Mayjen TNI Dr. Farid Makruf: Penerbangan Dibatalkan, Tempoh Sembilan Jam Perjalanam Darat dan Tetap Hadiri Turnamen Cup II Kabupaten Ngada 

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026 - 10:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mayjen TNI Dr. Farid Makruf, M.A,(FOTO: IST)


 

dteksinews,NTT- Semangat membangun generasi muda melalui olahraga terbukti mampu mengalahkan berbagai hambatan, termasuk gangguan transportasi akibat bencana alam. Itulah yang ditunjukkan Mayjen TNI Dr. Farid  Makruf,M.A. Saat memutuskan tetap melanjutkan pekerjaan menuju Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), meskipun penerbangan yang ditumpanginya dibatalkan akibat erupsi Gunung Lewotobi.

Perjalanan yang semula hanya membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam melalui jalur udara dari Labuan Bajo menuju Ngada berubah menjadi perjalanan darat selama kurang lebih sembilan jam. Namun kondisi tersebut tidak mengurangi komitmen Farid Makruf untuk menghadiri Open Turnamen Mini Soccer U-12 Watutura Cup II Tahun 2006 yang digelar di Bajawa Kabupaten Ngada.

” Harusnya Labuan Bajo ke Ngada terbang cuma satu setengah jam. Tapi sekarang harus jalan darat karena penerbangan dibatalkan akibat erupsi Gunung Lewatobi. Kita harus naik minibus sekitar sembilan jam,” Ujar Mayjen TNI Dr. Farid Makruf saat dihubungi tim media ini ,Minggu (7/6/2026) malam.

Keputusan tetap melanjutkan perjalanan tersebut bukan tanpa alasan.Turnamen Watutura Cup II tahun ini menjadi salah satu ajang pembinaan sepak bola usia dini terbesar di kawasan Flores bagian tengah dengan melibatkan sedikitnya 29 tim dari 4 Kabupaten, yakni Ngada ,Nagekeo,Ende dan Manggarai.

Besarnya jumlah peserta menunjukkan tingginya minat dan antusiasme anak-anak NTT untuk berprestasi melalui olahraga sepak bola. Di tengah keterbatasan sarana dan tantangan geografis yang masih dihadapi sejumlah daerah, turnamen ini menjadi ruang penting bagi lahirnya bibit-bibit atlet masa depan dari wilayah timur.

Menurut Farid Makruf, pembinaan generasi muda tidak dapat hanya dilakukan melalui ruang kelas. Lapangan olahraga juga menjadi tempat penting untuk menanamkan nilai disiplin, kerjasama, sportivitas, kepemimpinan, dan semangat pantang menyerah.

” Kalau anak-anak sudah berlatih dan menunggu, tentu kita harus menghargai semangat mereka.Mereka adalah masa depan daerah dan masa depan bangsa,” ujarnya.

Baca Juga:  Mendapat Nilai A, Mayjen TNI Farid Makruf Layak Sandang Doktor 

Turnamen yang dipusatkan di lapangan Mini SDN Watutura, Bajawa, tersebut mengusung tema pengembangan kreativitas, solidaritas, dan prestasi olahraga di kalangan pelajar sekolah Dasar. Berdasarkan profosal kegiatan ,kompetisi ini terbuka bagi peserta usia di bawah 12 tahun dari kabupaten Ngada maupun daerah Tetangga.

Bagi masyarakat Flores, Watututa memiliki nilai historis tersendiri.Kawasan Bajawa yang kini menjadi ibukota kabupaten Ngada dahulu merupakan wilayah yang menaungi kawasan yang sangat saat ini telah berkembang menjadi Mabupaten Nagekeo. Tidak heran apabila turnamen ini mampu menarik partisipasi peserta dari berbagai daerah dan menjadi ajang silaturahmi sekaligus pembinaan olahraga lintas Kabupaten.

Dukungan Mayjen TNI Dr.Farid Makruf terhadap Watutu Cup II juga mendapat perhatian luas masyarakat setempat . Sejumlah balio penyambutan telah terpasang di sejumlah titik strategis menjelang pembukaan turnamen sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam mendukung pengembangan olahraga usia dini di Flores.

Pengamat Pembangunan Daerah menilai kehadiran figur nasional dalam kegiatan pembinaan olahraga di daerah memilili arti penting. Selain Memberikan motivasi kepada peserta, dukungan tersebut juga memperkuat pesan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya terpusat di kota-kota besar,tetapi juga harus menjangkau daerah-daerah yang selama ini berada jauh dari pusat perhatian.

Di tengah gangguan aktivitas penerbangan akibat erupsi Gunung Lewotobi, perjalanan 9 jam yang ditempuh Mayjen Farid Makruf menuju Ngada menjadi simbol bahwa pembinaan generasi muda membutuhkan komitmen nyata, bukan sekedar retorika.

Saat peluit Watutura Cup II dibunyikan pada Senin (8/6 /2026) siang, pertandingan sepak bola antar pelajar. Lebih dari itu, turnamen ini menjadi panggung harapan bagi puluhan tim muda dari Ngada, Nagekeo, Ende dan Manggarai untuk mengejar mimpi, mengasah karakter, dan membuktikan bahwa NTT memiliki potensi besar melahirkan generasi berprestasi bagi Indonesia.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia, Tegaskan Peran Industri Nikel dalam Memperkuat Ekonomi Nasional
Presiden Prabowo, Beri Taklimat  400 Calon Pemimpin Masa Depan
Mensesneg: Presiden Prabowo Berhentikan Listyo Sigit Prabowo  dari Jabatan KSP
Penyadapan Presiden: Jangan Berhenti pada Pelaku, Bongkar dan Benahi Sistem Pengawasan dan Pengamanan Keamanan Negara
Tata Kelola kelembagaan & Keamanan Siber Negara dalam Perspektif Administrasi Publik
 Diduga Sadap Istana , Jenderal Bintang 4 ‘L’ dan Sejumlah Perwiri Tinggi Diamankan Divisi Propam Mabes Polri 
Pengurus Cabang  JMSI Kabupaten Banggai, Resmi Dikukuhkan  
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:14 WIB

Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global

Rabu, 4 November 2026 - 13:08 WIB

Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia, Tegaskan Peran Industri Nikel dalam Memperkuat Ekonomi Nasional

Rabu, 4 November 2026 - 12:51 WIB

Presiden Prabowo, Beri Taklimat  400 Calon Pemimpin Masa Depan

Rabu, 4 November 2026 - 10:37 WIB

Mensesneg: Presiden Prabowo Berhentikan Listyo Sigit Prabowo  dari Jabatan KSP

Rabu, 4 November 2026 - 08:35 WIB

Tata Kelola kelembagaan & Keamanan Siber Negara dalam Perspektif Administrasi Publik

Berita Terbaru