Diduga Sadap Istana , Jenderal Bintang 4 ‘L’ dan Sejumlah Perwiri Tinggi Diamankan Divisi Propam Mabes Polri 

- Penulis

Selasa, 3 November 2026 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jenderal Bintang 4 ‘L’ dan Sejumlah Perwiri Tinggi Diamankan Divisi Propam Mabes Polri,terkait penyadapan Istana,(FOTO:IST)


 

dteksinews, Jakarta— Institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tengah diguncang isu mahadahsyat. Beredar kabar soal adanya ‘operasi senyap’ berskala besar yang dilakukan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri pada Selasa (3/11/2026) dini hari, sekitar pukul 01.00 hingga 03.00 WIB.

Tak main-main, operasi ini dikabarkan menyasar seorang jenderal polisi aktif bintang empat berinisial L yang kini berdinas di lingkungan istana, beserta sejumlah perwira tinggi lainnya. Mereka diduga kuat terlibat dalam sebuah sindikat penyadapan terkoordinasi yang nekat menargetkan pucuk pimpinan negara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, skandal ini terbongkar dari hasil penyelidikan Mabes Polri yang mengendus adanya aktivitas penyadapan tingkat tinggi yang berpusat di sebuah rumah di Kompleks pejabat negara Widya Chandra.

“Yang disadap salah satunya adalah Presiden Prabowo Subianto dan Seskab Teddy,” ujar seorang sumber.

Operasi ilegal ini disebut-sebut dikomandani langsung oleh jenderal berpangkat Irjen berinisial AS, yang mengkoordinir perwira menengah berpangkat Kombes hingga polisi berpangkat rendah.

Baca Juga:  Kopda Andi Taslim Komsos Bersama Warga Desa Poara 

“Dari hasil penyelidikan diketahui kelompok penyadap ini juga memiliki jaringan dengan beberapa petinggi Polri baik yang masih aktif maupun tidak,” beber sumber tersebut.

Dalam penggerebekan di Widya Chandra, aparat Divpropam bertindak cepat meringkus Irjen AS, Irjen EH, NS, Kombes FR, empat polisi bawahan, hingga seorang advokat berinisial MR. Keseluruhan target tersebut langsung digelandang menuju Mako Brimob Kelapa Dua. Sementara itu, Jenderal L ditangkap di waktu yang berbeda, meski belakangan dikabarkan telah dilepaskan.

Merespons rumor liar dan teka-teki identitas para jenderal tersebut, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir memilih bersikap sangat hati-hati dan tak membantahnya secara tegas.

“Saya paham rekan-rekan lagi (kasak-kusuk membicarakan sesuatu)… Nanti ada saatnya, ya. Mungkin ndak lama lagi, ya,” ujar Isir sambil melempar senyum penuh arti kepada awak media di Gedung Bareskrim Polri.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo  Menerima Menteri Kebudayaan,  Bahas Usulan Gelar Pahlawan Nasional 
Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia, Tegaskan Peran Industri Nikel dalam Memperkuat Ekonomi Nasional
Presiden Prabowo, Beri Taklimat  400 Calon Pemimpin Masa Depan
Bamsoet: Konsolidasi Kekuasaan Presiden Prabowo Perlu Diperkuat untuk Percepat Penyelesaian Persoalan Bangsa
Mensesneg: Presiden Prabowo Berhentikan Listyo Sigit Prabowo  dari Jabatan KSP
Penyadapan Presiden: Jangan Berhenti pada Pelaku, Bongkar dan Benahi Sistem Pengawasan dan Pengamanan Keamanan Negara
Polres Morowali Tangkap Bandar Sabu Di Kawasan PT.IGIP,  Barang Bukti 7,21 Gram
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:22 WIB

Presiden Prabowo  Menerima Menteri Kebudayaan,  Bahas Usulan Gelar Pahlawan Nasional 

Rabu, 4 November 2026 - 13:14 WIB

Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global

Rabu, 4 November 2026 - 13:08 WIB

Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia, Tegaskan Peran Industri Nikel dalam Memperkuat Ekonomi Nasional

Rabu, 4 November 2026 - 12:51 WIB

Presiden Prabowo, Beri Taklimat  400 Calon Pemimpin Masa Depan

Rabu, 4 November 2026 - 12:06 WIB

Bamsoet: Konsolidasi Kekuasaan Presiden Prabowo Perlu Diperkuat untuk Percepat Penyelesaian Persoalan Bangsa

Berita Terbaru