Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni, Raih Penghargaan Excellence in Regional Financial Governance 2026

- Penulis

Minggu, 22 Februari 2026 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews, Jakarta-Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Agus Fatoni, menerima penghargaan Excellence in Regional Financial Governance 2026, dalam ajang bergengsi penghargaan nasional Indonesia Top Achievements of The Year 2026 (ITAY 2026) bertema Transforming for Reinventing Indonesia. Penghargaan diserahkan langsung oleh Komisaris Metro TV, Suryopratomo di Studio Grand Metro TV, Jakarta, Jumat malam, 20 Februari 2026.

ITAY 2026 merupakan seruan untuk berani bergerak maju, berani melampaui zaman, berani memperbaiki sistem, serta berani menciptakan lompatan baru untuk membangun ulang kekuatan bangsa dengan inovasi, kepemimpinan, visioner, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dalam acara tersebut, Fatoni menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian yang telah memberikan arahan, bimbingan, petunjuk dan kesempatan yang luas untuk mendorong optimalisasi pengelolaan keuangan daerah. Fatoni juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Daerah, Pemerintah Daerah dan Kementerian/Lembaga yang telah bersama-sama memperkuat tata kelola keuangan daerah yang akuntabel, efektif, efesien, namun tetap inovatif dan kreatif.

Fatoni, mantan Pj Gubernur di Sulut, Sumsel, Sumut dan Papua ini menegaskan bahwa penghargaan yang diterima bukan penghargaan untuk pribadi semata, namun didedikasikan untuk Kemendagri, khususnya jajaran Ditjen Bina Keuda dan pemerintah daerah. Penghargaan ini sebagai bukti dari komitmen dan hasil kerja keras, dedikasi, sinergi, koordinasi dan kolaborasi semua pihak.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi untuk Kementerian Dalam Negeri khususnya untuk teman-teman di Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri dan tentu untuk pemerintah daerah,” jelas Fatoni.

Ia menambahkan, Ditjen Keuda Kemendagri secara konsisten memperkuat implementasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD-RI) sebagai instrumen utama transformasi digital pengelolaan keuangan daerah. Upaya ini penting untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara tepat, terukur, dan bertanggung jawab.

Baca Juga:  Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut

“Jadi dalam tata kelola keuangan daerah ini tidak hanya uangnya saja tetapi juga mengoptimalkan pengelolaan BUMD, BLUD, BMD termasuk kerjasama pemerintah daerah dan pemanfaatan sumber pendapatan lain. Setiap rupiah harus dapat dipertanggungjawabkan jawabkan dan digunakan tepat sasaran. Kami juga mendorong pemerintah daerah kreatif, inovatif melakukan terobosan-terobosan dalam meningkatkan pendapatan daerah namun belanja daerah dapat tepat sasaran dalam rangka melakukan pembangunan, memperbaiki pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Fatoni.

Di bawah kepemimpinan Fatoni, Ditjen Keuda Kemendagri secara konsisten memperkuat dan memperbaiki tata kelola keuangan daerah dalam mendukung

program prioritas dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Penghargaan ini diharapkan menjadi momentum untuk terus memperkuat reformasi pengelolaan keuangan daerah guna mendukung terwujudnya Indonesia yang maju, berdaulat, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.

Adapun, penilaian ITAY 2026 dilakukan secara independen oleh dewan juri yang terdiri atas Guru Besar FISIP Universitas Indonesia, Prof. Dr. Drs. Ricardi S. Adnan, M.Si, konsultan Pratiksi PR dan penulis buku Corporate Reputation, Dr. Hifni Alifahmi, M.Si., Guru Besar dan Dekan FIKES UIN Jakarta, Prof. Dr. apt. Zilhadia, M.Si., Guru Besar FIA Universitas Indonesia, Prof. Dr. Martani Huseini, DEA., serta jurnalis senior dan Direktur Utama Metro TV, Arief Suditomo, SH., MA.

Penilaian didasarkan pada lima kriteria utama, yakni prestasi, inovasi, transformasi, kompetensi inti, dan kontribusi.(*/dteksinews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bamsoet: Penguatan Ideologi Pancasila Jadi Fondasi Penting Mendukung Keberhasilan Pemerintahan Prabowo
Tanggapi Kasus Penyadapan, Fahri Hamzah Ajak Pejuang Kebebasan, LSM dan Masyarakat Sipil Melakukan Perlawanan
Bea Cukai Morowali ,Tindak 539 Ribu Batang Rokok Ilegal dan 545 Liter MMEA Sepanjang Oktober 2026
BNN dan Polri Bidik Jaringan Narkotika Di Asia Tenggara  
Dewan Adat Bone, Copot Gelar Bugis La Pateddungi Daeng Pasampo dari Listyo   Sigit 
Prof. Zudan Apresiasi Progres ATR/BPN: Selangkah Menuju Instansi ke-361 Terapkan Manajemen Talenta
Wabup Iriane Lepas Kontingen Morowali Ikuti Festival LASQI Tingkat Provinsi Sulteng 2026
Semarak Tanwir Muhammadiyah, TK ABA se-Kota Palu Ikuti Lomba Mewarnai Logo
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 14:03 WIB

Bamsoet: Penguatan Ideologi Pancasila Jadi Fondasi Penting Mendukung Keberhasilan Pemerintahan Prabowo

Kamis, 5 November 2026 - 13:50 WIB

Tanggapi Kasus Penyadapan, Fahri Hamzah Ajak Pejuang Kebebasan, LSM dan Masyarakat Sipil Melakukan Perlawanan

Kamis, 5 November 2026 - 13:32 WIB

Bea Cukai Morowali ,Tindak 539 Ribu Batang Rokok Ilegal dan 545 Liter MMEA Sepanjang Oktober 2026

Kamis, 5 November 2026 - 13:24 WIB

BNN dan Polri Bidik Jaringan Narkotika Di Asia Tenggara  

Kamis, 5 November 2026 - 13:08 WIB

Dewan Adat Bone, Copot Gelar Bugis La Pateddungi Daeng Pasampo dari Listyo   Sigit 

Berita Terbaru