Bamsoet Dukung Investasi Industri Amunisi Malaysia Perkuat Pasokan Amunisi Nasional

- Penulis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 05:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bambang Soesatyo ,(kanan),(FOTO: Bamsoet)


 

dteksinews, Jakarta – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Bela Diri Indonesia (PERIKHSA), Bambang Soesatyo (Bamsoet), mendukung rencana kerja sama perusahaan asal Malaysia, Maruss SDN BHD, dengan Jangkar Sinergi Group dan PERIKHSA dalam memasok amunisi sesuai ketentuan yang berlaku untuk kebutuhan senjata latihan, senjata api bela diri, serta penggunaan militer di Indonesia. Kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat logistik pertahanan nasional, meningkatkan transfer teknologi, membuka peluang investasi, sekaligus memperluas kolaborasi industri pertahanan di wilayah Asia Tenggara. Maruss sendiri merupakan produsen amunisi berlisensi yang berdiri sejak 2018 dan memiliki tiga lini usaha utama, yakni manufaktur amunisi, modernisasi senjata, serta pengadaan alat pertahanan.

“Pasokan amunisi yang terjamin sangat penting untuk mendukung latihan aparat, kebutuhan bela diri yang diatur sesuai ketentuan hukum, maupun kesiapan pertahanan negara. Yang jauh lebih penting, kolaborasi ini harus diarahkan pada transfer teknologi, peningkatan kemampuan industri dalam negeri, serta pengembangan sumber daya manusia nasional,” ujar Bamsoet saat menerima CEO Maruss SDN BHD, Syafiq bin Mohd Razi, di Black Stone Lounge Jakarta, Sabtu (4/7/26).

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menjelaskan, dinamika geopolitik global dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong banyak negara memperkuat ketahanan industri pertahanan dalam negeri. Konflik di berbagai kawasan dunia menyebabkan rantai pasok perlengkapan militer, termasuk amunisi, mengalami tekanan yang berdampak pada kenaikan harga maupun keterbatasan pasokan. Kondisi tersebut membuat banyak negara mempercepat pembangunan industri pertahanan dalam negeri melalui kolaborasi internasional yang saling menguntungkan.

Baca Juga:  Bamsoet Dorong,  PELBAJINDO Cetak PMI Unggul Isi Kekosongan Tenaga Kerja di Jepang

“Indonesia harus mampu memanfaatkan momentum ini untuk mempercepat pembangunan industri pertahanan nasional. Kolaborasi lintas negara perlu diarahkan agar menghasilkan nilai tambah bagi Indonesia melalui peningkatan kemampuan manufaktur, pengembangan riset, sertifikasi internasional, hingga terbukanya peluang ekspor produk pertahanan di masa depan,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menambahkan, kebutuhan amunisi dalam negeri terus meningkat seiring bertambahnya aktivitas latihan aparat keamanan, olahraga menembak, pendidikan, serta kebutuhan operasional pertahanan negara. Di sisi lain, perkembangan olahraga menembak di Indonesia juga menunjukkan tren positif. Berbagai kejuaraan nasional maupun internasional yang diselenggarakan setiap tahun mendorong meningkatnya kebutuhan amunisi berkualitas dengan pasokan yang stabil dan harga yang kompetitif.

“Keberadaan industri pendukung yang kuat akan membantu menjaga keberlanjutan aktivitas olahraga menembak, kebutuhan latihan aparat penegak hukum, pemilik izin khusus senjata api bela diri, hingga kesiapan pertahanan negara. Semua itu harus tetap berada dalam pengawasan pemerintah dan mengikuti ketentuan hukum yang berlaku,” pungkas Bamsoet. (***)

Sumber:Bamsoet

Editor:Supriyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Rujab dan Kembali ke Rujab, Jalan Santai 6,5 Km Satukan Masyarakat Morowali
Kasad Apresiasi Penerbang Demo Udara HUT ke-81 RI
Kecam Penurunan Bendera Merah Putih dan Pelecehan Garuda Pancasila di Hari Damai Aceh, Bamsoet Serukan Penegakan Hukum dan Jaga Persatuan
MENATAP MAKNA KEMERDEKAAN (Refleksi Kritis Reformasi Birokrasi dan Kesejahteraan) 
Ada Proyek Tambang Nikel Baru, Vale Targetkan Operasional di 2029
Harga Sulfur Melejit, Ini Strategi Vale Jaga Operasional Smelter
PT Vale,Periode Revisi RKAB Nikel 2026 Selesai 
Vale Punya 3 Megaproyek Smelter Rp155 Triliun, Ini Informasi Terbarunya
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:02 WIB

Kasad Apresiasi Penerbang Demo Udara HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Kecam Penurunan Bendera Merah Putih dan Pelecehan Garuda Pancasila di Hari Damai Aceh, Bamsoet Serukan Penegakan Hukum dan Jaga Persatuan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 03:08 WIB

MENATAP MAKNA KEMERDEKAAN (Refleksi Kritis Reformasi Birokrasi dan Kesejahteraan) 

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:54 WIB

Ada Proyek Tambang Nikel Baru, Vale Targetkan Operasional di 2029

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:41 WIB

Harga Sulfur Melejit, Ini Strategi Vale Jaga Operasional Smelter

Berita Terbaru

Berita

Polres Morowali Utara Musnahkan 366 gram Shabu 

Selasa, 18 Agu 2026 - 09:56 WIB