Atlet PON Apresiasi Tim Medis Aceh Tangani Cidera

- Penulis

Senin, 16 September 2024 - 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews, Banda Aceh- Atlet cabang olahraga bela diri Hapkido PON XXI dari Sulawesi Utara, Tio Mantik (26) mengapresiasi layanan medis tim kesehatan PON XXI di Aceh. Ia merasakan langsung layanan yang nyaman, cepat dan tepat dari tim medis saat mengalami cidera ketika bertanding.

Tio menceritakan pengalamannya merasakan layanan medis di PON XXI wilayah Aceh saat berkunjung ke Meuligoe Gubernur pada Jumat (13/9/2024) pagi.

Tio mengalami cedera di lengan kirinya ketika bertanding. Saat itu tim medis bergerak cepat memberikan penanganan pertama. Setelah itu, ia dengan cepat dirujuk ke rumah sakit umum.

“Luar biasa pelayanan di Aceh, langsung ditindaklanjuti, pelayanan medisnya sangat bagus, bahkan tak hanya satu dokter yang menangani, ada tiga dokter, jadi membuat kami atlet jadi optimis dan tidak khawatir,” kata Tio.

Tak hanya dengan pelayanan panitia tuan rumah PON XXI, Tio juga mengaku terkesan dengan kondisi dan masyarakat di Aceh. Realita yang ia lihat langsung di lapangan jauh berbeda dengan pemberitaan di media tentang Aceh. Sebelum ke Aceh ia merasa takut dengan regulasi maupun kondisi keamanan yang ada di Aceh.

Baca Juga:  Babinsa Koramil 1311-09/Bahodopi Bersama Warga Bantu Padamkan Kebakaran di Desa Mekarti Jaya

” Faktanya sangat berbeda, orang disini sangat ramah dan baik,” pungkas Tio.

Tio berkunjung ke Meuligoe Gubernur Aceh bersama seluruh atlet dann oficial Cabor Hapkido Sulawesi Utara. Kedatangan mereka disambut langsung Pj Gubernur Safrizal. Mereka dijamu dengan nasi gurih khas Aceh.

Para atlet dan oficial yang berkunjung itu tampak begitu senang dan ceria. Selain menikmati sarapan, mereka juga berbincang santai dengan Pj Gubernur Safrizal. Kemudian mereka juga berkeliling mengamati bangunan Meuligoe Gubernur yang juga menjadi salah satu bangunan sejarah di Aceh yang dibangun Belanda pada abad 19.

Para atlet tersebut mengaku senang dan nyaman berada di Aceh. Terutama dengan pelayanan panitia tuan rumah  selama mengikuti rangkaian kegiatan PON.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Mandi di Laut, Seorang Anak Laki-laki Meninggal Dunia Di Dermaga Bahodopi 
Polres Morowali Laksanakan Pengamanan Ibadah Jumat Agung Tahun 2026
Jaga Kamtibmas, Polres Morowali Utara Amankan  Perayaan Ibadah Jumat Agung 
Babinsa Koramil 1311-09/Bahodopi, Dampingi Pemasangan Plat Beton Selokan di Desa Fatufia
Danrem 132/Tdl, Hadiri Peletakan Batu Pertama Jembatan Garuda di Parigi Moutong
Naik Pangkat Wujud Kehormatan dan Kepercayaan Negara atas Kerja Keras Prajurit
Ziarah Penuh Makna, Ketua Persit KCK Daerah XVIII/Kasuari Pimpin Penghormatan di TMP Trikora Jelang HUT ke-80 Persit KCK
Pisah Sambut Danrem 132/Tadulako Berlangsung Khidmat 
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 10:48 WIB

Diduga Mandi di Laut, Seorang Anak Laki-laki Meninggal Dunia Di Dermaga Bahodopi 

Jumat, 3 April 2026 - 10:00 WIB

Polres Morowali Laksanakan Pengamanan Ibadah Jumat Agung Tahun 2026

Jumat, 3 April 2026 - 09:41 WIB

Jaga Kamtibmas, Polres Morowali Utara Amankan  Perayaan Ibadah Jumat Agung 

Jumat, 3 April 2026 - 02:29 WIB

Babinsa Koramil 1311-09/Bahodopi, Dampingi Pemasangan Plat Beton Selokan di Desa Fatufia

Jumat, 3 April 2026 - 02:06 WIB

Danrem 132/Tdl, Hadiri Peletakan Batu Pertama Jembatan Garuda di Parigi Moutong

Berita Terbaru