Badko HMI Jatim Gelar Aksi di KANWIL ATR/BPR: Tuntut Pebenahan Total Birokrasi Pertanahan dan Hentikan Pungutan Liar

- Penulis

Rabu, 17 Desember 2025 - 10:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badko HMI Jatim Gelar Aksi di KANWIL ATR/BPR: Tuntut Pebenahan Total Birokrasi Pertanahan dan Hentikan Pungutan Liar.( foto: ist)

 

dteksinews, Surabaya-Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Jawa Timur menggelar aksi penyampaian pendapat di muka umum di Kantor Wilayah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Provinsi Jawa Timur, Rabu (17/12). Aksi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan intelektual mahasiswa dalam merespons krisis tata kelola pertanahan yang dinilai semakin menjauh dari prinsip keadilan sosial dan supremasi hukum.Rabu(17/12/2025)

Aksi yang diikuti sekitar 100 kader HMI tersebut dimulai dari Graha MW KAHMI Jawa Timur dan dilanjutkan dengan long march menuju Kantor Kanwil ATR/BPN Jawa Timur, sebagaimana telah diberitahukan secara resmi kepada pihak berwenang.

Dalam orasinya, massa aksi menyoroti maraknya praktik pungutan liar (pungli), lemahnya penanganan mafia tanah, serta buruknya tata kelola Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Program strategis nasional yang seharusnya menjamin kepastian hukum hak atas tanah justru dinilai mengalami distorsi di tingkat implementasi, sehingga membebani masyarakat kecil dan berpotensi melanggengkan ketidakadilan struktural.

 

Pernyataan Koordinator Lapangan

Koordinator Lapangan I Aksi, Dzulkarnain Jamil, menegaskan bahwa persoalan pertanahan di Jawa Timur tidak bisa lagi dipahami sebagai sekadar kesalahan teknis birokrasi, melainkan telah menjelma menjadi krisis tata kelola yang sistemik.

“Kami melihat problem ATR/BPN bukan insidental, tetapi struktural. Ketika pungli PTSL dibiarkan, mafia tanah tidak ditindak tegas, dan konflik agraria terus berulang, maka negara sedang gagal menjalankan mandat konstitusionalnya untuk melindungi hak rakyat atas tanah,” tegas Dzulkarnain Jamil.

Ia menambahkan, pembiaran yang berulang justru memperkuat kesan bahwa birokrasi pertanahan telah terjebak dalam logika kekuasaan administratif, bukan pelayanan publik berbasis keadilan.

Baca Juga:  Ketua HMI Cabang Palu: Diduga BBM Subsidi di Wilayah Sulteng Tidak Tepat Sasaran

Koordinator Lapangan II, Dandi Satriyo Putra, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan peringatan serius kepada jajaran Kanwil ATR/BPN Jawa Timur agar tidak menormalisasi praktik menyimpang.

“Jika Kanwil ATR/BPN Jawa Timur tidak mampu membersihkan institusinya sendiri dari praktik mafia tanah dan pungli, maka mundur dari jabatan adalah bentuk tanggung jawab etis paling minimal,” ujar Dandi.

Sementara itu, Moh Agus Effendi, selaku penanggung jawab lapangan dan narahubung aksi, menekankan pentingnya reformasi birokrasi yang berorientasi pada keberpihakan terhadap rakyat.

“Reforma agraria tidak boleh berhenti sebagai jargon kebijakan. Ia harus hadir sebagai keberanian politik untuk membongkar jejaring kepentingan yang merampas hak rakyat. Tanpa itu, ATR/BPN hanya menjadi mesin administrasi yang kehilangan legitimasi moral,” kata Agus.

Tuntutan Aksi

Dalam aksi tersebut, BADKO HMI Jawa Timur menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain:

1. Reformasi birokrasi secara menyeluruh di tubuh ATR/BPN.

2. Pengusutan tuntas mafia tanah dan praktik pungli pertanahan di Jawa Timur.

3. Penghentian dan penindakan tegas terhadap pungli PTSL di seluruh wilayah Jawa Timur.

4. Pertanggungjawaban Kepala Kanwil ATR/BPN Jawa Timur atas maraknya pungli dan konflik agraria.

5. Mendesak pencopotan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid yang dinilai kerap melontarkan pernyataan kontroversial dan tidak mencerminkan etika pejabat publik.

BADKO HMI Jawa Timur menegaskan bahwa aksi ini bukanlah akhir, melainkan bagian dari kontrol berkelanjutan masyarakat sipil terhadap kekuasaan negara. Reformasi pertanahan, menurut HMI, hanya akan bermakna jika dijalankan dengan transparansi, keberanian menindak pelanggaran, dan keberpihakan nyata kepada rakyat sebagai pemilik sah kedaulatan.(*/dteksinews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo, Disambut Hangat Diaspora Indonesia dan  Curi Perhatian dengan Mobil Maung
Presiden Prabowo Terima Laporan Percepatan Reformasi Polri
Uji Sidang Terbuka Doktoral Ilmu Kepolisian PTIK tentang Bahaya Radikalisme di Tubuh Polri, Bamsoet Dorong Penguatan Ideologi di Polri
Perkuat Kemitraan Strategis Melalui Pertemuan Bilateral, Panglima TNI Dampingi Menhan RI Terima Kunjungan Menhan Jepang 
Hebat ! Babinsa Bahodopi Inovatif, Sulap Sampah Plastik Jadi Solar B-40
Presiden Prabowo  Pimpin  Rapat Terbatas Kabinet Merah Putih 
Raih Akreditasi Tinggi, Dr.Muhamad Dasril Mendapat Penghargaan  dari Rektor Unismuh 
Demokrasi Indonesia Butuh Fondasi Kuat, Bamsoet Tekankan Pembenahan Partai Politik
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 02:59 WIB

Presiden Prabowo, Disambut Hangat Diaspora Indonesia dan  Curi Perhatian dengan Mobil Maung

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:29 WIB

Presiden Prabowo Terima Laporan Percepatan Reformasi Polri

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:03 WIB

Uji Sidang Terbuka Doktoral Ilmu Kepolisian PTIK tentang Bahaya Radikalisme di Tubuh Polri, Bamsoet Dorong Penguatan Ideologi di Polri

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:28 WIB

Perkuat Kemitraan Strategis Melalui Pertemuan Bilateral, Panglima TNI Dampingi Menhan RI Terima Kunjungan Menhan Jepang 

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:50 WIB

Hebat ! Babinsa Bahodopi Inovatif, Sulap Sampah Plastik Jadi Solar B-40

Berita Terbaru

Daerah

Dominasi Karyawan IMIP Jadi Lokomotif Ekonomi Bahodopi

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:37 WIB

Daerah

Wakapolres Morowali Utara Purna Bhakti 

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:15 WIB

Daerah

Lagi, PT Vale Buka Loker untuk Masyarakat Lokal 

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:25 WIB