Anggota DPR Heri Gunawan dan Istri Kompak Cuekin KPK, Dana CSR Rp15 Miliar Dipakai Buat Bangun Rumah Makan

- Penulis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 03:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),(FOTO:IST)


 

dteksinews, Jakarta- Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Heri Gunawan (HG), bersama istrinya, Kartini Buchari (KB), kompak melakukan aksi mangkir berjamaah dari panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (11/6). Hebatnya lagi, sepasang suami istri ini menghilang tanpa memberikan keterangan alias alasan yang jelas kepada tim penyidik!

Kasus yang melilit sang legislator bukan kaleng-kaleng. Heri Gunawan diduga kuat menggarong dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang seharusnya disalurkan untuk kesejahteraan masyarakat. KPK sendiri telah menetapkan Heri Gunawan sebagai tersangka dengan dugaan menerima aliran dana haram sebesar Rp15,86 Miliar!

 

Modus Cuci Uang: Dana CSR Masuk Kantong Pribadi Lewat Yayasan!

 

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membeberkan modus licik yang diduga dilakukan oleh politikus Gerindra ini. Heri diduga melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan mengalirkan dana miliaran rupiah tersebut dari lembaga donor ke yayasan yang dikelolanya, lalu ditransfer langsung ke rekening pribadinya.

Baca Juga:  Lagi ,KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Uang rakyat yang nilainya fantastis itu bukannya dipakai untuk program sosial, melainkan diduga kuat digunakan untuk memuaskan syahwat duniawi dan memperkaya diri sendiri! Mulai dari membangun rumah makan, mengelola outlet minuman, membeli tanah dan bangunan, hingga memborong mobil mewah.

“KPK menegaskan kepada seluruh pihak agar kooperatif dan memenuhi panggilan penyidik. Pemanggilan para saksi ini dibutuhkan untuk didalami terkait aliran uang dan penelusuran aset atas dugaan TPPU oleh Saudara HG,” tegas Budi Prasetyo, Jumat (12/6).

Parahnya lagi, aksi mangkir ini seperti sudah direncanakan. Selain pasangan suami istri ini, ada 8 saksi lain—termasuk mantan staf ahli HG dan seorang mahasiswi—yang juga ikutan bolos berjamaah dari panggilan lembaga antirasuah tersebut. Di sisi lain, tersangka lain bernama Satori juga diduga menilep Rp12,52 Miliar dengan modus serupa.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Tanwir Muhammadiyah, TK ABA se-Kota Palu Ikuti Lomba Mewarnai Logo
Sejumlah Penyidik KPK Disebut Jadi Tersangka  Kasus  Penyadapan Ilegal,Perkara Merembet ke Internal KPK
Presiden Prabowo  Menerima Menteri Kebudayaan,  Bahas Usulan Gelar Pahlawan Nasional 
Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia, Tegaskan Peran Industri Nikel dalam Memperkuat Ekonomi Nasional
Presiden Prabowo, Beri Taklimat  400 Calon Pemimpin Masa Depan
Mensesneg: Presiden Prabowo Berhentikan Listyo Sigit Prabowo  dari Jabatan KSP
Penyadapan Presiden: Jangan Berhenti pada Pelaku, Bongkar dan Benahi Sistem Pengawasan dan Pengamanan Keamanan Negara
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 04:32 WIB

Semarak Tanwir Muhammadiyah, TK ABA se-Kota Palu Ikuti Lomba Mewarnai Logo

Kamis, 5 November 2026 - 03:36 WIB

Sejumlah Penyidik KPK Disebut Jadi Tersangka  Kasus  Penyadapan Ilegal,Perkara Merembet ke Internal KPK

Rabu, 4 November 2026 - 15:22 WIB

Presiden Prabowo  Menerima Menteri Kebudayaan,  Bahas Usulan Gelar Pahlawan Nasional 

Rabu, 4 November 2026 - 13:14 WIB

Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global

Rabu, 4 November 2026 - 13:08 WIB

Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia, Tegaskan Peran Industri Nikel dalam Memperkuat Ekonomi Nasional

Berita Terbaru