

Berita Terbaru

Daerah

Dominasi Karyawan IMIP Jadi Lokomotif Ekonomi Bahodopi

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:37 WIB

Daerah

Wakapolres Morowali Utara Purna Bhakti 

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:15 WIB

Daerah

Lagi, PT Vale Buka Loker untuk Masyarakat Lokal 

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:25 WIB